Kamis, Desember 10, 2009

                                                   Fakultas Ilmu Komunikasi

                                Bagaimana Islam memandang kegiatan komunikasi :

Islam adalah nilai dan tatanan yang diwahyukan Allah SWT sebagai petunjuk kehidupan manusia dalam segala aspek. Nilai ketauhidan, ketaqwaan, kemanusiaan dan kaidah-kaidah Islam lainnya dijadikan sandaran pokok dalam segala aspek perbuatan manusia. Di dalam Al Qur’an beberapa kata kunci yang berkaitan dengan kegiatan komunikasi diantaranya adalah Al Bayan (penjelasan) dan Al-Qawl (perkataan). Kegiatan komunikasi dalam Islam ditujukan untuk mewujudkan hubungan vertikal antara “hamba“ dengan Allah SWT dan hubungan horizontal sesama manusia. Hubungan vertikal tersebut dilakukan dengan amalan ibadah seperti sholat, doa, dzikir dan ibadah lain yang merupakan upaya manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Komunikasi horizontal sesama manusia terlaksana dalam praktek muamalah dalam berbagai bidang seperti sosial, budaya, politik, seni dan lainnya. Muara dari kegiatan komunikasi tersebut adalah meningkatnya ketaqwaan seseorang dan juga terbentuknya transformasi masyarakat yang lebih baik dalam naungan prinsip-prinsip ajaran Islam yang rahmatan lil ’alamin (membawa rahmat bagi semua).

Hal ini tentu berbeda dengan konsep kegiatan komunikasi dalam perspektif pemikiran Barat yang memandang komunikasi dari sisi pragmatis, materialistik dan menekankan pada kapitalisme semata. Pesan dalam kegiatan komunikasi diarahkan pada pencapaian keuntungan secara materi baik antar individu maupun mengeruk keuntungan melalui sarana komunikasi massa seperti media cetak maupun elektronik. Aspek moral dan etika menjadi diabaikan sehingga berbagai produk komunikasi yang dihasilkan seringkali membawa dampak negatif yang besar. Sebagai contoh adalah banyaknya tampilan kekerasan terhadap anak, pornografi, fitnah,adu domba, mistik dan pencabulan yang menghiasi tayangan media massa dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Komunikasi dalam Islam yang senantiasa mengedepankan aspek ketelitian dan tanggungjawab membutuhkan adanya check dan recheck dalam setiap informasi yang diterima. Upaya tersebut dilakukan agar informasi yang didapat telah tersaring dan bisa dipertanggungjawabkan. Di dalam Al Qur’an disebutkan ”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“ (QS Al Hujurat:6). Di ayat lain Alloh SWT menerangkan pentingnya aspek tanggungjawab yang disebutkan dalam Surat Al Israa’ ayat 36 yang artinya “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya“.

Prinsip-prinsip dalam Al Qur’an tersebut bisa disarikan menjadi tiga konsep yaitu qawlan sadidan, qawlan balighan, dan qawlan layyinan. Qawlan sadidan artinya pembicaraan yang benar, jujur, lurus, tidak bohong, tidak berbelit-belit. Benar artinya sesuaii dengan kriteria kebenaran Al-Qur’an dan Al-Sunnah baik dalam bentuk ucapan maupun tulisan. Konsep kedua adalah qawlan balighan yang berasal dari kata “baligh” yang dalam bahasa Arab artinya sampai, mengenai sasaran, atau menciptakan tujuan. Jadi qawlan balighan artinya jelas maknanya, terang, tepat mengungkapkan apa yang dikehendaki. Oleh karena itu qawlan balighan dapat diterjemahkan sebagai prinsip komunikasi yang efektif. Konsep ketiga adalah qawlan layyinan (perkataan yang lembut) yaitu mengedepankan persuasi dan mengarahkan pada solusi yang bijaksana. Ketika Allah Subhanahu Wata’ala mengutus Nabi Musa dan Harun kepada Fir’aun maka yang diperintahkan adalah menggunakan bahasa yang lembut. Sejelek apapun pemerintah, organisasi maupun individu tentu akan lebih mengena jika nasehat atau masukan diberikan dengan cara-cara yang lembut.


Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: