Jumat, Desember 25, 2009

mengubah sampah menjadi bahan ethanol


Perusahaan Coskata telah membuka sebuah pabrik ethanol yang "semi-komersial" yang dioperasikan menggunakan teknologi yang mereka kembangkan. Perusahaan Coskata terletak di Warrenville, Illinois – AS, telah mengembangkan suatu proses untuk mengkonversi berbagai bahan, termasuk serpihan kayu dan sampah, untuk dijadikan ethanol. Rancangan teknologi ini sudah makin mendekati tahap komersial.

Sebagai awal, Coskata telah mengoperasikan pabrik ethanol yang memiliki kapasitas produksi sepuluh ribu gallon per tahun. Kapasitas produksi seperti itu masih jauh dari ukuran kapasitas yang harus dimiliki oleh pabrik komersial yang biasanya memiliki kapasitas produksi diatas 20 juta galon per tahun, kata Wesley Bolson, kepala pemasaran Coskata. Tapi kapasitas komersial seperti itu bisa dicapai dengan menggunakan teknologi yang sama yang sekarang mereka miliki. Sebagai contoh, mereka akan menggunakan bioreaktor dimana mikroorganisme akan memproduksi ethanol konsentrasi rendah seperti pada pabrik berkapasitas komersial, hanya saja jumlahnya lebih sedikit. Coskata telah bekerjasama dengan General Motor dengan harapan bisa pengembangan pada peralatan yang sudah dirancang bisa dibuat hingga pada skala kapasitas produksi komersial sejumlah 55 juta galon per tahun.

Coskata merupakan salah satu dari beberapa perusahaan yang mengembangkan proses cellulosic ethanol dari bahan serpihan kayu dan bahan-bahan cellulosic lainnya yang bisa diproduksi menjadi ethanol seperti produk serupa yang terbuat dari bahan jagung. Mulai tahun depan US Federal Renewable Fuels Standard membutuhkan 100 juta galon cellulosic ethanol. Kebutuhan tersebut akan terus meningkat hingga pada angka 16 milyar galon pada tahun 2022. Tapi sejauh ini belum pernah dibangun pabrik cellulosic ethanol yang dikabarkan karena sulitnya untuk mendapatkan pendanaan modal, seperti yang dilaporkan oleh Biotechnology Industry Organization (BIO). BIO memperkirakan pada tahun depan sekitar 7 juta gallon cellulosic ethanol akan diproduksi oleh pabrik yang dioperasikan perusahaan Coskata tersebut. Pabrik-pabrik cellulosic ethanol dengan kapasitas produksi komersial, termasuk pabrik milik Coskata itu, diharapkan sudah beroperasi pada tahun 2012. Pada masa itu kebutuhan bahan bakar dari cellulosic ethanol sudah mencapai angka 500 juta galon.

Pabrik berkapasitas semi komersial milik Coskata menggunakan tiga bioreaktor yang terdiri dari satu unit bioreaktor yang menggunakan membran strawlike untuk menghasilkan gas dan dua unit bioreaktor konvensional. Proses yang terjadi pada pabrik tersebut memperlihatkan dua gasifiers dan dua metode untuk mengkonsentrasi ethanol, yaitu dengan cara penyulingan konvensional dan proses berbasis membran yang hemat energi.

Coskata akan mendapatkan lisensi dari beberapa kombinasi teknologi untuk membangun sebuah pabrik komersial, kata Bolson. Pabrik dengan lisensi teknologi tersebut akan tetap berpijak pada konsep awal guna persiapan pembangunan pabrik berkapasitas komersial. Langkah Coskata ini termasuk tidak konvensional karena biasanya perusahaan-perusahaan lain langsung membangun pabrik cellulosic ethanol yang memiliki kapasitas produksi hingga dua juta gallon.

Seorang peneliti dari National Renewable Energy Laboratory, di Golden, CO, Andy Aden, mengatakan bahwa salah satu kendala utama dengan teknologi yang dimiliki Coskata adalah membuat gas syntetis yang tidak mudah larut untuk kebutuhan bakteri. Pertanyaan pentingnya adalah, untuk mendapatkan skala produksi komersial, pilihan mana yang lebih praktis dan murah, bioreaktor berbasis membran atau bioreaktor konvensional.




Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: