Jumat, April 30, 2010

Rerata Nilai UN SMA/MA 2010 Naik.

m nuh mendiknas
m nuh mendiknas
Rerata nilai kelulusan Ujian Nasional  (UN) SMA/MA 2010 mengalami kenaikan dari 7,25 pada tahun 2009 menjadi  7,29. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas)  Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pendidikan  Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Jumat (23/4/2010).

“Kalau dibandingkan reratanya antara tahun 2009 dan 2010 ada  peningkatan, ” kata Mendiknas yang didampingi Wakil Mendiknas Fasli  Jalal dan sejumlah pejabat eselon I dan II Kemdiknas.

Berdasarkan data sementara Kemdiknas, rerata nilai UN SMA negeri 7,43,  sedangkan SMA swasta 7,17. Sementara rerata nilai UN MA negeri 7,25, dan MA swasta 6,96.  “Insya Allah hari Senin (hasil UN) akan disampaikan ke masyarakat di masing-masing sekolah,” kata Mendiknas.

Lebih lanjut Mendiknas menyampaikan, dari total peserta UN SMA/MA 2010 sebanyak 1.522.162 siswa terdapat 154.079 (10,12%) siswa yang mengulang. Sementara jumlah siswa yang tidak mengulang 1.368.083 (89,88%) siswa.

Mendiknas menyampaikan, berikut berturut-turut jumlah siswa yang  mengulang mulai dari satu sampai dengan enam mata pelajaran, yakni  sebanyak 99.433 siswa (64,5%), 25.277 (16,4%), 10.034 (6,5%), 4.878 (3,2%), 2.548 (1,7%), dan 930 (0,6%). Selain itu, kata Mendiknas, terdapat 10.979 (7,1%) siswa yang mengulang karena rerata nilainya di bawah 5,5. “Mudah-mudahan nanti setelah mengulang bisa (lulus) 96 persen,” katanya.

Mendiknas menyebutkan, jumlah siswa yang mengulang untuk tingkat provinsi diantaranya Provinsi Jakarta dari 59.697 peserta mengulang  sebanyak 5.426 atau 9,09 persen dan Provinsi Jawa Barat (2,83%).

Di Depok.

Sebanyak 1.321 siswa dari total 13.180 peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dinyatakan tidak lulus. “Siswa yang gagal dalam mengikuti UN tersebut, diwajibkan untuk mengikuti UN ulangan yang akan dilaksanakan 10 hingga 14 Mei 2010,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Depok, Farah Mulyati, di Depok, Minggu (25/4).

Ia mengatakan tingkat kelulusan di kota Depok secara total menurun sekitar 4 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, pesentase kelulusan untuk SMA di Kota Depok mencapai 99,12 persen, dan saat ini mencapai 95,49 persen.

“Sejumlah siswa yang tidak lulus mengeluhkan sulitnya soal paket B,” katanya.

Farah mengatakan pengumuman resmi akan disampaikan sekolah masing-masing pada Senin (26/4) mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Mekanismenya terserah sekolah, apakah diumumkan langsung, melalui intenet, pos, atau SMS.

Lebih lanjut ia mengatakan siswa tersebut sebenarnya bukan tidak lulus tapi harus mengulang atau her UN. “UN merupakan satu dari empat komponen kelulusan. Jadi tidak secara otomatis, yang lulus UN, lulus sekolah, harus memenuhi empat kompenen tersebut,” imbuh Farah.

Sehingga diharapkan, para siswa yang sebelumnya tidak lulus dalam UN utama dan susulan dapat lulus pada UN ulangan.

Mendiknas memberikan catatan khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Tahun lalu cukup bagus sekitar 93 persen (tidak  mengulang), tetapi sekarang yang mengulang 23,70 persen dan 77 persen  tidak mengulang. Ini daerah Jawa yang paling besar yang mengulang dari sisi persentase,” katanya.

Beberapa provinsi lain yang persentase mengulangnya besar, papar  Mendiknas, yakni Kalimantan Tengah (39,29%), Kalimantan Timur (30,53%), Sulawesi Tenggara (35,89%), NTT (52,08%), Maluku Utara (41,16%), dan Gorontalo (46,22%).

Mendiknas mengatakan, berdasarkan analisis internal yang dilakukan, salah satu faktor penyebab turunnya ‘kelulusan’ adalah karena pengawasan  yang lebih ketat. “Tetapi jangan diterjemahkan kalau dulu tidak diawasi. Pengawasan sekarang memang lebih ketat,” katanya.

Di Provinsi Gorontalo.

Mendiknas mencontohkan, yang paling menonjol siswa yang mengulang adalah Provinsi Gorontalo. Mendiknas menyebutkan, pada 2009 kelulusan siswa  SMA/MA mencapai 96,54 persen, tetapi sekarang turun menjadi 53,53 persen. “Kepala dinas (Gorontalo) menyampaikan pada saat teken kontrak pakta kejujuran bertekad  mementingkan kejujuran. Tetapi sekali lagi jangan diterjemahkan yang lulusnya 93 persen ke atas tidak jujur karena memang tidak ada bukti tidak jujur itu,” katanya.

Mendiknas juga telah menyampaikan kepada kepala dinas untuk menginstruksikan kepada sekolah agar memberikan remediasi, pengayaan, dan pelatihan bagi siswa-siswa untuk mata pelajaran yang harus

mengulang. Ujian Ulangan dijadwalkan pada 10-14 Mei 2010.

Di Bali.

Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA/SMK di Bali tahun 2010 mencapai 1.093 siswa. Jumlah ini melonjak tajam dibanding tahun 2009 hanya sebanyak 66 siswa. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi Bali I Wayan Suasta di kantornya, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Minggu (25/4/2010).
“Tingkat kelulusan tahun ini memang turun. Meskipun turun ini membuktikan tingkat kejujuran siswa itu tinggi,” kata Suasta.
Disebutkan, tingkat kelulusan siswa SMA tahun 2009 mencapai 99,62 persen atau dari 26.775 peserta ujian tingkat SMA, siswa yang tidak lulus sebanyak 20 orang. Sedangkan UN 2010, jumlah siswa SMA yang tidak lulus sebanyak 702 siswa dari 25.562 peserta ujian atau tingkat kelulusan 97,25 persen.
Sementara itu, pada siswa SMK jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 46 dari 11.253 peserta ujian atau tingkat kelulusannya 99,59 persen sedangkan pada tahun 2010, dari 15.425 peserta ujian, siswa tidak lulus 391 orang atau tingkat kelulusannya menjadi 97,47 persen.
“Untuk SMA tingkat kelulusan terendah ada di Kabupaten Buleleng, dan tertinggi di Kabupaten Bangli,” katanya.

Di Ponorogo.

sebagaimana di tulis oleh http://panyaruwe.wordpress.com di Ponorogo SMA Kabupaten Ponorogo, Tidak Lulus IPA=41, IPS=16  di samping itu  kepala dinas juga menginstruksikan kepada sekolah agar memberikan remediasi, pengayaan, dan pelatihan bagi siswa-siswa untuk mata pelajaran yang harus mengulang. Ujian Ulangan dijadwalkan pada 10-14 Mei 2010.

Daftar SMA Se Ponorogo.

1. SMA 1 Ponorogo : lulus semua
2. SMA 2 Ponorogo : lulus semua

3. SMA 3 Ponorogo :
4. SMA 1 Babadan : 1 tidak lulus
5. SMA 1 Kauman :
6. SMA 1 Badegan :
7. SMA 1 Sampung :
8. SMA 1 Slahung : 2 tidak lulus
9. SMA 1 Balong :
10. SMA 1 Bungkal :
11. SMA 1 Mlarak :
12. SMA 1 Jetis :
13. SMA 1 Sambit :
14. SMA 1 Ngrayun : 3 tidak lulus
15. SMA 1 Pulung :
16. SMA 1 Sooka :
17. SMA 1 Jenangan :
18. SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo : 7 tidak lulus
19. SMA Bakti : lulus semua
20. SMA Merdeka :
21. SMA Muhammadiyah 3 Jetis :
22. SMA Hudaya Ponorogo :
23. SMA PGRI Ponorogo :
24. SMA Immersion : 4 tidak lulus
Dari 1.522.162 peserta ujian nasional tingkat sekolah menengah atas dan madrasah aliyah, sebanyak 154.079 siswa di antaranya, atau sekitar 10,12 persen tidak lulus. Siswa-siswa tersebut harus mengikuti ujian nasional ulangan yang akan diselenggarakan pada 10-14 Mei 2010.
Dari data hasil ujian nasional tahun 2010, jumlah paling banyak siswa yang tidak lulus dan harus mengikuti ujian nasional ulangan ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (23,7 persen), Kalimantan Tengah (39 persen), Kalimantan Timur (30,53 persen), Nusa Tenggara Timur (52,08 persen), dan Gorontalo (46,22 persen).
Adapun persentase siswa yang paling banyak lulus ada di Bali (97,18 persen), Jawa Barat (97,03 persen), Jawa Timur (96,69 persen), dan Sumatera Utara (95,85persen)

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JSIiysNe

Artikel yang Berhubungan



Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-widget-artikel-yang.html#ixzz1JNBpubYr

0 komentar: