Jumat, Januari 08, 2010

Polisi Selidiki Layanan Ponsel Sedot Pulsa

- Surya- Pengamat: Bukan Penipuan, Hanya Titip Iklan. Polwiltabes Surabaya akan menyelidiki dugaan layanan gratis operator seluler yang dilaporkan merugikan pelanggan dan cenderung menyesatkan. Ini dilakukan setelah polisi menerima banyak keluhan warga yang yang disampaikan ke Komisi C DPRD Surabaya.
Kepala Sub Unit Harta Benda Reskrim Polwiltabes Surabaya Iptu M. Akhyar mengatakan, layanan itu sebenarnya gratis, tapi ternyata ada tarif tambahan. Kalau hasil penyelidikan mengarah ada unsur pidana, maka pihak operator bisa dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
“Apakah nanti akan menggunakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) saya belum bisa memastikan. Untuk sementara, kami akan memakai KUHP,” ujarnya.
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Sachirul Alim menjelaskan, layanan operator yang menginformasikan nilai pulsa itu ditumpangi promo, antara lain layanan game gratis dengan mengetik reg spasi game ke nomor tertentu.

“Setelah dikirim, langsung keluar lima SMS yang bunyinya ‘game gratismu buka http…. dan seterusnya. Setelah itu dapat lagi SMS yang bunyinya terima kasih game yang Anda ‘reguest’ telah selesai,” katanya.
Setelah dicek pulsa yang sebelumnya Rp 69.000 ternyata tinggal Rp 52.000 sehingga ada Rp17.000 yang diambil. “Bayangkan, jika pelanggan operator di Surabaya ini mencapai lebih dari 1 juta, kalau 10 persen dari 1 juta yang melakukan itu, berapa keuntungan yang diperoleh operator itu,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, salah satu pejabat operator itu menyatakan, pihaknya belum bisa berkomentar, karena belum belum dipanggil Polwiltabes Surabaya. “Kami belum bisa menjawab, karena dipanggil saja belum. Tapi, kalau nanti diminta berupa data, pendapat dan kronologis, ya, kami siapkan,” katanya.
Menurut pejabat itu, pihaknya tidak pernah berniat membohongi publik.

Kalau ada masyarakat yang komplain, sudah disediakan saluran pelayanan dan pengaduan. Mengenai ganti rugi yang diminta anggota dewan ke pelanggan, dia tidak bisa sembarangan memutuskannya. “Kami akan cek dulu berapa pelanggan yang mengeluhkan layanan itu,” katanya.
Terpisah, Pengamat Telekomunikasi Heri SW mengatakan, tidak ada unsur penipuan dalam layanan operator itu. Layanan ini benar-benar gratis hanya menginformasikan sisa pulsa dan masa aktif. Yang menjadi masalah adanya layanan lain yang meminta pelanggan menuliskan reg spasi (jenis layanan) kirim ke empat digit nomor di belakang keterangan sisa pulsa dan masa aktif.
Jika layanan empat digit nomor ini diikuti, maka pulsa akan berkurang. Tapi, kalau berhenti dan tidak mengetik reg spasi layanan ya sisanya tetap. “Istilahnya ini kan titipan iklan di balik nomor yang diketik. Jadi, kalau diikuti ya pulsa berkurang, tapi kalau tidak ya tetap. Jadi, saya kira bukan penipuan,” kata Heri yang juga kolumnis di berbagai media.
Karena hal ini sudah meresahkan masyarakat, Heri berharap pihak operator segera menghapus iklan itu ,karena banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya. Setelah itu, pihak operator bisa mengedukasi konsumen melalui jalur distribusi yang intinya jika layanan empat digit nomor itu bisa menyerap pulsa. “Jadi, masalahnya di sini pada masalah edukasi. Harus segera dilakukan,” ujar Heri SH. ant/uus

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: