Senin, Januari 04, 2010

Teleskop Tangkap Cahaya dari Planet Asing

Cahaya dari planet-planet asing di luar tata surya kita telah terlihat secara langsung untuk pertama kalinya. Cahaya dua planet yang dimaksud itu tampak dalam panjang gelombang infra merah, suatu pancaran panas yang sesungguhnya tidak bisa dilihat mata manusia.
Dua planet gas raksasa yang masing-masing mengelilingi sebuah bintang ditemukan pertama kali menggunakan teknik pengamatan goyangan gravitasi planet yang mempengaruhi cahaya bintang induknya - suatu metode pengamatan tak langsung. Keduanya berukuran sebesar Jupiter dan bersuhu panas karena mengorbit bintang induknya pada jarak amat dekat. Masing-masing mengelilingi bintang induknya hanya dalam waktu empat hari. Artinya ’satu tahun’ mereka sama dengan empat hari Bumi.
"Sungguh suatu hal yang menakjubkan bahwa kita akhirnya bisa melihat cahaya dari planet asing," kata David Charbonneau, seorang peneliti Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA), yang memimpin penelitian TrES-1, sebuah planet sebesar Jupiter yang ditemukan tahun lalu.
Adapun cahaya planet-planet ini baru terlihat langsung setelah para astronom menggunakan teleskop ruang angkasa Spitzer yang bisa melihat cahaya infra merah. Dengan Spitzer, mereka bisa mengukur temperatur, atmosfer, dan pancaran panas dari planet. Pengukuran angin di suatu planet bahkan bisa diketahui memakai teleskop milik NASA ini.
TrES-1 dan bintang induknya berjarak sekitar 500 tahun cahaya dari Bumi. Sedangkan planet satunya, disebut HD 209458b, berukuran sedikit lebih besar dibanding Jupiter, dan jaraknya sekitar 150 tahun cahaya dari Bumi pada arah gugusan Pegasus. Satu tahun cahaya adalah jarak yang bisa ditempuh cahaya dalam setahun atau sekitar 9.600 miliar kilometer.
Masing-masing planet itu berada satu garis dengan bintang induknya bila dilihat dari Bumi, sehingga ada kalanya planet tampak melintas di depan bintang induk, dan kala lain ia berada di belakang bintang. Dengan membandingkan pancaran infra merah total (bintang dengan planetnya) dibanding dengan pancaran infra merah saat planet berada di balik bintang, para ilmuwan bisa menentukan pancaran planetnya sendiri.
Dari hasil pengamatan menggunakan Spitzer, para astronom sepakat kedua planet memiliki suhu sekitar 727 derajat Celcius dan memiliki orbit bulat.
Khusus mengenai HD 209458b, para ilmuwan mengatakan pernah mendeteksi adanya oksigen dan beberapa gas lain di atmosfernya. Namun ia terlalu panas dan terlalu dekat dengan bintang induknya sehingga dengan segera kehilangan atmosfer, begitu penelitian lain menyebutkan.
Nah, dengan keberhasilan menangkap cahaya infra merah planet-planet asing ini, para ilmuwan berharap bisa mengungkap lebih jauh rahasia-rahasia yang tersimpan di dalamnya.
Saat ini ada sekitar 140 buah planet asing di luar tata surya kita yang diketahui. Hampir semuanya dideteksi karena gangguan cahaya terhadap bintang induknya saat planet melintas. Dengan kemajuan di bidang teleskop, para astronom berharap bisa mempelajari mereka secara langsung dan lebih detail, walau hal ini sepertinya belum akan terwujud dalam beberapa tahun mendatang.

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: