Kamis, Januari 07, 2010


KENYA-Gereja Katolik berencana akan melarang jilbab, dan akan memulangkan ratusan siswa Muslim pemakai jilbab selama belajar di lembaga-lembaga yang mereka operasikan dan sponsori. Gereja Katolik di Kenya merupakan sponsor berbagai lembaga publik dan swasta, terutama di pedesaan, yang memang tidak dapat diakses dengan mudah oleh beragam fasilitas publik.

Para orang tua Muslim di Kenya mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap rencana tersebut. "Agama bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng," kata Mustafa Salim, warga Kota Mombasa, kepada IslamOnline.net.

"Gereja Katolik telah mengambil arah penuh gejolak yang dapat mengganggu pendidikan anak-anak Muslim kami dan bahkan dapat membawa lebih banyak masalah."

Para pemimpin Muslim tak tinggal diam. Mereka telah menyusun langkah berani untuk memaksa gereja mencabut pernyataannya yang melarang jilbab. "Ini adalah masalah yang sangat serius dan dapat menjadi benturan antara Muslim dan Kristen di Kenya," ujar Syekh Sharif Katamy, seorang pejabat Dewan Agung Muslim Kenya (SUPKEM).

Kaum Muslimin Kenya juga mengancam akan memboikot bisnis-bisnis yang dioperasikan oleh gereja.

"Kami tengah memikirkan bagaimana cara melumpuhkan kegiatan gereja termasuk memboikot institusi bisnis yang dioperasikan sepenuhnya oleh gereja," imbuh Katamy.

Pemerintah berusaha menurunkan kontroversi yang memanas tersebut dengan meminta para pemimpin gereja membatalkan rencana pelarangan jilbab terhadap siswa Muslim. Namun pihak gereja meminta pemerintah menunggu hasil konsultasi dan dialog antara gereja dan negara. Terdapat hampir 10 juta Muslim di Kenya, dari total 36 juta populasi. Namun jumlah Muslim hampir 98 persen di provinsi Timur Laut.

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: