Kamis, Januari 07, 2010


Menentang Penutupan Masjid  

AZERBAIJAN-Penutupan beberapa masjid di Azerbaijan selang beberapa bulan setelah undang-undang baru yang memantau dan mengontrol para imam disahkan, menuai protes.

"Mereka menutup masjid kami beberapa saat setelah undang-undang baru disahkan. Itu yang membuat kami marah. Mengapa mereka melakukannya?" kata Vidady Abasov, seorang muazin di Masjid Sunni Akhli di kota Ganca, kepada BBC News Online.

Pemerintah berkilah bahwa masjid ditutup untuk renovasi, namun klaim ini dibantah oleh Abasov.

"Faktanya adalah mereka tidak menyukai kami karena kami telah menghabiskan banyak waktu di luar negeri," lanjut Abasov.

"Mereka pikir kami terlalu radikal."

Penutupan masjid pada bulan September lalu terjadi dua bulan setelah parlemen mengesahkan undang-undang yang melarang siapa pun yang menerima pendidikan di luar negeri menjadi imam. Di bawah undang-undang baru tersebut, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk memantau dan mengontrol para imam dan ulama.

Undang-undang baru itu menetapkan setiap orang yang menjadi imam harus mendapatkan persetujuan negara. "Kita dihadapkan dengan masalah radikalisme yang terus berlanjut," kata Hidayat Orujov, Menteri Urusan Agama. "Orang-orang tidak ingin kita menjadi Chechnya, Dagestan atau Ingushetia lain." (Chairul Akhmad)

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: