Rabu, Januari 13, 2010

 MADZHAB

Dua Belas Imam

Dua belas Imam (Bahasa Arab: اثنا عشرية - Ithnāˤashariyya) adalah cabang dari ajaran Syiah yang memiliki pengikut terbanyak. Mereka yang mengikuti ajaran yang disebut sebagai Syiah Imamiyah ini mempercayai bahwa mereka mempunyai 12 orang pemimpin, yang pemimpin pertamanya adalah Imam Ali ra. dan pemimpin terakhir mereka adalah Imam Mahdi Al-Muntazhar (Imam Mahdi yang ditunggu), seorang Imam yang muncul pada tahun 868 dan kemudian menghilang. Para pengikut Itsna Asyariyyah yakin bahwa Imam Mahdi akan kembali untuk menghadapi dajjal dan akan membangun pemerintahan Islam.

Keyakinan Itsna Asyariyyah

[sunting] Syariah dalam Itsna Asyariyyah

Para pengikut ajaran Syi'ah Itsna Asyariyyah mendasarkan hukum mereka (Syariah) pada al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Perbedaan antara hukum syariah Sunni dan Syiah terletak pada keyakinan bahwa Nabi Muhammad memberikan Ali ra. sebagai pemimpin pertama setelah Nabi Muhammad saw. Lebih lanjut, menurut pengikut Syi'ah Itsna Asyariyyah, bahwa Imam atau pemimpin umat tidaklah dapat dipilih secara demokrasi (pemilu). Imam adalah jabatan langsung dari Allah swt. Sedangkan pengikut Sunni percaya bahwa pemimpin umat dipilih dengan pemilu dan yang memiliki suara terbanyaklah yang menjadi pemimpin (khalifah). Perbedaan inilah yang membuat Syi'ah dan Sunni menjadi terpecah. Berikut ini adalah perbedaan lain dalam masalah Syari'ah antara Syi'ah dan Sunni:
  1. Mengambil hadits dari Nabi Muhammad saw. dan para Ahlul Bait[1].
  2. Tidak mengambil hadits dan contoh yang diriwayatkan oleh Abu Bakar, Umar dan Usman (Mereka bertiga adalah khulafaur rasyidin sebelum Ali ra.)
  3. Memberikan status ma'shum (bebas dari kesalahan) kepada para Imam dan mengikuti contoh dan ajaran mereka. 

Doktrin utama

Dalam ajaran Syi'ah aliran Itsna Asyariyyah, terdapat 5 rukun islam, sama seperti Sunni, tapi mereka memiliki 5 rukun iman[2]. Berikut ini adalah keyakinan-keyakinan para pengikut Itsna Asyariyyah dalam dua hal yaitu Ushuluddin (prinsip keyakinan) dan Furu' ad-Din (prinsip keagamaan) :

Prinsip keimanan Itsna Asyariyyah

Seorang mullah sedang berada di sebuah Imamzadeh di Tabriz, Iran
Aliran Itsna Asyariyyah tidak membolehkan taklid (keyakinan yang buta), tapi setiap mereka yang sudah mukallaf harus mengetahui keyakinan yang sudah ditentukan:
  • Masalah ketauhidan: Para pengikut Itsna Asyariyyah meyakini bahwa Allah-lah pencipta, menciptakan Adam langsung dengan tangan-Nya, kemudian menghidupkannya, memberinya rizki dan mematikannya. Juga memberi manusia sakit dan ujian, semua atas kekuasaan-Nya (QS Yasin:82). Mereka juga percaya bahwa Allah Maha Kuasa, Allah Maha Esa, Allah tidak terlihat dan tidak tergambar secara lahiriah oleh manusia. Secara tauhid, mereka sama dengan umat Islam pada umumnya.[3] [4]
  • Masalah keadilan: Para pengikut Itsna Asyariyyah meyakini bahwa Allah tidak menganiaya satupun dari hamba-Nya, dan setiap hamba-Nya diberikan rizki sesuai yang dibutuhkannya.
  • Masalah kenabian: Para pengikut Itsna Asyariyyah meyakini bahwa rasul terakhir umat Islam adalah Rasulullah Muhammad saw. dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. adalah wajib, seperti yang tercantum di Al-Qur'an (QS Ali 'Imran:85)
  • Masalah imamah: Pengikut Syi'ah aliran Itsna Asyariyyah (Syiah Imamiyah) mempercayai bahwa ada sistem kepemimpinan yang disebut imamah yang berasal dari Nabi Muhammad. Imam sendiri bertugas untuk memimpin umat Islam dengan petunjuk dari Allah swt. Dan dalam prinsip ajaran Syi'ahma'shum (bebas dari dosa) dan jabatan Imam adalah langsung dari ilham yang didatangkan oleh Allah. Setiap Imam akan berwasiat kepada Imam selanjutnya. disebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan umat Islam tanpa pemimpin. Mereka mempercayai bahwa Imam
  • Masalah ganjaran: Bahwa Allah menghidupkan manusia untuk beramal. Mereka yang beramal baik akan diberikan ganjaran untuk masuk ke surga selamanya, sedangkan yang beramal buruk akan dimasukkan ke neraka selamanya.

Prinsip keagamaan Itsna Asyariyyah

Dalam masalah aspek keagamaan, kemungkinan para pengikut ajaran Syi'ah Itsna Asyariyyah melakukan taklid.
  • Dalam ibadah sholat, bahwa para pengikut Itsna Asyariyyah sebagai seorang muslim wajib untuk melaksanakan sholat lima kali sehari yang terdiri dari Subuh, Zuhur, Asar, Magrib dan Isya. Mereka juga mempercayai bahwa ada sholat yang dinamakan sholat lail (sholat malam) yang dilakukan pada sepertiga terakhir malam yang jumlahnya 8 rokaat.
  • Dalam masalah zakat, para pengikut Itsna Asyariyyah mempercayai bahwa zakat itu merupakan bagian dari rukun Islam dan wajib untuk dilaksanakan.
  • Dalam ibadah puasa, para pengikut Itsna Asyariyyah meyakini bahwa puasa adalah menahan lapar dan haus dan hal-hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga malam hari. Dalam hal ini, Syi'ah memperdebatkan masalah waktu buka puasa yang seharusnya dilakukan setelah petang hari, atau tepatnya saat mulai masuk malam hari, dimana langit merah sudah tidak terlihat lagi. Syi'ah berbuka puasa kira-kira setelah Sunni berbuka puasa, dan jarak antara waktu buka puasa Syi'ah dan Sunnipuasa ramadhan, puasa nazar dan puasa kafarat. Sedangkan puasa sunnah juga ada didalamnya, contoh puasa tanggal 9 Dzulhijjah dan puasa saat Hari Raya Ghadir Khum. sekitar 10-15 menit. Para pengikut Itsna Asyariyyah meyakini bahwa puasa fardu yang dilakukan oleh umat Islam adalah
  • Dalam ibadah haji, para pengikut Itsna Asyariyyah meyakini bahwa setiap muslim yang sudah baligh, berakal dan mampu sanggup dan wajib berhaji ataupun berumroh ke Ka'bah di Mekkah.
  • Dalam masalah harta rampasan perang, para pengikut Itsna Asyariyyah harus memberikan seperlima dari harta rampasan perang kepada enam golongan yaitu untuk Allah, Nabi Muhammad, keluarga Ahlul Bait, orang yatim, orang miskin dan mereka yang sedang dalam perjalanan fisabilillah.
  • Para pengikut Itsna Asyariyyah terkenal dengan keyakinan mereka tentang taqiyah. Taqiyah sendiri layaknya dispensasi dimana seseorang harus menyembunyikan imannya ketika mereka dipaksa untuk masuk agama lain dalam keadaan diancam keselamatan jiwanya, tapi mereka tetap beragama Islam dan mengimaninya di hati, tanpa harus terlihat secara fisik.
  • Para pengikut Itsna Asyariyyah juga wajib untuk menyebarkan hal yang baik dan mencegah hal yang buruk. Selain itu, mereka juga wajib mencintai para Ahlul Bait dan pengikutnya, hal ini disebut Tawalla.

Konsep Imam

Perayaan memperingati syahidnya Imam Husein ra. di Masjid Karbala
Imam Duabelas dalam Syi'ah Itsna Asyariyyah adalah penerus kepemimpinan Nabi Muhammad, baik dalam hal duniawi maupun samawi[5]. Menurut keyakinan Itsna Asyariyyah, para Imam penerus Nabi Muhammad ini adalah manusia yang ma'shum. Mereka bertugas tidak hanya memimpin umat mereka dengan keadilan, juga mereka menjaga dan menerjemahkan maksud dari Syariah dan makna tersembunyi dari al-Qur'an. Perkataan dan tindakan para Imam adalah petunjuk bagi umatnya, maka mereka haruslah ma'shum, bebas dari dosa dan mereka harus dipilih lewat nash, yaitu dengan persetujuan Allah swt[6][7] .
Dalam ajaran Syi'ah dipercayai bahwa Aql adalah petunjuk dari Allah swt. yang diberikan kepada Nabi-nabi termasuk kepada Imam untuk menafsirkan al-Qur'an dan memberi mereka Hikmah[8][9][5]. Walaupun para Imam tidak menerima wahyu dari Allah, mereka mempunyai hubungan yang dekat dengan Allah swt. Allah swt membimbing para Imam, lalu Imam membimbing para pengikutnya. Menurut para pengikut ajaran Itsna Asyariyyah, mereka mempercayai bahwa ada Imam pada setiap zaman, yang dipilih oleh Allah swt. dan para Imam memegang kendali atas umat Islam dalam hal keimanan dan hukum. Ali ra. adalah imam pertama dari Imam Duabelas, dan seterusnya ke bawah, adalah keturunan laki-laki dari Nabi Muhammad lewat pernikahan antara Ali ra. dengan Fatimah az-Zahra. Setiap imam memiliki anak yang kemudian menjadi Imam, kecuali Imam Husein yang merupakan saudara kandung dari Imam Hasan. Imam yang keduabelas dan terakhir dari Imam Duabelas adalah Imam Mahdi al-Muntazhar yang diyakini masih hidup dan sedang bersembunyi.

Hadits dalam Itsna Asyariyyah

  • Hadits dalam Syi'ah: dimana hadits adalah perkataan dan tindakan dari al-Ma'shum (Nabi Muhammad, ahlul bait dan Imam). Hadits ini akan diteliti dengan shahih atau dengan interview dengan sang perawi. Hadits ini akan melewati banyak perawi yang diantaranya adalah sahabat dari al-Ma'shum (Nabi Muhammad, ahlul bait dan Imam) dan sampai akhirnya akan tiba di al-Ma'shum tersebut (Nabi Muhammad, ahlul bait dan Imam)[43] .
  • Ilmu dariyah dalam Itsna Asyariyyah: yaitu ilmu untuk mencari gejala hadits dalam kondisi darurat dalam hal bagaimana matan dan sanad menyampaikan hadits[44].
  • Hadits dalam satu jalur: karena hadits merupakan hasil adaptasi untuk mempertahankan dan menyampaikan sebuah cerita atau perkataan dari al-Ma'shum (Nabi Muhammad, ahlul bait dan Imam), maka ada satu orang yang akan menyampaikan banyak hadist dalam satu jalur dan kemudian akan diteruskan ke setiap orang, seperti yang telah ditulis dan diikuti dalam ilmu Ushul Fiqih, bahwa kebenaran hadist dari al-Ma'shum (Nabi Muhammad, ahlul bait dan Imam) belum tentu benar adanya jika disampaikan dalam banyak jalur.
  • Ilmu rijal : Ilmu yang ditujukan untuk menguji ilmu dan keadaan para perawi saat menyampaikan hadits untuk mengetahui dan mengidentifikasi sebuah hadits sebagai shahih atau tidak shahih.[45]
  • Sifat perawi yang riwayatnya dan kualifikasinya diterima:
  1. Beragama Islam: Tidak akan diterima riwayat hadits dari perawi kafir, sebelum sang perawi kafir tersebut mengucapkan syahadat secara sungguh-sungguh.
  2. Mempunyai akal yang logis (tidak gila): Tidak diterima hadits yang disampaikan oleh orang gila
  3. Baligh (cukup umur untuk menyampaikan hadits): Tidak diterima hadits dari seorang anak kecil sebelum dia mumayyiz (dewasa)
  4. Beriman
  5. Adil: Sang perawi harus bisa mempertahankan haditsnya dalam kebenaran dan tidak berlebihan dalam meriwayatkan hadits.
Di dalam Syi'ah, ada 4 kitab hadits, yang terdiri dari:

Penulis Kitab Tahun lahir dan wafat Jumlah hadits Keterangan
Al-Kafi Hadits-hadits dalam kitab dikumpulkan oleh Syaikh Abu Ja'far Muhammad bin Ya'qub al-Kulaini ar-Razi. Ia adalah cendekiawan Islam yang sangat menguasai ilmu hadits. Wafat tahun 329 Hijriah Terdapat sekitar 16000 hadits yang berada dalam kitab al-Kafi, dan merupakan jumlah terbanyak yang berhasil dikumpulkan. Kitab Syi'ah yang terbaik
Man la yahdarul fiqh
Untuk orang yang tidak memperhatikan fiqih
Ditulis oleh Syaikh Abu Ja'far Muhammad bin Ali bin Husein Lahir tahun 305 Hijriah dan wafat tahun 381 Hijriah Terdapat sekitar 6000 hadits tentang Syariah
Tazhibul Ahkam Ditulis oleh Syaikh Abu Ja'far Muhammad bin Hasan al-Tusi Lahir di Khurasan tahun 385 Hijriah, dan wafat pada tahun 460 Hijriah Terdapat sekitar 13590 Hadits dalam kitab ini.
Al-Istibshar fima Ikhtilaf minal Akhbar Ditulis oleh Syakih Abu Ja'far Muhammad bin Hasan al-Tusi Lahir di Khurasan tahun 385 Hijriah, dan wafat pada tahun 460 Hijriah Terkumpul sekitar 5511 hadits dalam kitab ini.
Al-Majmu' Al-Kulani, al-Qami dan at-Tusi Wafat pada tahun 329-381-460 Total hadits sekitar 41101 hadits (kompilasi dari empat buku tersebut diatas)

Tempat suci dan bersejarah Itsna Asyariyyah

Setiap muslim, baik Sunni maupun Syi'ah, memiliki tempat-tempat suci. Diantara tempat suci tersebut adalah tiga masjid suci yaitu Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjidil Aqsa di Jerussalem. Selain tiga tempat tersebut, Syi'ah juga memiliki beberapa tempat suci yang kebanyakan diantaranya adalah makam-makam para Imam. Berikut tempat-tempat suci Syi'ah:

Daerah penyebaran

Fokus daerah penyebaran ajaran Syi'ah aliran Itsna Asyariyyah berada di Iran, Irak, Azerbaijan, dan Bahrain. Daerah-daerah ini merupakan penyumbang terbesar pengikut ajaran Syi'ah Itsna Asyariyyah. Daerah lain yang juga terdapat banyak pengikut Syi'ah Itsna Asyariyyah berada di wilayah Teluk Persia dan di Lebanon. Pengikut Syi'ah juga terdapat di Arab Saudi, yang notabene penduduk Arab Saudi beraliran Sunni Wahabi. Pengikut Syi'ah Itsna Asyariyyah di Arab Saudi terpusat di beberapa kota seperti Qatif, Madinah dan di Al-Hasa'. Selain itu, pengikut Syi'ah Itsna Asyariyyah juga dapat ditemui di Muskat, Oman dan di negara-negara yang terdapat di Asia Selatan.

Jumlah pengikut

Lokasi kerajaan Safawi, sebuah kerajaan dengan mayoritas penduduk Islam Syi'ah
Menurut Ensiklopedia Britannica, terdapat 60-80 juta (40 juta diantaranya adalah pengikut Syi'ah Itsna Asyariyyah) pengikut Syi'ah di seluruh dunia. Sedangkan menurut Ensiklopedia Kristen Internasional, diyakini bahwa jumlah pengikut Syi'ah adalah 135 juta di seluruh dunia.
Berikut ini adalah detil dari jumlah pengikut Syi'ah berdasarkan negara asal, menurut 2008 World Factbook:
  • Flag of Iran.svg Iran dengan jumlah sebanyak 58 juta pengikut Syi'ah
  • Flag of Iraq.svg Irak dengan jumlah sebanyak 17-18 pengikut Syi'ah.
  • Flag of Afghanistan.svg Afganistan dengan jumlah sebanyak 6 juta pengikut Syi'ah.
  • Flag of Azerbaijan.svg Azerbaijan dengan jumlah sebanyak 5 juta pengikut Syi'ah.
  • Flag of Kuwait.svg Kuwait dengan jumlah sebanyak 400 ribu pengikut Syi'ah.
  • Flag of Bahrain.svg Bahrain dengan jumlah sebanyak 400 ribu pengikut Syi'ah.
  • Flag of Lebanon.svg Lebanon dengan jumlah sebanyak 1.2 juta pengikut Syi'ah.
  • Flag of Saudi Arabia.svg Arab Saudi dengan jumlah sebanyak 1.5 sampai 2 juta pengikut Syi'ah.
  • Flag of Pakistan.svg Pakistan dengan jumlah sebanyak 33 juta pengikut Syi'ah.
  • Flag of India.svg India dengan jumlah sebanyak 30 juta pengikut Syi'ah.
  • Flag of Tajikistan.svg Tajikistan dengan jumlah sebanyak 306 ribu pengikut Syi'ah
  • Flag of Turkmenistan.svg Turkmenistan dengan jumlah sebanyak 185 ribu pengikut Syi'ah.
  • Flag of Uzbekistan.svg Uzbekistan dengan jumlah sebanyak 1.4 juta pengikut Syi'ah.
  • Flag of Kyrgyzstan.svg Kirgiztan dengan jumlah sebanyak 117 ribu pengikut Syi'ah.
  • Flag of Kazakhstan.svg Kazakhstan dengan jumlah sebanyak 355 ribu pengikut Syi'ah.
  • Flag of Russia.svg Rusia dengan jumlah sebanyak 1.2 juta pengikut Syi'ah.
Berdasarkan jumlah diatas, dapat dihitung dan totalnya mencapai 158 juta pengikut Syi'ah Itsna Asyariyyah dan Syi'ah Isma'iliyyah di seluruh dunia. Dengan adanya pengikut Syi'ah Isma'iliyyah yang hanya berkisar 35 juta di seluruh dunia, maka didapatkan bahwa pengikut Syi'ah Itsna Asyariyyah di seluruh dunia berjumlah 123 juta pengikut. Perkiraan terakhir bahwa pengikut Syi'ah berjumlah 170 juta orang di seluruh dunia.[46]


Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: