Kamis, Desember 10, 2009


Geliat Ilmu Dakwah Ilmu dakwah berkembang tidak hanya sekadar ceramah dan tabligh, namun juga dalam bentuk healing dan konseling.


Secara bahasa dai dapat dikatakan sebagai orang yang menyampaikan dakwah. Memang tidak ada data yang menyebutkan berapa jumlah dai di Indonesia. Namun tampaknya kebutuhan tenaga dai seakan tidak pernah habis. Contoh saja saat bulan ramadhan. Semua stasiun televisi pasti menampilkan penceramah agama untuk memberikan tuntunan. Fungsinya yang selalu dibutuhkan ternyata belum dapat menarik orang untuk belajar menjadi dai. Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof Dr Armai Arief, MA mengatakan, minat masyarakat untuk masuk ke jurusan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (Dakwah) masih kurang. ''Jumlahnya rata-rata memang stabil. Namun jumlahnya tidak banyak,'' ujar Armai.Kurangnya minat masyarakat terhadap jurusan ini antara lain karena pemahaman masyarakat yang kurang tepat terhadap jurusan ini. Ia mengatakan, masyarakat menganggap jika masuk ke jurusan ini maka akan menjadi dai yang berceramah dari satu masjid ke masjid lain. Padahal tidak seperti itu. Di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UMJ, mahasiswa diajarkan untuk menjadi juru dakwah yang berwawasan luas dan memiliki kemampuan mengembangkan pola dakwah yang profesional. Serta memiliki kemampuan menulis, berkomunikasi dan memiliki kemampuan manajemen yang baik.Melalui jurusan ini, tambah Armai, mahasiswa akan diajarkan cara-cara baru dalam menyiarkan dakwah. Yaitu berdakwah dengan menggunakan media komunikasi moderen. Karena, dakwah dalam jurusan ini diberikan secara terintegrasi dengan ilmu komunikasi. Jadi, mahasiswa diajarkan mengenai...

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: