Tampilkan postingan dengan label Antariksa/galaksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antariksa/galaksi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Februari 02, 2011

Ini Dia Pesawat Tenaga Surya Pertama
Pesawat itu akan mengorbiti Bumi dalam waktu 70-120 hari.

NanoSail-D, pesawat satelit NASA berbasis tenaga surya (NASA)
 
               NASA lagi-lagi mencatat sejarah baru. Kali ini badan antariksa asal Amerika Serikat itu berhasil menciptakan pesawat ruang angkasa pertama yang berbasis tenaga surya.
Awalnya memang terdengar seperti cuplikan cerita fiksi ilmiah. Tapi, kini NASA telah membuat pesawat ruang angkasa tak berawak tanpa bahan bakar mineral.

Tak seperti pesawat ruang angkasa lainnya, NanoSail-D yang menyerupai bentuk layangan berukuran relatif lebih kecil dan orbitnya tidak terlalu tinggi dari atas permukaan Bumi.

NanoSail-D menggunakan tekanan radiasi matahari untuk membuatnya bergerak dan terbang dengan kecepatan tinggi. NASA mengatakan bahwa satelit mungil ini hanya sebesar 100 kaki persegi dan beroperasi sesuai rencana.

Sebetulnya NanoSail-D telah dilepas ke angkasa sejak 20 Januari 2011 lalu. Namun, hari itu tidak bisa dijadikan sebagai hari pertama ia terbang sampai NASA berhasil menerima frekuensi berupa paket data dari NanoSail-D, yakni lima hari setelahnya.

"Ini adalah kali pertama NASA meluncurkan pesawat ruang angkasa dengan orbit terendah di permukaan Bumi," kata Dean Alhorn, jurubicara NASA, yang dikutip VIVAnews dari Dailymail, Sabtu 29 Januari 2011.

NanoSail-D, pesawat satelit NASA berbasis tenaga surya 
NanoSail-D akan terus mengirim sinyal suar hingga baterai di dalamnya habis. Diperkirakan ia akan terbang mengorbiti Bumi sampai 70-120 hari ke depan, tergantung pada kondisi atmosfer.

NanoSail-D sengaja dirancang untuk sebagai demonstrasi teknologi berbasis tenaga surya untuk pesawat ruang angkasa. Jika berhasil, teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif lain dalam teknologi pengorbitan.

Baca Selengkapnya......

                           Andromeda, Galaksi Rakus Makin Mendekat
   Andromeda dan Bima Sakti saling mendekat dengan kecepatan 120 kilometer per detik.

Bima Sakti dan Andromeda sebelum bertubrukan (atas) dan setelah bergabung (bawah).

            Andromeda, galaksi besar yang menjadi tetangga galaksi kita diketahui merupakan kanibal luar angkasa. Hingga tumbuh besar seperti sekarang ini, ia telah memakan galaksi lain yang terbang terlalu dekat dengannya. Yang menarik, Andromeda kini semakin mendekat.

Seperti diketahui, Andromeda dan galaksi kita, Bima Sakti, merupakan dua galaksi raksasa di lingkungannya. Andromeda juga merupakan galaksi raksasa terdekat. Jaraknya hanya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Satu tahun cahaya sendiri berjarak sekitar 9,4 triliun kilometer.

Seperti dikutip dari Msnbc, 1 Februari 2011, Bima Sakti dan Andromeda saling mendekat dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per detik dan akan bertabrakan.

Namun demikian, jaraknya yang sangat jauh membuat tabrakan super raksasa ini baru akan terjadi sekitar 3 miliar tahun yang akan datang. Lalu, apakah bumi akan hancur?

Untuk mengetahuinya, astronom menggunakan simulasi superkomputer dan mengkalkulasikan salah satu skenario yang mungkin terjadi saat Andromeda dan Bima Sakti saling beradu.

Video simulasi yang dibuat menggunakan 100 juta partikel virtual. Film yang dibuat menyoroti ruangan dengan sudut pandang selebar sekitar 10 miliar miliar kilometer. Adapun durasi waktu yang direkam oleh simulasi komputer itu mencapai 1 miliar tahun.

“Diperkirakan, bintang-bintang di kedua galaksi, termasuk matahari milik tata surya kemungkinan besar tidak akan saling bertubrukan,” kata John Dubinski, astronom dari Canadian Institute for Theoretical Astrophysics, University of Toronto.

Namun demikian, kata Dubinski, gaya gravitasi milik kedua galaksi kemungkinan akan saling menarik, saling berpelintir, dan membelokkan, hingga setelah satu miliar tahun kemudian, galaksi berbentuk elips yang merupakan kombinasi dari Andromeda dan Bima Sakti lahir.

Setelah penggabungan Andromeda dan Bima Sakti tersebut selesai, proses itu akan menyisakan puing-puing berserakan di antariksa.

Seperti diketahui, sebelum ini, Andromeda menelan galaksi kecil bernama Triangulum. Sekitar 3 miliar tahun lalu, Triangulum bergerak terlalu dekat dengan Andromeda. Bintang-bintang miliknya kemudian dilucuti dan ditarik masuk ke dalam oleh gaya gravitasi raksasa yang dimiliki Andromeda.

Baca Selengkapnya......

          Planet Mars Diduga Sembunyikan Banyak Es
 Iklim Mars diduga terlalu keras sehingga tidak memungkinkan es hadir di khatulistiwanya.
 
Diperkirakan, ada lebih banyak es di permukaan planet Mars.

         Kutub-kutub planet Mars kemungkinan bukanlah satu-satunya tempat di mana air es bersembunyi di planet itu. Dari penemuan terbaru, astronom memprediksi bahwa es juga hadir di kawah-kawah yang ada di sekitar garis katulistiwa Mars.

Temuan ini disebut-sebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap eksplorasi planet Mars di masa depan. Nantinya, es tersebut berpeluang  dapat dimanfaatkan sebagai penyambung hidup ketika manusia mulai ada yang ditugaskan di sana.

Menggunakan gambar-gambar yang diambil oleh Mars Global Surveyor dan Mars Reconnaissance Orbiter, David Shean, Planetary Geologist dari Malin Space Science Systems di San Diego, Amerika Serikat menyebutkan, tampaknya ada banyak material yang kaya akan es terkubur di dasar setidaknya 38 kawah di kawasan Sinus Sabaeus, yang ada di dekat katulistiwa Mars.

“Sangat mengherankan bahwa hal-hal seperti ini tidak disadari sebelumnya meski sudah ada ratusan ribu foto-foto resolusi tinggi yang diambil selama 15 tahun terakhir,” kata Shean, seperti dikutip dari Space, 2 Februari 2011. “Ini bukti bahwa planet Mars memang penuh dengan kejutan.”

Dari penelitian-penelitian terdahulu, kutub planet Mars diperkirakan menyimpan es. Akan tetapi, iklim di planet itu terlalu keras bagi kelangsungan air. Udara di sana sangat tipis sehingga jika ada es di permukaan planet akan segera menguap.

“Sejak lama kami telah melihat gambar-gambar yang menunjukkan bahwa tampak material yang kaya akan es di dasar kawah di kedua kutub Mars,” kata Shean. “Yang mengherankan, ternyata material yang sama juga ditemukan di khatulistiwa planet itu,” ucapnya.

Shean menyebutkan, jika ada es yang terkubur di khatulistiwa, tampaknya ia menyimpan catatan penting terhadap kondisi iklim di masa lalu Mars yang sangat ingin dianalisa oleh ilmuwan.

Lebih lanjut, Shean menyebutkan, kawasan khatulistiwa jauh lebih menarik untuk dijadikan tujuan untuk eksplorasi di masa depan dibandingkan dengan kutub karena mendapatkan lebih banyak sinar matahari dan memiliki temperatur yang lebih hangat.

“Khatulistiwa cocok untuk kendaraan penjelajah bertenaga matahari,” kata Shean. “Namun demikian, eksplorasi masa depan juga membutuhkan air sebagai sumber pendukung kehidupan,” ucapnya.

Temuan es di kawasan khatulistiwa planet Mars tersebut dipaparkan di jurnal Geophysical Research Letters. 

Baca Selengkapnya......

Senin, Juli 05, 2010

Fenomena di Langit Yang Akan Terjadi Sepanjang 2010

Beberapa fenomena astronomi menarik akan terjadi di tahun 2010 ini. Beberapa diantaranya bahkan bisa dikategorikan 'luar biasa'. Berikut ini adalah daftarnya :

http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/02/24/66194_komet_300_225.jpg

15 Januari, gerhana matahari cincin terlama

Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Jumat 15 Januari 2010, khususnya di Afrika, India, dan China. Gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada jauh dari bumi sehingga piringannya terlihat kecil dan tidak dapat menutupi seluruh piringan matahari.

Piringan matahari yang tertutup oleh piringan Bulan hanya bagian tengahnya saja, sekitar 92 persen, sehingga bagian pinggir matahari tidak tertutup. Oleh karena itu piringan matahari akan terlihat dari muka bumi seperti lingkaran cincin yang bercahaya.

Gerhana yang akan terjadi berdurasi 11 menit 8 detik. Menurut ilmuwan NASA, ini durasi yang sangat lama, terlama sepanjang milenium. Durasi ini tak akan terulang lagi hingga 3043!

29 Januari, Planet Mars mendekat ke bumi

Hari itu, Planet Mars hanya sejauh 61,7 juta mil dari Bumi. Ini waktu terbaik untuk para pengamat langit untuk mengamati Mars dengan menggunakan teleskop. Meski mendekat, Mars tak bisa diamati maksimal dengan mata telanjang. Mars tidak akan terlihat sebesar Bulan, untuk mata kita Mars hanya seperti bintang kecil di langit.

16 Februari, Jupiter dan Venus akan terlihat bersama

Seperti dua kapal yang melintasi senja, Venus dan Jupiter akan terlihat bersamaan dengan jarak antara 5 derajat. Saat itu Jupiter mendekati matahari, sementara Venus bergerak menjauhi sang surya.

28 Maret sampai 12 April, Venus dan Merkurius seperti berpasangan

Dua planet ini akan merupakan pasangan menarik di langit barat dan barat laut, saat senja. Jarak dua planet ini hanya sekitar lima derajat. Venus muncul ke kiri dan sedikit di atas bayangan Mercurius. Pada tanggal 3 April, mereka akan terlihat sangat dekat, hanya sedikit di atas 3 derajat.

6 Juni, dua fenomena menarik di Langit

Mars akan berjarak kurang dari satu derajat utara dari bintang biru Regulus. Konjungsi ini akan mudah terlihat di langit malam.

Malam yang sama, Jupiter Uranus akan terlihat bersamaan dalam tiga seri konjungsi. Hanya ada enam konjungsi seperti ini antara tahun 1801 dan 2200. Yang terakhir pada tahun 1983 dan berikutnya akan datang antara tahun 2037-2038.

26 Juni, gerhana bulan parsial

Gerhana ini akan terjadi di Kepulauan Hawaii, barat Alaska, Australia, Selandia Baru, wilayah bagian timur Malaysia dan Asia. Di lokasi-lokasi ini, akan terlihat bagian atas bulan gelap oleh bayangan Bumi.

11 Juli, Gerhana matahari total

Gerhana matahari total akan terjadi di 15 mil dari Tahiti dan Pulau Paskah. Sementara di sebuah titik lokasi di Samudera Pasifik Selatan, matahari tertutup total selama 4 menit dan 45 detik.

Awal Agustus, Trio Planet

Mars melewati kurang dari dua derajat di selatan Saturnus pada 1 Agustus. Kemudian, bayangan Venus anya lebih dari 3 derajat ke selatan sembilan hari kemudian; pada 8 Agustus.

Tiga planet itu akan membentuk apa yang Jean Meeus mendefinisikan sebagai "trio," ketika tiga planet yang sesuai dalam lingkaran dengan diameter minimum lebih kecil dari 5 derajat.

12 Agustus, Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor tahunan ini akan maksimal terjadi di langit gelap, tanpa diintervensi cahaya bulan. Sekitar 90 meteor akan jatuh tiap jamnya.

21 September, Jupiter, Besar dan Tinggi

Jupiter akan berada di langit tengah malam, yaitu, pada oposisi (-2,9 magnitudo). Dalam orbit ini, Jupiter lebih dekat daripada jarak rata-rata.

Akhir Oktober, Bumi dilintasi Komet

Komet Hartley 2 akan melintas bumi, tepatnya 11,2 juta mil dari Bumi pada pada 20 Oktober 2010, hanya seminggu sebelum komet ini melewati matahari dalam jarak dekat.  Komet ini bisa dilihat dengan mata telanjang di daerah pedesaan, bukan di tengah hingar-bingar kota.

14 Desember, Hujan meteor Gemini

Hujan meteor gemini kembali terjadi. Sekitar 120 meteor per jam akan turun dan menciptakan fenomena yang indah.

20-21 Desember, Gerhana Bulan Total

Amerika Utara mendapatkan 'kursi terbaik' untuk melihat fenomena gerhana bulan total ini. Untuk Timur AS dan Kanada, fenomena ini terjadi dini hari.

Untuk barat AS dan Kanada, fenomena ini terjadi pada tengah malam 20-21 Desember. Gerhana bulan ini akan terjadi selama 1 jam dan 14 menit.

 

Baca Selengkapnya......

Pesawat Tempur Tercanggih di Dunia Versi DERA Studies

Tidak ada satupun pesawat di Bumi yang bisa mengalahkannya. Inilah F-22 Raptor, pesawat tempur futuristik dari generasi ke 5. Apa keunggulan definitif pesawat tempur generasi ke-5 ini dibanding generasi ke-4 (F-14 s/d F-18)? Berikut ini adalah beberapa keunggulan utamanya.

 
 
 

1. Stealth

Pesawat tempur tercanggih ini tidak akan terlihat radar musuh. Kalau pesawat anda tidak bisa dilihat, maka anda akan nyaris mustahil ditembak, dijatuhkan, dan dikalahkan. Teknologi masa depan ini terutama dihasilkan berdasarkan rekayasa struktur bentuk pesawat dan material yang menyerap gelombang radar, RAM, Radar Absorbent Material.
 

2. Mini AWACS, "First-look, first-shot, first-kill"

Pesawat F-22 mempunyai radar dengan jangkauan lebih jauh dari pesawat-pesawat lain, bahkan nyaris setara AWACS. Artinya F-22 dapat melihat anda jauh sebelum anda bisa melihat pesawat itu. F-22 juga memiliki sistem Radar LPI super canggih (Low Probability of Intercept Radar), artinya pesawat yang telah terdeteksi radar F-22 tidak akan bisa tahu kalau dia sudah terdeteksi dan radar warning-nya tidak akan menyala.
 

3. Manuverabilitas Super

F-22 memiliki teknologi Thrust Vectoring di ekornya, artinya pengeluaran energi mesinnya dapat diarahkan secara mekanis dengan lebih fleksibel. Ini membuat kemampuan manuvernya lebih tinggi.
 

4. Persenjataan Internal

Persenjataan F-22 tersembunyi di dalam pesawat, dan baru terbuka saat akan ditembakkan. Ini membuat tingkat Stealth-nya menjadi lebih tinggi, dan aerodinamikanya membuat pesawat ini bisa terbang lebih cepat dan lebih efisien.
 
 

Berdasarkan riset dari Defense Evaluation And Research Agency, F-22 adalah pesawat tercanggih dan paling mematikan di dunia, bahkan 10 kali lebih mematikan dari pesawat terbaik Rusia saat ini, SU-35 (SU-37 masih berupa eksperimental).
 

Dibandingkan pesawat tempur tercanggih Eropa Eurofighter Typhoon, F-22 dua kali lebih berbahaya. Artinya setiap satu pesawat F-22 bisa menembak jatuh 2 pesawat Typhoon. Sedangkan pesawat Amerika generasi sebelumnya, F-16, tidak akan mungkin mengalahkan F-22 dalam kondisi apapun.

 

Baca Selengkapnya......

OLYMPUS MONS : Gunung Terbesar di Tatasurya

Olympus Mons, adalah gunung terbesar planet Mars yang juga merupakan gunung terbesar di tatasurya (Solar System) kita. Gunung ini menjulang dengan tinggi mencapai 27 km dan memiliki diameter 550 km. Pada bagian kakinya, Olympus Mons di kelilingi oleh tebing terjal dengan ketinggian minimum 6 km. Pada bagian puncaknya, gunung ini memiliki kawah berdiameter 85 km.





Anda bisa menumpukkan tiga buah Mount Everest, titik tertinggi di bumi, dan gunung ini masih lebih tinggi dari tumpukan itu.




Gunung berdiameter terbesar di bumi adalah pegunungan Mauna Loa (Hawai) yang memiliki diameter sepanjang 120 km. Bandingkan dengan diameter Olympus Mons (550 km).

 

Baca Selengkapnya......

Sabtu, Mei 01, 2010

Pabrik Bintang di Galaksi Remaja

Sebuah galaksi masif yang berasal dari masa awal alam semesta berhasil ditemukan para ilmuwan. Galaksi tersebut tampak sedang membentuk bintang seperti halnya Matahari dengan kecepatan 100 kali lebih cepat dari Bima Sakti saat ini. Bisa dikatakan galaksi yang ditemukan ini memang tengah berada dalam masa remajanya yang sedang didorong untuk mengalami pertumbuhan dan kadang mengalami masa meledak-ledak di antara dinamika pergaulannya.
Menurut Mark Swinbank dari Universitas Durham, galaksi baru ini memang memberikan informasi masa remajanya pada manusia di Bumi, karena ia butuh waktu yang cukup lama agar cahayanya bisa tiba di Bumi. Apa yang tampak bagi para peneliti di Bumi adalah kondisi si galaksi pada kisaran 10 miliar tahun lalu atau sekitar 3 milyar tahun sesudah dentuman besar.
Penemuan SMM J2135-0102
Ilustrasi artis untuk galaksi SMM J2135-0102. Kredit : ESO/M. Kornmesser
SMM J2135-0102 ditemukan menggunakan teleskop Atacama Pathfinder Experiment (APEX), yang dioperasikan oleh European Southern Observatory (ESO). Pengamatan lanjutan dilakukan dengan mengkombinasikan lensa gravitasi alam galaksi-galaksi dekat dengan kemampuan teleskop Submillimeter Array yang berada di Hawaii agar mendapatkan penguatan dan perbesaran galaksi serta penampakan yang tajam dari pabrik bintang tersebut.
Perbesaran yang dihasilkan mengungkap detil menakjubkan yang belum pernah terlihat sebelumnya, meskipun galaksi tersebut berada demikian jauh dari Bumi. Untuk bisa mencapai Bumi, cahaya dari galaksi ini butuh waktu sekitar 10 milyar tahun melintasi alam semesta.
Dalam pengamatan lanjutan yang dilakukan dengan teleskop Submillimeter Array (SMA), para pengamat dapat mempelajari awan tempat pembentukan bintang di galaksi dengan tingkat presisi tinggi. Dan saat itu ditemukan kalau pembentukan bintang pada awan debu raksasa di galaksi tersebut berbeda dari apa yang selama ini teramati pada galaksi di area yang lebih dekat. Namun bukan berarti kita tidak bisa memahami galaksi tersebut. Kondisi fisis untuk inti yang rapat pada galaksi dekat bisa diterapkan pada galaksi jauh yang satu ini untuk bisa memahami proses kelahiran bintang di sana.
Pemandangan Yang Lebih Tajam
Dari sudut pandang di Bumi, SMM J2135-0102 berada di belakang gugus masif galaksi yang berada dekat. Gravitasi dari gugus bertindak sebagai lensa yang memperkuat galaksi yang lebih jauh dengan faktor 16 kali untuk kecerlangan maupun ukuran, sehingga detil yang tak terlihat pun bisa tampak.
Galaksi jauh SMM J2135-0102 pada pengamatan Submilimeter Array 870-mikron. Kredit : Mark Swinbank (Durham) and Steve Longmore (SAO)
Pada cahaya tampak, galaksi ini memang tampak gelap karena tertutupi debu. Namun ia memancarkan sejumlah besar cahaya pada panjang gelombang submilimeter (dekat dengan area panjang gelombang radio di spektrum). Dan tak bisa dipungkiri, galaksi ini termasuk galaksi submilimeter paling terang yang diketahui sehingga ia jadi target alami bagi SMA.
SMA merupakan interferometer 8 elemen yang beroperasi pada panjang gelombang 0,3 – 2 milimeter berada di puncak Mauna Kea, Hawaii. Gabungan antara SMA dengan penguatan alami dari lensa gravitasi, memberikan hasil pengamatan dengan resolusi yang sangat tinggi. Dengan demikian bisa didapat detil yang mengungkap berbagai informasi dari galaksi yang jaraknya 10 milyar tahun cahaya.
Galaksi jauh ini memang tak terlihat dan tak terdeteksi karena debu pada cahaya tampak. Namun dengan menggunakan instrumen unik Zpectrometer di Robert C. Byrd Green Bank Telescope milik National Science Foundation, maka jarak galaksi bisa ditentukan dari pengukuran pancaran radio dari molekul karbon monoksida. Pengukuran jarak ini sekaligus membuat para ilmuwan dapat mengetahui dengan pasti efek dari lensa gravitasi pada galaksi tersebut.
Pabrik Bintang
Pada galaksi yang dikenal sebagai SMM J2135-0102, ditemukan juga empat area pembentukan bintang yang berbeda. Setiap area memiliki kecerlangan 100 kali lebih terang dari area pembentukan bintang yang ada di Bima Sakti, contohnya Nebula Orion. Pembentukan bintang yang terjadi di SMM J2135-0102 juga lebih cepat dan giat pada masa awal alam semesta kala galaksi ini melalui masa pertumbuhan besarnya.
Karena waktu yang dibutuhkan cahaya untuk sampai ke kita cukup lama, maka galaksi yang terlihat tersebut baru bisa memberikan informasi tentang dirinya kala 10 milyar tahun lalu atau 3 milyar tahun setelah dentuman besar. Nah, informasi ini memang menunjukan si galaksi kala muda dan ukurannya pun diperkirakan sama dengan Bima Sakti pada saat usianya sama. Nah, jika kita bisa melihat galaksi ini pada kondisinya saat ini aka 10 milyar tahun ke depan, ia tak kan lagi tampak sebagai remaja yang sedang bertumbuh melainkan ia sudah tumbuh seperti halnya Yao Ming, si pemain basket dari China, atau Peter Crouch si pemain bola dari Inggris. Dengan kata lain, pertumbuhannya dari masa remaja ke dewasa akan terjadi demikian pesat menjadi galaksi ellips yang jauh lebih masif dari Bima Sakti.
Penemuan ini menarik karena memberikan pemahaman unik mengenai pembentukan bintang di masa awal alam semesta. Ternyata, pembentukan bintang di masa awal alam semesta pembentukan bintang terjadi lebih efektif dibanding saat ini. Selain itu pertumbuhan galaksi di masa awal alam semesta juga mengalami pertumbuhan yang jauh lebih cepat dan bintang serupa Matahari terbentuk lebih cepat dari pada yang terjadi saat ini. Menurut perhitungan yang dibuat, galaksi yang teramati ini memproduksi bintang dengan laju rata-rata 250 Matahari per tahun.
Sebelumnya, pada tahun 2009, para peneliti di Durham juga menemukan sebuah galaksi bernama MS1358arc yang di dalamnya terjadi pembentukan bintang dengan laju lebih cepat dari biasanya. Galaksi tersebut diamati dengan kondisi saat ia masih muda pada kisaran 12,5 milyar tahun lalu.
SMM J2135-0102 terlihat pada epoh ketika sebagian besar bintang baru lahir dan dengan mempelajari galaksi ini dan galaksi jauh lainnya di masa alam semesta muda, manusia akan dapat mempelajari sejarah Bima Sakti dan galaksi dekat lainnya.
Di masa depan, pengamatan akan mentargetkan lebih banyak lagi area untuk diteliti dengan menggunakan teleskop generasi berikutnya seperti Atacama Large Millimeter Array (ALMA). Tujuannya dengan meneliti lebih banyak galaksi jauh maka diharapkan akan dapat menjawab sebuah pertanyaan tentang kelahiran bintang.
Apakah pembentukan bintang yang terjadi di masa awal alam semesta memang demikian giatnya? ataukah ini hanya terjadi pada galaksi tertentu pada waktu yag juga tertentu?

Baca Selengkapnya......

Bahwa Alam Semesta Sudah Tua

Banyak cara yang berbeda satu sama lain digunakan untuk menjelaskan berapa umur semesta, dan walaupun berbagai metodologi itu dilakukan secara terpisah, tetapi memberikan gambaran yang berkesesuaian satu sama lain untuk menjelaskan umur semesta ini secara obyektif. Demikian dibawah ini akan diperkenalkan beberapa jalinan metode tersebut.
Umur Alam Semesta Yang Mengembang
Model alam semesta setelah ledakan besar. Kredit : NASA/WMAP 
Science Team
Model alam semesta setelah ledakan besar. Kredit : NASA/WMAP Science Team
Jarak galaksi dapat ditentukan dari ukuran yang tampak atau kecerlangannya. Galaksi yang tampak lebih kecil dan lebih redup dari galaksi lain yang serupa, berarti berjarak lebih jauh. Jarak juga bisa ditentukan menggunakan penanda jarak yang lain, seperti beberapa jenis bintang. Selain jarak, laju galaksi bergerak bisa dtentukan dengan pengetahuan spektrum-nya. (Spektrum cahaya dari galaksi adalah apabila kita memecah cahaya menjadi komponen warna-nya seperti pelangi). Dengan pengetahuan spektrum cahaya bisa memberikan identitas obyek apa yang diamati, maupun bagaimana obyek diamati bergerak, karena setiap spektrum obyek yang berbeda memberikan pola yang unik.
Christian Doppler di tahun 1842 menunjukkan bahwa ketika sumber cahaya bergerak, gerakan tersebut menyebabkan mengubah gelombang, mengubah warna yang dilihat pada spektrum. Efek ini dikenal sebagai efek Doppler. Pengetahuan tentang efek Doppler ini memberitahu kita apakah suatu sumber cahaya mendekati atau menjauhi kita. Dari sini kita bisa mengetahui bagaimana benda-benda langit bergerak terhadap kita sebagai pengamat di Bumi, dan berapa cepat pergerakannya.
Di tahun 1920-an, Edwin Hubble menemukan bahwa galaksi – galaksi bergerak terhadap kita dengan pola tertentu. Semakin jauh galaksi dari kita, semakin cepat pergerakannya. Pola ini yang dikenal sebagai “alam semesta mengembang”, karena pola perilaku ini terlihat pada semua arah di langit. Jadi bisa saja dianggap bahwa semua galaksi bergerak menjauhi galaksi Bima Sakti, tetapi tidak bisa dikatakan begitu saja bahwa Bima Sakti sebagai pusat semesta, karena pola yang sama bisa saja teramati oleh pengamat yang berada di galaksi yang lain. Jadi tidak serta merta disimpulkan dari pekerjaan Hubble bahwa kita berada pada pusat semesta atau kita berada pada posisi yang istimewa dalam semesta.
Kembali pada pengukuran pergeseran cahaya yang teramati, ahli astronomi mencoba mengukur berapa lama pengembangan telah terjadi. Jika diasumsikan bahwa semua galaksi berangkat dari titik awal yang sama, maka bisa dideduksi, berapa jauh yang telah ditempuh suatu galaksi dan berapa kecepatan tempuhnya, kemudian membagi jarak terhadap laju. Dengan menambahkan faktor – faktor fisis yang realistis seperti adanya pengaruh gravitasi, atau adanya inflasi alam semesta, umur semesta diperoleh antara 12 sampai 14 milyar tahun.
Umur Bintang Paling Tua
Bagaimana bintang bisa menyala? Bagaimana menentukan umurnya? Berapa lama bintang dapat menyala? Bintang (termasuk Matahari) dapat bersinar karena adanya proses termonuklir di dalamnya, yang berfungsi sebagai generator pembangkit energi, akibat perubahan hidrogen menjadi helium; akibat panas dan tekanan yang sangat intens dalam inti bintang, inti hidrogen ber-fusi menjadi inti helium dan energi yang terpancarkan. Proses fisis ini bisa digunakan untuk mengukur umur bintang.
Fisika nuklir bisa menjelaskan berapa banyak energi yang dihasilkan dari fusi setiap atom hidrogen. Diketahui berapa banyak hidrogen panas dalam inti bintang, dan berapa cepat bintang menggunakan energinya untuk bersinar. Dengan demikian bisa dihitung berapa lama bintang bersinar sebelum kehabisan seluruh bahan bakarnya. Jika bintang telah kehabisan hidrogen di intinya, bintang berubah menjadi ‘raksasa merah’. Ketika kita menemukan adanya bintang raksasa tersebut, bisa ditentukan massa awalnya, tenaga awalnya, dan kala hidupnya dapat ditentukan. Demikian setelah diukur berbagai bintang yang telah tua tersebut, diperoleh dari metode ini umur semesta berkisar antara 10 – 15 milyar tahun.
Umur Cahaya Dari Galaksi Terjauh
Sebagaimana yang telah diungkap tentang jarak dalam ‘tahun cahaya’, pengamatan memberikan informasi tentang galaksi yang sangat jauh, sehingga yang cahaya dikirimkan oleh galaksi tersebut butuh milyaran tahun untuk mencapai pengamat. Dari hal tersebut, sepertinya kita sedang menggunakan mesin waktu, ketika kita mengamati langit, kita mengamati peristiwa yang telah terjadi di waktu yang telah berlalu. Pengamatan dari Hubble Space Telescope memberikan jarak terjauh galaksi yang teramati mencapai 10 milyar tahun cahaya, dengan demikian paling tidak semesta kita ini telah berumur 10 milyar tahun.
Umur Komposisi Kimia
Setelah ledakan besar awal (big bang), semesta tersusun dari elemen – elemen paling sederhana, yaitu hidrogen dan helium. Galaksi yang sangat-sangat jauh merupakan bukti bahwa hal ini memang demikian adanya, karena memiliki komposisi hidrogen dan helium yang jauh lebih besar. Komposisi kimia yang lebih kompleks dari hidrogen dan helium terbentuk kemudian akibat reaksi nuklir dalam inti bintang, atau ketika bintang yang sangat masif berakhir nasibnya dalam ledakan besar (supernova). Di dalam supernova yang teramati, terdapat elemen kimia yang terbentuk setelah 10-20 milyar tahun.
Paling tidak ada empat metode yang saling independen dipergunakan untuk menentukan umur alam semesta, kendati tidak tepat sama, tetapi paling tidak menunjukkan adanya kesesuaian, umur semesta sudah lebih dari 10 milyar tahun. Dan semua astronom sependapat dan berkeyakinan, bahwa semesta, semua galaksi, bintang-bintang benar-benar sudah tua dan telah tercipta di suatu masa yang sangat lampau.

Baca Selengkapnya......

20 Tahun Perjalanan Teleskop Hubble


Siapa yang tak tahu Teleskop Hubble? Jendela manusia untuk memandang alam semesta yang tak terhalangi atmosfer. Keberadaan teleskop Hubble dimulai dari sebuah mimpi untuk menempatkan teleskop di ruang angkasa. Harapannya, pengamatan dari teleskop yang ada di ruang angkasa akan dapat menyelesaikan permasalahan atmosfer yang ada jika pengamatan dari Bumi. Dan pastinya pandangan mata Hubble akan jauh lebih bersih. Namun proyek penuh impian ini pernah dianggap proyek yang tidak realistis bahkan konyol.
Teleskop Hubble, sebuah instrumen yang bahkan pernah ditolak oleh sebagian komunitas astronomi. Namun waktu telah merubah segalanya. Kontribusi Hubble tak pelak jadi salah satu tumpuan para astronom. Kontribusi yang luar biasa dalam mengungkap sisi – sisi alam semesta yang tak terjangkau dari Bumi. 20 tahun bukan waktu yang singkat bagi Hubble untuk bekerja, namun 20 tahun itu pulalah manusia mendapat kesempatan menikmati betapa megahnya alam semesta dari mata yang ada di ruang angkasa.
Teleskop Hubble yang mengorbit Bumi. Diambil pada tahun 2009 saat perbaikan terakhir Hubble. Kredit : hubblesite.org
Hubble, dinamai berdasarkan mana astronom Edwin Hubble dan telah mengorbit Bumi selama 20 tahun. Sepanjang waktu itu, Hubbl telah mengirimkan berbagai jenis foto pada berbagai panjang gelombang mulai dari cahaya tampak, dekat-inframerah maupun dari cahaya ultraungu. Selama 20 tahun ini pulalah, teleskop Hubble berhasil membuktikan keberadaan materi gelap, membawa manusia mengenal kehidupan dan kematian supernova dan mengabadikan imajinasi manusia akan alam semesta dalam berbagai foto yang sangat indah. Dan selama 20 tahun tersebut Teleskop Hubble harus menghadapi pasang surut ancaman pada dirinya dan berhasil selamat.
Sejarah Hubble dimulai dari tahun 1962 saat National Academies of Science merekomendasikan pembangunan teleskop di ruang angkasa. Walau demikian, jauh sebelum itu astrofisikawan Lyman Spitzer telah mengajukan ide tersebut pada era 1940-an. Tahun 1970, NASA mulai menyelidiki kemungkinan dibangunnya instrumen tersebut. Studi kasus, dengar pendapat dan pembuatan desain pun dimulai.
Selama lebih dari 12 tahun para penggagas Teleskop landas angkasa ini bergerilya mencari kucuran dana dari para pendana NASA. Respon yang didapat, jauh lebih baik membangun 20 teleskop landas Bumi daripada membangun teleksop ruang angkasa yang hanya akan menimbulkan masalah dan hanya impian para penggemar fiksi sains. Tak ada yang mau berpikir tentang keuntungan sebuah teleskop landas angkasa yang bisa memecahkan masalah atmosfer.
Setelah melalui perjalanan panjang, dana berhasil didapatkan. The Independent Space telescope Science Institute dibentuk di Baltimore tahun 1983 untuk menjalankan operasi penelitian ilmiahnya sekaligus untuk mendapatkan data bagi para peneliti. Walau sempat tertunda akibat kecelakaan pesawat Challenger di tahun 1986, akhirnya Teleskop Hubble pun diluncurkan dengan pesawat ulang alik Discovery pada tanggal 24 April 1990, dan memulai tugasnya dari posisi 575 km di atas Bumi.

Cahaya Pertama
Citra untuk peringatan 20 tahun teleskop Hubble. Gunung debu dan gas yang muncul di Nebula Carina. Kredit : hubblesite.org
Berhasil diluncurkan tak berarti Teleskop Baru ini langsung sukses. Masalah baru pun muncul pada cermin yang bentuknya tidak pas dengan sisi tepiannya sehingga citra pertama Hubble terlihat kabur. Walaupun citra tersebut masih jauh lebih baik dari hasil pemotretan landas Bumi, namun kaburnya citra menyebabkan hanya 20% citra di bagian tengah yang terfokus. Algoritma pun dibuat untuk memecahkan masalah tersebut, namun masalah lain pun muncul dari angin matahari saat teleskop Hubble mengorbit dari sisi terang ke sisi gelap dalam setiap orbitnya. Akibatnya, media pun cepat bereaksi dengan menyatakan kalau instrumen tersebut hanyalah “techno-tukey”.
Pertolongan pun diberikan. Teleskop ini didesain akan mendapatkan perbaikan dan pengecekan secara berkala dan tidak ada batasan sampai masa dimana Hubble tak lagi bisa bekerja. Setelah misi perbaikan pertama di bulan Desember 1993, optik Hubble pun mengalami peningkatan dan citra yang dihasilkan semakin tajam dan fokus. Sejak saat itu, Hubble telah mengalami 4 kali perbaikan yang dilakukan oleh astronot yang diantar oleh pesawat ulang alik. Teleskop Hubble yang ada saat ini bukan lagi teleskop yang dulu diluncurkan. Saat ini teleskop Hubble sudah jauh lebih hebat dari yang diluncurkan tahun 1990. Setidaknya 60 kali lebih baik.
Antara tahun 2003 dan 2006, Teleskop Hubble sempat mengalami masa ketidakpastian akan masa depannya. Misi perbaikan terakhir di tahun 2004 dibatalkan oleh administrator NASA, Sean O’Keefe. Misi kembali dijalankan ke Hubble saat penerus O’Keefe, Mike Griffin menggantikannya pada tahun 2006. Dan servis pun dilakukan pada bulan Mei 2009.

Hubble pun Menuju Supernova

Disamping semua kisah tentang nasib Teleskop Hubble, hasil saintifik yang diberikan HUbble tak bisa diabaikan begitu saja. Teleskop Hubble justru membawa kesuksesan besar dalam dunia astronomi untuk menguak sisi alam semesta dan berbagai proses yang ada di dalamnya. Bisa dikatakan teleskop Hubble merupakan teleskop terpenting lainnya dalam sejarah setelah teleskop pertama Galileo 400 tahun lalu.
Kemampuan Teleskop Hubble untuk memandang jauh ke masa lalu sejarah alam semesta dan melihat evolusinya merupakan pengetahuan yang sangat mendasar yang diberikan Hubble bagi sejarah manusia. Teleskop Hubble jugalah yang menunjukkan untuk pertama kalinya wajah alam semesta yang berbeda dari alam semesta dekat (di sekitar kita yang telrihat dari Bumi) yang kita kenal selama ini.
Dalam perjalanan karirnya, Hubble berhasil memberi bukti alam semesta berkembang diprcepat yang mengubah paradigma berpikir para ilmuwan bahwa alam semesta mengembang perlahan. Bukti ini datang dari pengamatan supernova, ledakan akhir dari bintang besar yang akan mengakhiri hidupnya. Cahaya dari supernova tersebut dideteksi Hubble datang dari jarak yang sangat jauh yag tak pernah diprediksi sebelumnya. Dan inilah yang menjadi bukti adanya percepatan dalam pengembangan alam semesta. Bahkan penemuan ini menjadi penemuan besar dalam fisika semenjak fisika kuantum dan relativitas umum.
Informasi yang datang dari Teleskop Hubble ini juga yang membuat para astronom kembali berpikir mengenai sifat energi kelam dengan melihat supernova. Di tahun 2006, Hubble kembali membuktikan keberadaan materi gelap dan Teleskop landas angkasa ini juga digunakan untuk menunjukan adanya hubungan antara ukuran lubang hitam dan ukuran galaksi yang menjadi lokasi si lubang hitam tersebut.
Bintang Yang Hampir Mati
Teleskop Hubble juga digunakan dalam proyek yang ditujukan untuk melihat dari dekat bintang-bintang di lingkungan kita seperti halnya di rasi Orion. Yang diamati adalah nebula Orion dan area pembentukan planet di sekeliling bintang muda. Bahkan Hubble berhasil memotret piringan protoplanet di sekitar bintang muda tersebut. Citra yang diambil dengan resolusi yang luar biasa yang tak akan bisa dihasilkan oleh teleskop landas Bumi. Tim peneliti yang terlibat dalam proyek tersebut mencari letupan -letupan yang terjadi secara tiba-tiba (jet) sebagai akibat erupsi yang terjadi di bintang dan bagaimana interaksinya dengan materi di lingkungan nebula.
Satu hal pasti .. sepanjang 20 tahun ini, Hubble telah mengambil berbagai foto obyek langit yang sangat mengagumkan. Dan bersama teleskop landas angkasa lainnya seperti Chandra X-ray observatory dan the Spitzer space telescope yang bekerja pada panjang gelombang infra merah, mereka saling melengkapi dan menghasilkan fot dengan efek dan warna yang luar biasa indah.
Tahun ini, saat Hubble merayakan 20 tahun masa kerjanya, masa depannya pun sudah ditentukan sampai dengan akhir April 2013. Atau dengan kata lain Teleskop Hubble masih akan beroperasi setidaknya 3 tahun lagi. Namun setelah itu, tidak akan ada lagi misi untuk melakukan servis dan secara berkala batere, panel matahari dan mesin pointing telskop akan mulai melemah dan gagal bekerja. Pekerjaan Hubble akan diteruskan oleh James Webb Space Telescope yang akan diluncurkan pada tahun 2014.
Sampai dengan 2013, Teleskop Hubble dan seluruh instrumennya (the Advanced Camera for Surveys, Cosmic Origins Spectrograph, Fine Guidance Sensors, Near Infrared Camera and Multi Object Spectrometer, Space Telescope Imaging Spectrograph dan Wide Field Camera) akan tetap berada dalam kondisi yang baik. Diyakini seluruh instrumen tersebut masih akan bekerja dengan baik setidaknya 5 tahun lagi. Dan ketika nasib Teleskop Hubble akan mendekati masa akhir tugasnya, ia masih akan tetap menggunakan sisa masa kerjanya dengan kemampuan maksimal memberikan informasi yang mengungkap misteri alam semesta dalam citra indah yang ia rekam.
Perjalanan 20 tahun Teleskop Hubble mungkin terasa singkat bagi sebagian orang tapi waktu ini demikian berharga karena berhasil membawa perubahan dan pembaharuan dalam perjalanan pengenalan alam semesta.

Baca Selengkapnya......

Sabtu, April 24, 2010

Hujan Meteor Lyrids

Hujan Meteor Lyrids. Pada Tahun 2010 tampaknya banyak sekali fenomena keajaiban alam yang sangat mencuri perhatian masyarakat di seluruh Nusantara, semua bermula dari munculnya beberapa bukti kekuasaan Tuhan yang dihubungkan berbagai mistis, ramalan hingga spekulasi tentang akhir zaman.

Satu lagi fenomena alam akan terjadi di Indonesia dan fenomena alam itu adalah berupa “Hujan Meteor” yakni fenomena alam hujan Meteor Lyrids yang diprediksi akan bermula pada Tanggal 16 April 2010, namun masyarakat di Indonesia tidak hanya bisa menyaksikannya pada tanggal 16 April 2010 saja namun lebih lama yakni hingga Tanggal 26 April 2010 khususnya pada waktu tengah malam hingga menjelang subuh (dini hari).

Rasi bintang asal munculnya “Meteor Lyrids” adalah rasi bintang Lyrameteor lyrid yang dipancarkan per jam, sepertinya fenomena keajaiban ini cukup menarik menarik perhatian masyarakat di Indonesia. memiliki titik pancar dengan intesitas titik pancar tergolong kategori sedang yakni hanya belasan meteor per jam, kendati hanya belasan

Di Indonesia hujan meteor memang dianggap langka sehingga hujan Meteor Lyrids di Indonesia yang diprediksi puncaknya akan terjadi pada tanggal 21 dan 22 April 2010 tidak mengherankan jika banyak masyarakat di Indonesia berusaha berebut untuk dapat menyaksikan langsung fenomena keajaiban tersebut. Hujan Meteor Lyrids Hari Jumat 16 April 2010 memang cukup menarik karena 16 April 2010 bertepatan dengan hari Jumat yang kebetulan merupakan hari yang sering terjadinya beberapa kejadian penting termasuk fenoma alam bahkan musibah dan bencana alam di Indonesia.

Pendapat ahli pun cukup beragam tentang hujan meteor termasuk pendapat ahli tentang hujan Meteor Lyrids namun para ahli tersebut umumnya memiliki kesepahaman pendapat berdasarkan segi proses penyebab terjadinya hujan meteor. Pada dasarnya penyebab hujan meteor Lyrids tidak jauh berbeda dengan penyebab hujan meteor lainnya yakni terjadinya gumpalan “awan meteor” karena bumi sedang berevolusi melewati lapisan sisa debu pada lintasan komet khususnya lintasan "Komet Thatcher", sehingga ketika komet Thatcher mulai mendekat areal matahari, pancaran energi matahari tersebut menguapkan dan menghamburkan gumpalan es dan debu pada inti komet Thatcher yang kemudian membentuk ekor. Partikel dari debu-debu bagian ekor Komet Thatcher yang masih tertinggal di sepanjang lintasan orbitnya tersebut merupakan gugusan meteoroid yang kemudian gugusan meteoroid tadi bisa berpotensi menembus atmosfer dan terbakar di lapisan atmosfer menyebabkan munculnya hujan meteor yang disebut hujan meteor Lyrid di permukaan bumi bila poros bumi mulai melintasi Matahari.

Di Indonesia banyak warga bingung bagaimana cara melihat terjadinya hujan meteor seperti ini namun para ahli menyatakan cara melihat hujan meteor Lyrids di Indonesia sebenarnya bisa dengan cara mudah yakni dapat dilihat secara langsung melalui kasat mata atau tanpa menggunakan alat bantu apapun dengan catatan bahwa cuaca di sekitar daerah tempat kita melakukan pengamatan harus memiliki cuaca cerah dan tidak tertutup mendung serta wajib terbebas dari berbagai polusi cahaya yang menggangu pengamatan.

Baca Selengkapnya......

Tanda Alam lewat Awan

Langit hitam, angin kencang sampe ujan lebat datang tanpa bisa diduga. Tapi, sebenernya kita dapat ngebaca alam cukup dengan hanya melihat bentuk awan my bro. Apalagi belakangan ini neh.. Surabaya setiap sore selalu dihadirkan dengan gelapnya langit. Yaps... mendung item selalu nangkring di langit Surabaya. Karen nggak bisa diprediksi dengan tepat nee.. jadinya kita selalu dibuat ngeri tuh ama awan2 item. Takut Ujan campur angin gede. Apalagi beberapa hari yang lalu, Reklama di depan JW Marriot roboh dan menimpa beberapa orang hingga tewas.

Padahal awan gelap gak semuanya bikin angin kencang n badai. Malah ada awan terang yang justru bikin badai. Oleh karen itu neee... berikut tanda-tanda alam kalo diliat dari awan.

AWAN ALKOTOMULUS
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan Alkotomulus adalah awan yang punya karakter berbentuk bulat besar-besaran pada permukaan. Sama seperti awan yang laen, Awan Alkotomulus berwarna putih or abu-abu. So kalo kamu ngeliat awan warnaya pink, itu bukan awan kali... itu yang km liat palingan celana dalam tetanggamu :D. Nih awan biasanya terlihat pada awal-awal musim ujan. Dan jika tuh awan ada id musim kemarau berarti kemungkinan bakal terjadi badai.


AWAN ALTOSTRATUS
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan Altostratus adalah awan yang punya karakter abu-abu tapi sangat terang. Karena terang, garis-garis pinggirnya gak keliatan dan seolah-olah awan itu menyatu ama langit. Awan Altostratus berpotensi bahaya, karena dapat mengakibatkan tumbuhnya es di motor mabur. (Pesawat terbang kalo' kata orang jawa)


AWAN CIRRUS
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan Cirrus adalah awan yang terdiri dari kristal es. Awannya berbentuk seperti kapas tipis. Efek dari awan ini adalah membuat cuaca di bumijadi panas or dingin. Namaun, bila ada banyak awan Cirus di langit, itu berarti terjadi gangguan udara di langit sono. Dan bila itu terjadi, kemungkinan banget akan terjadi angin ribut ato angin topan gede banget. Ih ngeri dech...


AWAN CIRROSTRATUS
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan Cirrostratus adalah awan tipis berbentuk seperti tirai dan menutup sebagian besar langit. Letak awan ini neh, berada di ketinggian diatas 6000 m dari permukaan bumi. Nih awan muncul, berarti menandakan bahwa ujan bakalan dateng dalam 12 jam ke depan.


AWAN CUMULUS
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan Cumulus berbentuk kelompok-kelompok awan bulet yang letaknya vertikal. Nih awan biasanya mempunyai bentuk seperti jagung brondong. Nih awan menghasilkan ujan beserta angin yang kenceng. Awan ini juga ngeluarin petir n suara gemuruh. Tapi, nih awan gak sampek menghasilkan badain.


AWAN CUMULUS NIMBUS
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan Cumulus Nimbus adalah awan yang bentuknya berlapi-lapis. Awan ini berwarna abu-abu dan menjulang tinggi seperti bunga kol gitu dech. Pada saat awan ini muncul , biasanya langit keliatan gelap banget. Awan ini membawa ujan yang disertai dengan kilat n petir. Kemungkinan gak lama setelah muncul kilat n petir akan muncul angin puting beliung.

Baca Selengkapnya......

Rabu, Januari 13, 2010

 MUNGKIN ADA KEHIDUPAN DI ENCELADUS


Ilmuwan NASA meneliti apakah ada kehidupan di Enceladus, bulan yang dimiliki planet Saturnus. Ilmuwan mencari kehidupan microbial di bulan yang tidak ada sinar matahari, tidak ada fotosintesis dan tidak memiliki oksigen itu.

Hingga pesawat Voyager melewati dekat Enceladus, di awal 1980 an hanya sedikit yang diketahui mengenai bulan kecil ini. Tapi bulan Saturnus ini diketahui memiliki air es di permukaanya. Misi Voyager menunjukkan, Enceladus hanya memiliki diameter 500 km dan memantulkan 100% sinar matahari yang menyinarinya.
Pesawat Cassini melakukan penerbangan dekat Enceladus pada 2005, secara lebih detail dan menunjukkan permukaan serta lingkungannya. Wahana itu menemukan banyak air di kutub selatan Enceladus selain munculnya panas yang menunjukkan Enceladus aktif secara geologi.
Tingkat tektonis yang ditemukan di Enceladus, merupakan faktor kritis evolusi kehidupan di bumi. Enceladus merupakan benda angkasa keempat di sistem tata surya, bersama dengan bumi, bulan Neptunus Triton dan Yupiter yang memiliki aktivitas volkanik.
Ada tiga ekosistem di bumi yang kemungkinan bentuk kehidupan di Enceladus. Dua kehidupan berbasiskan methanogens, yang berhubungan dengan kelompok kuno yang berhubungan dengan bakteria yang disebut archaea.
Bakteri ini mampu bertahan di lingkungan keras tanpa oksigen. Volkanik dalam di Columbia River dan Idaho Falls merupakan wilayah dengan dua ekosistem itu. Energi diambil dari reaksi kimia dari bebatuan berbeda.
Ekosistem ketiga adalah kehidupan yang didukung oleh energi yang dihasilkan radioaktif dan ditemukan di bawah tambang dalam di Afrika Selatan.
Pesawat Cassini NASA menemukan bahan organik dari erupsi mirip geyser di Enceladus, saat mendekati bulan itu pada 12 Maret 2008 lalu. Sejak saat itu ilmuwan terus mengamati bulan kecil yang sangat aktif itu.
“Enceladus memiliki kehangatan, air dan bahan kimia organik yang penting untuk membuat blok kehidupan. Kami telah mempunyai resep kehidupan, tapi belum menemukan bahan akhir, tapi akan terus dicari,” kata Dennis Matson, ilmuwan di proyek Cassini NASA.
“Kejutan yang tidak terbayangkan sebelumnya bahan kimia di Enceladus, keluar dari dalam,” kata ilmuwan lain Hunter Waite.Mungkin Ada Kehidupan di Enceladus

Baca Selengkapnya......

Rabu, Januari 06, 2010

Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor !!!

Baca Selengkapnya......


Ditemukan, Planet Baru dengan Samudera !!! 



[looking_down_on_earth.jpg]



Massachusetts: Para peneliti luar angkasa menemukan sebuah planet yang nyaris seperti Bumi: memiliki kandungan air. Planet yang mengorbiti satu bintang dengan jarak 40 tahun cahaya tersebut diyakini sebagai planet pertama yang mirip Bumi dan memiliki atmosfer. Seperti dikutip jurnal Nature, menjelang akhir Desember ini, para astronom menamai planet tersebut GJ 1214b.

Planet itu berukuran hanya sekitar 2,7 kali ukuran Bumi dengan massa kira-kira 6,5 kali berat Bumi. Sesuai berat jenisnya, para ilmuwan menduga Planet GJ 1214b mengandung 3/4 air dengan inti padat dari besi dan nikel. Sementara atmosfernya terdiri dari hidrogen dan helium. "Di planet ini, tak ada satu pun benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air," kata David Charbonneau, Kepala Peneliti Pusat Astrofisika Smithsonian, Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.


[messenger-earth.jpg]


Data menyebutkan pula bahwa GJ 1214b lebih panas ketimbang Bumi. Sedangkan atmosfernya, sepuluh kali lebih tebal ketimbang di Bumi. Kondisi itu berpeluang besar mempersulit apapun untuk hidup. Tekanan atmosfer terhadap permukaan planet besar sekali dan cahaya yang sangat sedikit sulit menembus kabut demi mencapai samudera planet tersebut.(EPN)


Baca Selengkapnya......

Kelahiran Bintang Baru Berjarak 1000 Tahun Cahaya


Gambar yang keren ini diambil dari teleskop Herschel yang baru diluncurkan, menunjukan 700 kelahiran bintang baru 1000 tahun cahaya dari bumi.
Gambar ini di rilis oleh agenci luar angkasa eropa, para astronom berharap dengan menganalisa gambar ini mereka bisa menjawab pertanyaan bagaimana bintang dan galaksi terbentuk.

Herschel telescope image


Herschel telescope


Dan inilah Teleskop Herschel yang memotretnya....


Herschel telescope


Baca Selengkapnya......

Percobaan Baru NASA


Di China dan negara lainnya, terdapat laporan tentang manusia yang mengambang di angkasa. Seperti misalnya, wawancara seorang reporter Amerika terhadap seorang manusia tinggi India, yang mana manusia tinggi ini bisa terbang mengambang. Tubuh manusia bisa mengambang menandakan bahwa gravitasi universal antara tubuh manusia dan bumi berubah menjadi nol. Berdasarkan hukum gravitasi universal, hal ini menunjukkan bahwa masa manusia di saat itu adalah nol. Meskipun ini nyaris merupakan hal yang fantastis, namun, ini merupakan suatu yang sangat penting bagi badan penerbangan antariksa Amerika, NASA.


Sebab NASA terus berharap bisa melakukan perjalanan antarplanet, yaitu bisa terbang hingga ke sistem tata surya lainnya. Namun, meskipun dalam keadaan tidak ada gravitasi di angkasa luar, masih harus menambah kecepatan yang amat sangat pada pesawat, baru bisa membuat perjalanan antarplanet ini menjadi mungkin, namun teknologi peroketan konvensional malah tidak bisa mencapai tahap demikian. Sebuah laporan NASA pada awal Juli tahun lalu menunjukkan: "Menggunakan teknologi roket yang ada sekarang, dan mengharapkan dalam jangka waktu umur yang pantas untuk mencapai bintang terdekat, maka masa bahan bakar yang dibutuhkan bisa setara dengan masa sebuah planet." Akan tetapi jika bisa mengurangi masa pesawat, maka daya dorong bahan bakar yang dibutuhkan akan berkurang, sebab menurut hukum Newton ke-2, bahwa jika ingin mencapai percepatan yang sama, maka daya dorong bahan bakar yang dibutuhkan dan masa menjadi perbandingan senilai, artinya masa semakin kecil, maka daya dorong yang dibutuhkan semakin kecil.


Melalui penantian hampir 2 tahun, Pusat Penerbangan Antariksa Marshall NASA yang berada di kota Huntsville, negara bagian Alabama, AS akan menjemput kedatangan instrumen yang mempunyai harapan menantang hukum gravitasi universal. Meskipun kedengarannya sedikit mirip dongeng, namun personel peneliti proyek NASA ini mengatakan, bahwa usaha mereka adalah berdasarkan ilmu pengetahuan yang sesungguhnya, dan NASA telah membiayai 6 juta dollar AS untuk memesan instrumen ini pada perusahaan Superconductive Components Inc., Ohio, AS.


Asal mula percobaan NASA ini berasal dari sebuah tesis fisikawan Rusia bernama Evgeny Podkletnov pada tahun 1992 di Journal Phsysica C. Dalam tesisnya diumumkan bahwa dia telah menemukan efektivitas "pelidung gravitasi", dia telah mengecilkan gravitasi sebesar 0.05-0.3 %. Meskipun kedengarannya biasa-biasa saja, namun bagi kalangan fisikawan, bahkan seperti sebuah bom yang telah meledak. Sebab hukum gravitasi universal merupakan salah satu prinsip ilmu pengetahuan modern yang paling suci, pelanggaran apa pun terhadapnya pasti merupakan ancaman terhadap rangka teori modern. Jika percobaan Podkletnov telah dibuktikan kebenarannya, maka dipastikan dapat mendatangkan hadiah nobel bagi penemunya.


Meskipun instrumen mungkin sangat rumit, namun prinsip fundamentalnya malah sangat sederhana. Ia mempunyai sebuah disc superkondisi yang berdiameter 6 inci, dengan ketebalan 0,25 inci. Disc ini diturunkan suhunya hingga 233 derajat di bawah nol Celsius, melayang pada sebuah medan magnet. Ditambahkan sebuah medan listrik agar disc berputar. Podkletnov mengatakan, ketika kecepatan putar melampaui 5.000 putaran setiap menit, maka benda yang berada di atas disc akan mulai kehilangan berat.


Berikut adalah penjelasan Podkletnov dalam tesis terhadap penemuannya: "Bahwa bagian berat berkurang mungkin berhubungan dengan energi tertentu yang eksis dalam struktur kristal superkonduktor di bawah suhu rendah. Kondisi energi yang tidak lazim ini mungkin telah mengubah interaksi antara daya elektromagnet, tenaga nuklir dalam benda padat, dengan gravitasi, oleh karena itu menghasilkan efek penghalang gravitasi." Setelah Podkletnov, terdapat beberapa fisikawan mengulang kembali percobaannya, ada yang mengatakan berhasil, dan ada juga yang mengatakan gagal. Bahkan ada beberapa fisikawan telah membuktikan dari teori efek penghalang gravitasi dapat digunakan dan juga ada yang beranggapan tidak mungkin.


Meskipun sebagian besar fisikawan tidak menaruh sikap optimistis terhadap percobaan NASA, namun penanggung jawab Breakthrought Propulsion Physics Project NASA, insinyur aeronautika Marc G. Millis mengatakan, "NASA akan tetap pada sebuah pemikiran terbuka. Sejarah memberitahu kepada kita, bahwa penemuan yang baru mungkin berasal dari arah yang kelihatannya paling tidak memungkinkan."

Baca Selengkapnya......

Gambar Hubble yang Sangat Jelas

Selain itu, gambar yang sangat jelas yang ditangkap melalui pengamatan teleskop Hubble juga telah memberi tantangan hebat terhadap teori ruang dan teori gravitasi. Tingkat kejelasan merupakan permintaan oleh astronom dan khalayak ramai terhadap teleskop Hubble, namun gambar-gambar planet yang sangat jauh yang ditangkap teleskop ini dengan tingkat kejelasan tinggi malah membuat ilmuwan mencari sebabnya, sebab menurut perhitungan baru gambar-gambar ini sepatutnya tampak samar, oleh karenanya memikirkan perlunya pengkajian ulang beberapa hipotesa dasar tentang ruang, waktu, dan teori gravitasi.
Analisa terhadap gambar planet dan galaksi menguji sebuah kemampuan dasar kuantum, ia merupakan sebuah agregat dalam pandangan keluasan fisika terhadap tingkat atom yang tidak kelihatan, pandangan ini saling berhubungan dengan standar terbesar kosmos dan pengertian tingkat fisika.
Pandangan klasik beranggapan secara keseluruhan, ruang dan waktu bisa dianggap sebagai spons cahaya yang menembus spons seharusnya mendapat gangguan, meskipun gangguan tersebut ringan, seiring berjalannya waktu, setelah cahaya menembus kosmos, sekalipun dihimpun oleh teleskop berakurasi tinggi gambar yang tampak hanya samar-samar. Pendek kata, hasil gambar yang diperoleh Hubble terhadap planet yang sangat jauh seharusnya menimbulkan suatu efek yang ganjil, tapi kenyataannya tidak. Gambar Hubble sangat jelas, tidak ada hubungannya dengan jarak jauh sang objek.
Menurut hasil 2 tim peneliti independen, teori kuantum mungkin tidak sempurna. Tim astronom Astrophysical Observatory of Aecetri dan Max Planck Institute for Astronomy, Jerman yang dipimpin Roberto Ragazzoni telah menyelesaikan sebuah penelitian terbaru. Ragazzoni berpendapat, efek kuantum yang diharapkan seharusnya bagai kondisi samar yang sangat halus seperti yang diakibatkan lapisan atmosfer bumi.
Ragazzoni menjelaskan, saat cahaya datang dari objek yang sangat jauh, oleh karena gelombang cahaya yang berbeda dengan jalur yang agak berbeda menembus spons, gelombang cahaya yang berhadapan dengan gelombang cahaya lainnya akan mendapat rintangan, maka cahaya akan dipindahkan dari posisi di sekeliling sumber cahaya dan mengakibatkan kabur.
Anda tidak pernah melihat sebuah alam semesta yang samar-samar, dia mengatakan, jika Anda mengeluarkan sebuah gambar pemandangan apa pun yang ditangkap teleskop Hubble, Anda akan melihat semuanya tampak begitu jelas dan terang, ini cukup membuktikan cahaya yang keluar dari sumbernya menembus ruang dan ditangkap alat observasi tidak terjadi distorsi atau mengalami gangguan yang dikarenakan oleh turun naiknya gerak gelombang. Penelitian tersebut dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters edisi 10 April 2002.
Banyak sekali temuan ilmiah modern menunjukkan gravitasi universal serta teori gravitasi yang ada kini dihadapkan dengan situasi kesulitan dan ketidaksempurnaan yang sulit diatasi, seiring dengan perkembangan teknologi percobaan dan pengamatan yang lebih canggih, ketidaksempurnaan ini akan terbuka lebih jelas. Melihat kilas balik sejarah perkembangan teknologi pengetahuan dan fisika manusia ratusan tahun belakangan, sepertinya hanya pengulangan proses yang serupa. Akan tetapi, tantangan yang dihadapi oleh perkembangan iptek manusia masa kini merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada kenyataannya, hal pokok permasalahannya ini adalah pengetahuan manusia terhadap dunia materiil hanya sebatas pengenalan permukaan kulitnya saja, maka teori yang dikemukakan juga teori bentuk dari bentuk yang tampak. Teori tersebut hanya sebatas ruang yang relevan dengannya., jika lewat dari batasannya, maka akan timbul "kesenjangan". Dalam teori, untuk itu harus mencari lagi tesis yang dapat menopang teori bentuk baru untuk mengatasi ketidaksempurnaan teori yang lama.
Selang beberapa masa, manusia mencermati dan melihat perubahan besar pada kosmos yang belum pernah terjadi sebelumnya, semua fenomena alam yang tampak, juga telah memberi masukan bagi perkembangan teknologi pengetahuan manusia sebagai bahan acuan dan kajian, apakah semua momen pengetahuan alam ini bisa ditangkap, tergantung perubahan "pandangan" manusia itu sendiri, apakah bisa melepaskan diri dari pandangan kuno yang baku adalah sikap yang menentukan untuk dapat lebih jauh mengenal alam jagat raya ini.
gravitasi

Baca Selengkapnya......
Bookmark and Share