Jumat, Februari 05, 2010

PENGERTIAN DAKWAH SECARA FILOSOFIS

Pada dasarnya, dakwah dapat dipandang sebagai sebuah realitas, dakwah dapat dikaji dan dijelaskan melalui berbagai perspektif, seperti sosiologi, antropologi, sejarah. Politik, dan tentu saja filsafat. Ketika dakwah didekati dari sudut filsafat, maka akan segera muncul pertanyaan-pertanyaan mendasar yang harus segera dijawab. Misalnya, apakah dakwah itu? Apakah tujuan dakwah itu? Apakah dakwah diperlukan bagi kehidupan manusia? Mengapa manusia memerlukan dakwah? Apa akibatnya kalau tidak ada dakwah?
Pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan problem ontologis dakwah yang harus dijelaskan oleh filsafat dakwah. Karena ia mengkaji problem ontologis dengan sendirinya filsafat dakwah akan berurusan dengan pertanyaan apa yang diketahui atau esensi yang hendak dikaji atau suatu pengkajian teori-teori untuk mengetahui yang terdalam tentang sesuatu atau apa kenyataan (realitas) dari sesuatu itu.
Dakwah adalah terma yang terambil dari Al-Qur'an. Ada banyak ayat yang diantara kata-katanya sama dengan akar kata dakwah, yaitu dal, ain, wawu. Menurut hasil penelitian, Al-Qur'an menyebutkan kata da'wah dan derivasinya sebanyak 198 kali, tersebar dalam 55 surat dan bertempat dalam 176 ayat. Ayat-ayat tersebut sebagian besar (sebanyak 141) turun di Makkah, 30 ayat turun di Madinah dan 5 ayat dipertentangkan antara Makkah dan Madinah sebagai tempat turunnya, karena ada perbedaan tentang tempat turunnya Surat al-Hajj (QS 22), Yakni surat yang memuat kelima ayat tersebut.
Filsafat dakwah berdasarkan makna filsafat sebagai kegiatan berpikir sesuai hukum berpikir, dapat dirumuskan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari secara kritis tentang dan mendalam tentang dakwah dan respons terhadap dakwah yang dilakukan para da'i, sehingga orang yang didakwahi dapat menjadi manusia yang beriman serta berakhlak mulia. Pada prateknya, filsafat dakwah akan mempelajari secara kritis dan mendalam mengapa ajaran Islam perlu dikomunikasikan, disosialisasikan,, diinternalisasikan dan diamalkan? Mengapa keyakinan manusia perlu diluruskan? Mengapa pikiran manusia perlu dimerdekan dari anasir-anasir irasional? Mengapa jiwa manusia perlu dibersihkan dari hawa nafsu yang buruk? Mengapa nilai-nilai kemanusiaan perlu ditumbuhkembangkan. Inilah sederatan pertanyaan mendasar yang harus dijawab secara tuntas oleh filasaf dakwah.
Dan adapun pengertian dakwah menurut seorang pakar secara istilah diantaranya:
a. Dakwah adalah usaha yang mengarah untuk memperbaiki suasana kehidupan yang lebih baik dan layak sesuai dengan kehendak dan tuntunan kebenaran.
b. Dakwah adalah usaha membuka konfrontasi keyakinan di tengah manusia, membuka kemungkinan bagi kemanusiaan untuk menetapkan pilihannya sendiri.
c. Dakwah islam adalah dakwah kepada setandar nilai-nilai kemanusiaan dalam tingkah laku pribadi-pribadi didalam ubungan antar manusia dan sikap prilaku antar manusia.
d. Dakwah adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada benar yang benar sesuai dengan perintah tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
e. Dakwah merupakan suatu peruses usaha untuk mengajak agar orang berimamn kepada Allah, percaya dan mentaati apa yang telah diberitakan oleh rosul serta mengajak agar dalam menyembah kepada Allah seakan-akan melihatnya.
f. Dakwah adalah usaha mengubah situasi kepada yang lebih baik dan sempurna, baik kepada indivu maupun masyarakat.
g. Dakwah adalah gerakan untuk merealisasikan undang-undang (ihya al-Nidaham) Allah yang telah menurunkan kepada nabi Muhammad SAW.
h. Dakwah adalah mendorong (memotivasi) untuk manusia agar melaksanakan kebaikan dan mengikuti peeeetunjuk serta memerintah perbutan makruf dan memcegah dari perbuatan mungkar supaya mereka memperoleh kebahagiaan dunia dan akherat.
i. Dakwah adalah setiap usaha atau aktivitas dengan lisan atau lisan dan lainnya, yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainnya untuk beriman dan mentaati Allah SWT, sesuai dengan garis-garis aqidah dan syariat-syariat serta akhlak islamiyah.
Berbicara tentang hakikat, tentu kita membicaran sesuatu secara mandasar . Seorang penyanyi dangdut yang dengan lenggak-lenggok erotis di atas panggung menyanyikan lagu ajakn berbakti kepada Tuhan, adakah ia seorang da’i? Tentu saja penyanyi itu menyanyikan lagu dakwah, akan tetapi pada hakikatnya ia tidak sedang berdakwah. Dakwah tidak hanya kata-kata yang keluar dari mulut seorang da’i, melainkan hadir dari dalam jiwa seorang da’i. Maraknya kegiatan dakwah dewasa ini boleh jadi malah kontra dakwah karena secara hakikat ia telah keluar dari dakwah.
Sebagai suatu istilah, dakwah merupakan konsep khas Islam yang mengandung pengertian menyeru kepada hal yang positif, yaitu positif menurut nilai dan norma agama Islam. Secara umum, makna pokok yang menjadi “benang merah” dari pengertian dakwah yang berbeda-beda terletak pada tiga hal :
1. Amar ma’ruf nahi mungkar. Seluruh kegiatan dakwah pada dasarnya bertujuan untuk merealisasikan kebaikan (al-khoir) dan mengeliminasi segala hal yang menyebabkan orang semakin jauh dari jalan Tuhan Allah SWT.
2. Ishlah. Makna ishlah dari dakwah ini nampak kuat pada upaya dakwah untuk meningkatkan kualitas kebaikan dan menurunkan kadar keburukan di dalam masyarakat. Dalam makna ini dakwah dipahami sebagai segala upaya yang bertujuan untuk merubah kondisi negatif ke kondisi yang positif atau untuk memperbaharui dalam makna meningkatkan kondisi yang positif ke kondisi yang lebih positif lagi.
3. Dengan demikian dakwah pada dasarnya adalah bersifat taghyir (pengubah) dari realitas sosial yang tidak/belum ilahiyah menjadi berkondisi atau berwatak ilahiyah.
Hakikat dakwah bisa dilihat dari pribadi seorang da’i, bisa juga dari makna yang dipersepsi oleh masyarakat sebagai objek dakwah.
Hakikat dakwah :
- Dakwah sebagai tabligh
Dakwah sebagai tabligh wujudnya adalah mubaligh menyampaikan materi dakwah (ceramah) kepada masyarakat. Materi dakwah bisa berupa keterangan, informasi, ajakan, seruan, atau gagasan. Seorang mubaligh harus menjadi subjek dakwah yang sesungguhnya. Ia harus mampu melakukan kegiatan tablighnya dengan program yang tersusun rapih. Tidak melakukan tablighnya hanya menunggu undangan.
- Dakwah sebagai ajakan
Harus jelas tujuan dalam berdakwah, sehingga mad’u akan mengikuti ajakan da’i jika tujuannya menarik.
- Dakwah sebagai pekerjaan menanam
Berdakwah merupakan mendidik manusia agar mereka mampu melakukan segala hal sesuai dengan nilai-nilai islam. Mendidik merupakan menanamkan nilai-nilai ke dalam jiwa manusia.
- Dakwah merupakan pekerjaan menbangun
Sebagaimana sejarah telah membuktikan, dakwah islam telah mampu membangumn peradaban yang maju di segala bidang. Dengan nilai-nilai islam yang terus-menerus diinternalisasikan kedalam pribadi, keluarga, masyarakat, negara bahkan dunia msks akan terbangun kehidupan yang bermakna. Membangun bisa dalam arti membuat bangunan baru, atau juga mengganti bangunan yang telah ada yang membutuhkan energi yang lebih besar, karena terlebih dahulu harus membongkar bangunan yang telah ada. Dalam membangun diperlukan konsep, tenaga ahli dan bahan yang terbaik agar terciptanya bangunan yang baik, kuat dan tahan lama.

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar:

Bookmark and Share