Rabu, Desember 30, 2009

Jepang Akui Perjanjian Rahasia Nuklir

Jepang Akui Perjanjian Rahasia Nuklir
Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama. (REUTERS/Kyodo)

Tokyo (ANTARA News) – Satu tim pemerintah Jepang telah menemukan dokumen-dokumen mengenai tuduhan perjanjian rahasia dengan Amerika Serikat untuk pengangkutan senjata nuklir melalui wilayahnya, setelah berpuluh tahun secara resmi dibantah, kata laporan-laporan, Minggu, seperti diberitakan AFP.
Pemerintah kiri-tengah Perdana Menteri Yukio Hatoyama melancarkan penyelidikan berkaitan tuduhan pakta nuklir itu, dan perjanjian rahasia lain dengan AS beberapa hari setelah mengambil-alih pemerintahan, September lalu.
Tim penyelidik melaporkan kepada Menteri Luar Negeri Katsuya Okada Jumat, bahwa pihaknya telah menemukan beberapa dokumen berkaitan dengan pakta, di antara ribuan fail di kementerian luar negeri, kata surat kabar Mainichi Shimbun dan Yomiuri Shimbun dalam laporannya, mengutip sumber kemlu yang tak disebut namanya.
“Menteri luar negeri mengakui adanya `perjanjian rahasia nuklir`” tulis berita utama Mainichi Shimbun. Sedangkan Yomiuri menggemakan: “Pandangan pemerintah tampaknya akan berubah – `Pakta rahasia nuklir`.
Keberadaan perjanjian itu telah dibantah selama berpuluh tahun oleh pemerintah konservatif sebelumnya, bahkan meskipun dokumen-dokumen AS dideklasifikasi bulan lalu.
Dokumen-dokumen itu menunjukkan para pejabat AS percaya mereka punya perjanjian saling pengertian dengan Jepang, ketika negara-negara sekutu menandatangani perjanjian keamanan baru pada tahun 1960.
“Masalah hitam atau putih ini akan menjadi jelas pada Januari depan. Kami akan membongkar beban pemerintah-pemerintah sebelumnya yang menegaskan, tidak ada perjanjian rahasia,” kata Okada Sabtu, seperti yang dilaporkan surat kabar.
Okada akan membentuk satu komisi pakar untuk mengkaji dokumen-dokumen tersebut sebelum pemerintah mengumumkan keputusan akhir Januari depan, apakah ada perjanjian rahasia itu, kata mereka.
Jepang adalah satu-satunya negara yang menderita serangan bom nuklir, dan yang berkampanye bagi penghapusan senjata perusak massal di seluruh dunia.
Jepang juga menganut kebijakan tidak memiliki, memproduksi atau mengizinkan senjata nuklir di wilayah kedaulatannya sejak 1967.
Tim pemeriksa diyakini telah menemukan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan catatan diskusi-diskusi pada 1960, ketika Jepang dan AS menandatangani perjanjian keamanan baru, kata laporan suratkabar itu.
Memo rahasia Departemen Luar Negeri AS pada 1960 untuk Christian Herter, yang kemudian menjadi menlu, mengatakan, Washington telah berkonsultasi dengan Jepang mengenai `pengenalan persenjataan nuklir.`
Namun memo itu mengatakan, bahwa AS, yang menempatkan tentaranya di Jepang sejak negara itu kalah dalam Perang Dunia II, bisa menggunakan bumi Jepang `bila diperlukan` pada saat-saat darurat, jika komunis Korea Utara tetangganya melancarkan serangan.
Pada 1991, presiden AS George Bush mengumumkan bahwa kapal-kapal perang AS dalam waktu dekat akan mengangkut senjata-senjata atom taktis, dan membuat suatu perjanjian dengan Jepang untuk mengizinkan kapal-kapal bersenjata nuklir AS mengunjungi wilayah itu.
Tim Jepang juga memeriksa pakta-pakta yang dituduhkan lainnya berkaitan dengan rencana terhadap semenanjung Korea, mengizinkan senjata nuklir di bumi Jepang pada saat darurat, dan satu perjanjian agar Jepang membiayai pengembalian pulau selatan Okinawa ke Jepang pada 1972, setelah diduduki militer AS.
AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, menewaskan lebih dari 210.000 orang, yang menghentikan Perang Dunia II.(*)

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: