Minggu, Februari 14, 2010


Tidak berlebihan rasanya jika kita menyebut batik sebagai kekayaan budaya Indonesia yang paling berharga. Batik bukan sekedar karya seni bernilai tinggi, juga bukan hanya sehelai kain bermotif yang dijadikan baju. Batik memiliki sejuta makna yang menjadi gambaran identitas bangsa.

"Batik sangat mencerminkan kebudayaan Indonesia. Makna pada batik menjadikan kita punya identitas tersendiri"

Ya, makna pada motif batik yang menjadikan salah satu kekayaan negeri kita ini menjadi sangat istimewa. Sedikitnya ada lebih dari 3500 motif batik warisan leluhur dengan sejuta arti, nilai filosofis dan pengharapan di dalamnya.

Sehelai kain batik dapat mengungkapkan status sosial, lingkungan mana berasal, sejarah budaya dan untuk kesempatan apa digunakan.

Misalnya Parang, salah satu motif batik yang populer. Ada berbagai jenis motif parang yang memiliki arti berbeda. Parang Barong merupakan parang yang paling besar dan agung yang hanya boleh digunakan untuk Raja.

Ada juga Parang Rusak yang biasa digunakan prajurit setelah perang, untuk memberitahu Raja bahwa mereka telah memenangkan peperangan.

Parang sendiri merupakan simbol dari ombak samudera, menggambarkan semangat dan energi yang tiada henti. Dulu, motif ini hanya boleh untuk kasta prajurit dan adipati  ke atas.

Beras Kecer
adalah motif yang cukup terkenal di Solo, bentuknya berupa butiran-butiran menyerupai beras yang tersebar. Beras Kecer bermakna pengharapan untuk kemakmuran dan rejeki yang melimpah.

Motif batik banyak menggambarkan simbol-simbol pertanian dan kegiatan keseharian pembatiknya. Misalnya untuk pembatik yang hidup di pedesaan, motifnya akan banyak bergambar tumbuhan, kupu-kupu, burung, alas alasan, kopi pecah, jaring, usus keli, dan sebagainya.

Selain simbol pertanian, batik juga digunakan sebagai pernyataan niat seseorang. Seperti motif Madu Bronto, menyimbolkan seseorang yang sedang kasmaran. "Madu Bronto dulu dikenakan pria yang mau kencan atau bertandang ke tempat pacarnya. Jadi ketika orangtua si perempuan melihat bajunya, mereka langsung tahu tujuan kedatangan pria tersebut"

Motif ini juga sering dikenakan saat acara lamaran, atau pada sarasehan calon mempelai pria. Madu berarti manis, sedangkan bronto berarti tarung. Jika digabungkan mengandung arti bertarung dalam manis. Gambarnya sendiri menyerupai peniti yang tersusun kotak-kotak dan memanjang.

Simbol lain yang cukup terkenal adalah Semen Gunung yang merupakan simbol dari bangunan. Terdapat gambar gapura, gunung dan lar (motif garuda atau visualisasi sayap).

Tak akan pernah habis rasanya jika kita ingin mengulas makna batik satu persatu. Namun, mengetahui arti dan nilai filosofis dari batik, setidaknya untuk batik yang akan kita kenakan adalah sebuah tindakan yang bijaksana.

"Diharapkan, masyarakat tidak hanya membeli, tapi mengerti makna dan sejarah batik yang mereka pakai. Dengan begitu, kita akan lebih mencintai budaya sendiri. Jadi punya dasar untuk membentengi budaya kita jika ada sesuatu, seperti klaim negara tetangga yang cukup membuat heboh."

"Kita bisa mempelajari, batik ternyata tidak tercipta begitu saja tapi melalui proses,memang ini budaya batik"

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: