Tampilkan postingan dengan label Ilmu Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Dakwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, Februari 05, 2010

TITIAN CINTA QUR’ANI


السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
الحمدلله الذي علم القرأن خلق الإ نسان علمه البيان
الصلاة والسلام على سيدن محمد وعلى أله وصحبه ومن تبعه بإحسان إلى يوم الميزان
أشهدأن لاإله إل الله رب العلام وأشهدأن محمداالرسول الله صل الله عليه وسلم
وبعد...ياأيهاالناس إعلموا أن الجنة أعدت للمتقين فاتقواالله، واتقواالله، ثم اتقواالله، إن الله خبيربما تعملون
Ikhwah fillah rahima kumullah
Keadaan bumi kini telah carut marut, kejahatan dan kerusakan moral semakin mengkhawatirkan. Berapa banyak orang yang telah putus asa kala ia menghalalkan segala cara untuk memperoleh keinginannya. Berapa banyak remaja yang terjerat narkoba karena alasannya yang macam-macam. Berapa banyak keluarga hancur karena tak berpondasikan agama? Itulah dampak dari rencana besar musuh peradaban, yang kian hari kian tampak keberhasilannya merusak generasi kita. Mengapa semua ini terjadi? Siapa yang harus kita salahkan? Apakah semua ini harus kita biarkan? Tentu tidak!
Kini, kita telah semakin kehilangan kesadaran beragama. Kita telah lupa jati diri kita sebagai makhluk. Kita telah sedemikian jauh dari pedoman hidup yang telah diberikan oleh Sang CREATOR alam semesta itulah Al Qur’an/Al Huda/Al Furqon/Adz Dzikru/Al Bayan/Asy Syifa yang sangat luar biasa.
Seorang pembuat sepeda motor akan sangat memahami bagaimana cara menggunakan, memelihara, memperbaiki dan mengambil manfaat dari sepeda motor ciptaannya, sehingga apabila kita menggunakannya sesuai petunjuk pembuatnya, motor akan sangat terasa manfaatnya. Terlebihالله sebagai Pencipta alam semesta tentu sangat mengetahui akan segala hal berkenaan dengan segalanya. Semakin jauh umat dari petunjuk Ilahi, maka semakin kacaulah dunia ini.

Ikhwah fillah rahima kumullah
Muhammad Ali Ash Shobuny dalam kitab “At-Tibyaan fii Uluumil Qur’an” menyatakan bahwa Al Qur’an adalah kalamullah yang tiada bandingannya, yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW penutup para nabi dan rasul, dengan perantaraan malaikat Jibril as, ditulis dalam mushaf-mushaf yang disampaikan secara mutawatir. Mempelajarinya merupakan ibadah, dimulai dari surat Al Fatihah dan ditutup dengan surat An Naas.
Al Qur’an adalah lafazh yang diturunkan kepada Muhammad SAW bersama makna yang ditunjukkannya. Lafazh Al Qur’an adalah lafazh bahasa Arab yang gaya pengungkapannya sangat indah, fasih dan baligh. Tiada satu kalimat pun yang susunannya menyimpang dari kaidah bahasa Arab. Bahkan kepastian bahwa Al Qur’an berbahasa Arab telah dijelaskan oleh Allah SWT sendiri di antaranya melalui firmanNya dalam QS Yusuf : 2 :

“Sesungguhnya Kami menurunkan berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”.

Ikhwah fillah rahima kumullah
Sejarah telah membuktikan, bahwa Rasulullah membentuk jiwa luhur dan agung para sahabat dengan Al-Qur’an, menundukkan musuh-muuhnya dengan kemuliaan Al-Qur’an, bahkan membangun Negara terhebat, Madinah al-Munawarah dengan Al-Qur’an. Dengan berakhlaq Al-Qur’an

"Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung".2
Rasulullah mampu menunjukkan model kehidupan yang terbaik, sehingga beliau menjadi suri teladan utama bagi seluruh penduduk dunia.

“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” 3

“Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. “4

Islam yang merupakan simbol harus menjadi identitas kita, islam merupakan substansi yang harus menjadi keyakinan kita, dan islam merupakan operasional yang harus menjadi perilaku kita di dalam kehidupan. Kita taati Allah dan Rasul-Nya, kita terapkan konsep Al-Qur’an dalam semua aspek kehidupan maka kebahagiaan baik kini di dunia maupun di akhirat kelak akan kita raih.

“Dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”5
Ikhwah fillah rahima kumullah
Sudah saatnya kita Ruju’ Ila Allah kembali kepada Allah, back to Qur’an, kembali kepada Qur’an. Kita harus menjadi kekasih Al Quran, dengan cara :
1.Bangga karena memiliki Al Quran sebagai pedoman hidup terdahsyat
2.Senantiasa membaca dan mendengarkan Al Quran setiap hari, meski hanya satu juz
3.Senantiasa mempelajari tata cara membaca Al Quran, meliputi tajwid, makhorijul huruf, dan shifatul huruf, juga ilmu murattal
4.Senantiasa mengkaji kandungan Al Quran, meski hanya satu-persatu ayat
5.Senantiasa membumikan Al Quran, minimal yang sering dibaca, seperti al-Fatihah
6.Senantiasa mengajarkan dan mendakwahkan Al Quran, meski hanya satu ayat

Semoga Allah Yang Mahaagung senantiasa merahmati kita, dan dikaruniakan-Nya kepada kita kemampuan untuk selalu taat dan patuh pada-Nya. Amin yaa Rabbal ‘alaamin.
هدن الله وإياكم أجمعين وعفومنكم
و السلام عليكم ورحمةالله وبركاته  

Baca Selengkapnya......

PENGERTIAN DAKWAH SECARA FILOSOFIS

Pada dasarnya, dakwah dapat dipandang sebagai sebuah realitas, dakwah dapat dikaji dan dijelaskan melalui berbagai perspektif, seperti sosiologi, antropologi, sejarah. Politik, dan tentu saja filsafat. Ketika dakwah didekati dari sudut filsafat, maka akan segera muncul pertanyaan-pertanyaan mendasar yang harus segera dijawab. Misalnya, apakah dakwah itu? Apakah tujuan dakwah itu? Apakah dakwah diperlukan bagi kehidupan manusia? Mengapa manusia memerlukan dakwah? Apa akibatnya kalau tidak ada dakwah?
Pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan problem ontologis dakwah yang harus dijelaskan oleh filsafat dakwah. Karena ia mengkaji problem ontologis dengan sendirinya filsafat dakwah akan berurusan dengan pertanyaan apa yang diketahui atau esensi yang hendak dikaji atau suatu pengkajian teori-teori untuk mengetahui yang terdalam tentang sesuatu atau apa kenyataan (realitas) dari sesuatu itu.
Dakwah adalah terma yang terambil dari Al-Qur'an. Ada banyak ayat yang diantara kata-katanya sama dengan akar kata dakwah, yaitu dal, ain, wawu. Menurut hasil penelitian, Al-Qur'an menyebutkan kata da'wah dan derivasinya sebanyak 198 kali, tersebar dalam 55 surat dan bertempat dalam 176 ayat. Ayat-ayat tersebut sebagian besar (sebanyak 141) turun di Makkah, 30 ayat turun di Madinah dan 5 ayat dipertentangkan antara Makkah dan Madinah sebagai tempat turunnya, karena ada perbedaan tentang tempat turunnya Surat al-Hajj (QS 22), Yakni surat yang memuat kelima ayat tersebut.
Filsafat dakwah berdasarkan makna filsafat sebagai kegiatan berpikir sesuai hukum berpikir, dapat dirumuskan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari secara kritis tentang dan mendalam tentang dakwah dan respons terhadap dakwah yang dilakukan para da'i, sehingga orang yang didakwahi dapat menjadi manusia yang beriman serta berakhlak mulia. Pada prateknya, filsafat dakwah akan mempelajari secara kritis dan mendalam mengapa ajaran Islam perlu dikomunikasikan, disosialisasikan,, diinternalisasikan dan diamalkan? Mengapa keyakinan manusia perlu diluruskan? Mengapa pikiran manusia perlu dimerdekan dari anasir-anasir irasional? Mengapa jiwa manusia perlu dibersihkan dari hawa nafsu yang buruk? Mengapa nilai-nilai kemanusiaan perlu ditumbuhkembangkan. Inilah sederatan pertanyaan mendasar yang harus dijawab secara tuntas oleh filasaf dakwah.
Dan adapun pengertian dakwah menurut seorang pakar secara istilah diantaranya:
a. Dakwah adalah usaha yang mengarah untuk memperbaiki suasana kehidupan yang lebih baik dan layak sesuai dengan kehendak dan tuntunan kebenaran.
b. Dakwah adalah usaha membuka konfrontasi keyakinan di tengah manusia, membuka kemungkinan bagi kemanusiaan untuk menetapkan pilihannya sendiri.
c. Dakwah islam adalah dakwah kepada setandar nilai-nilai kemanusiaan dalam tingkah laku pribadi-pribadi didalam ubungan antar manusia dan sikap prilaku antar manusia.
d. Dakwah adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada benar yang benar sesuai dengan perintah tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
e. Dakwah merupakan suatu peruses usaha untuk mengajak agar orang berimamn kepada Allah, percaya dan mentaati apa yang telah diberitakan oleh rosul serta mengajak agar dalam menyembah kepada Allah seakan-akan melihatnya.
f. Dakwah adalah usaha mengubah situasi kepada yang lebih baik dan sempurna, baik kepada indivu maupun masyarakat.
g. Dakwah adalah gerakan untuk merealisasikan undang-undang (ihya al-Nidaham) Allah yang telah menurunkan kepada nabi Muhammad SAW.
h. Dakwah adalah mendorong (memotivasi) untuk manusia agar melaksanakan kebaikan dan mengikuti peeeetunjuk serta memerintah perbutan makruf dan memcegah dari perbuatan mungkar supaya mereka memperoleh kebahagiaan dunia dan akherat.
i. Dakwah adalah setiap usaha atau aktivitas dengan lisan atau lisan dan lainnya, yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainnya untuk beriman dan mentaati Allah SWT, sesuai dengan garis-garis aqidah dan syariat-syariat serta akhlak islamiyah.
Berbicara tentang hakikat, tentu kita membicaran sesuatu secara mandasar . Seorang penyanyi dangdut yang dengan lenggak-lenggok erotis di atas panggung menyanyikan lagu ajakn berbakti kepada Tuhan, adakah ia seorang da’i? Tentu saja penyanyi itu menyanyikan lagu dakwah, akan tetapi pada hakikatnya ia tidak sedang berdakwah. Dakwah tidak hanya kata-kata yang keluar dari mulut seorang da’i, melainkan hadir dari dalam jiwa seorang da’i. Maraknya kegiatan dakwah dewasa ini boleh jadi malah kontra dakwah karena secara hakikat ia telah keluar dari dakwah.
Sebagai suatu istilah, dakwah merupakan konsep khas Islam yang mengandung pengertian menyeru kepada hal yang positif, yaitu positif menurut nilai dan norma agama Islam. Secara umum, makna pokok yang menjadi “benang merah” dari pengertian dakwah yang berbeda-beda terletak pada tiga hal :
1. Amar ma’ruf nahi mungkar. Seluruh kegiatan dakwah pada dasarnya bertujuan untuk merealisasikan kebaikan (al-khoir) dan mengeliminasi segala hal yang menyebabkan orang semakin jauh dari jalan Tuhan Allah SWT.
2. Ishlah. Makna ishlah dari dakwah ini nampak kuat pada upaya dakwah untuk meningkatkan kualitas kebaikan dan menurunkan kadar keburukan di dalam masyarakat. Dalam makna ini dakwah dipahami sebagai segala upaya yang bertujuan untuk merubah kondisi negatif ke kondisi yang positif atau untuk memperbaharui dalam makna meningkatkan kondisi yang positif ke kondisi yang lebih positif lagi.
3. Dengan demikian dakwah pada dasarnya adalah bersifat taghyir (pengubah) dari realitas sosial yang tidak/belum ilahiyah menjadi berkondisi atau berwatak ilahiyah.
Hakikat dakwah bisa dilihat dari pribadi seorang da’i, bisa juga dari makna yang dipersepsi oleh masyarakat sebagai objek dakwah.
Hakikat dakwah :
- Dakwah sebagai tabligh
Dakwah sebagai tabligh wujudnya adalah mubaligh menyampaikan materi dakwah (ceramah) kepada masyarakat. Materi dakwah bisa berupa keterangan, informasi, ajakan, seruan, atau gagasan. Seorang mubaligh harus menjadi subjek dakwah yang sesungguhnya. Ia harus mampu melakukan kegiatan tablighnya dengan program yang tersusun rapih. Tidak melakukan tablighnya hanya menunggu undangan.
- Dakwah sebagai ajakan
Harus jelas tujuan dalam berdakwah, sehingga mad’u akan mengikuti ajakan da’i jika tujuannya menarik.
- Dakwah sebagai pekerjaan menanam
Berdakwah merupakan mendidik manusia agar mereka mampu melakukan segala hal sesuai dengan nilai-nilai islam. Mendidik merupakan menanamkan nilai-nilai ke dalam jiwa manusia.
- Dakwah merupakan pekerjaan menbangun
Sebagaimana sejarah telah membuktikan, dakwah islam telah mampu membangumn peradaban yang maju di segala bidang. Dengan nilai-nilai islam yang terus-menerus diinternalisasikan kedalam pribadi, keluarga, masyarakat, negara bahkan dunia msks akan terbangun kehidupan yang bermakna. Membangun bisa dalam arti membuat bangunan baru, atau juga mengganti bangunan yang telah ada yang membutuhkan energi yang lebih besar, karena terlebih dahulu harus membongkar bangunan yang telah ada. Dalam membangun diperlukan konsep, tenaga ahli dan bahan yang terbaik agar terciptanya bangunan yang baik, kuat dan tahan lama.

Baca Selengkapnya......

Rabu, Januari 13, 2010

Dakwah

Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.
Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata "Ilmu" dan kata "Islam", sehingga menjadi "Ilmu dakwah" dan Ilmu Islam" atau ad-dakwah al-Islamiyah.

Ilmu Dakwah

Ilmu dakwah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melaksanakan suatu ideologi, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan dakwah disebut "Da'i" sedangkan yang menjadi obyek dakwah disebut "Mad'u". Setiap Muslim yang menjalankan fungsi dakwah Islam adalah "Da'i".

Tujuan utama dakwah

Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Di antara raja-raja yang mendapat surat atau risalah Nabi SAW adalah kaisar Heraklius dari Byzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dari Persia (Iran) dan Raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia).

Fiqhud-dakwah

Ilmu yang memahami aspek hukum dan tatacara yang berkaitan dengan dakwah, sehingga para muballigh bukan saja paham tentang kebenaran Islam akan tetapi mereka juga didukung oleh kemampuan yang baik dalam menyampaikan Risalah al Islamiyah.

Dakwah Fardiah

Dakwah Fardiah merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Biasanya dakwah fardiah terjadi tanpa persiapan yang matang dan tersusun secara tertib. Termasuk kategori dakwah seperti ini adalah menasihati teman sekerja, teguran, anjuran memberi contoh. Termasuk dalam hal ini pada saat mengunjungi orang sakit, pada waktu ada acara tahniah (ucapan selamat), dan pada waktu upacara kelahiran (tasmiyah).

Dakwah Ammah

Dakwah Ammah merupakan jenis dakwah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Media yang dipakai biasanya berbentuk khotbah (pidato).
Dakwah Ammah ini kalau ditinjau dari segi subyeknya, ada yang dilakukan oleh perorangan dan ada yang dilakukan oleh organisasi tertentu yang berkecimpung dalam soal-doal dakwah.

Dakwah bil-Lisan

Dakwah jenis ini adalah penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah). dakwah jenis ini akan menjadi efektif bila: disampaikan berkaitan dengan hari ibadah seperti khutbah Jumat atau khutbah hari Raya, kajian yang disampaikan menyangkut ibadah praktis, konteks sajian terprogram, disampaikan dengan metode dialog dengan hadirin.

Dakwah bil-Haal

Dakwah bil al-Hal adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-Mad'ulah) mengikuti jejak dan hal ikhwal si Da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri penerima dakwah.
Pada saat pertama kali Rasulullah Saw tiba di kota Madinah, beliau mencontohkan Dakwah bil-Haal ini dengan mendirikan Masjid Quba, dan mempersatukan kaum Anshor dan kaum Muhajirin dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.

Dakwah bit-Tadwin

Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif.
Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada".

Dakwah bil Hikmah

Dakwah bil Hikmah Yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Dengan kata lain dakwah bi al-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif.
Dalam kitab al-Hikmah fi al dakwah Ilallah ta'ala oleh Said bin Ali bin wahif al-Qathani diuraikan lebih jelas tentang pengertian al-Hikmah, antara lain:
Menurut bahasa:
  • adil, ilmu, sabar, kenabian, Al-Qur'an dan Injil
  • memperbaiki (membuat manjadi lebih baik atau pas) dan terhindar dari kerusakan
  • ungkapan untuk mengetahui sesuatu yang utama dengan ilmu yang utama
  • obyek kebenaran(al-haq) yang didapat melalui ilmu dan akal
  • pengetahuan atau ma'rifat.
Menurut istilah Syar'i:
  • valid dalam perkataan dan perbuatan, mengetahui yang benar dan mengamalkannya, wara' dalam Dinullah, meletakkan sesuatu pada tempatnya dan menjawab dengan tegas dan tepat.

Baca Selengkapnya......

Kamis, Desember 10, 2009


Geliat Ilmu Dakwah Ilmu dakwah berkembang tidak hanya sekadar ceramah dan tabligh, namun juga dalam bentuk healing dan konseling.


Secara bahasa dai dapat dikatakan sebagai orang yang menyampaikan dakwah. Memang tidak ada data yang menyebutkan berapa jumlah dai di Indonesia. Namun tampaknya kebutuhan tenaga dai seakan tidak pernah habis. Contoh saja saat bulan ramadhan. Semua stasiun televisi pasti menampilkan penceramah agama untuk memberikan tuntunan. Fungsinya yang selalu dibutuhkan ternyata belum dapat menarik orang untuk belajar menjadi dai. Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof Dr Armai Arief, MA mengatakan, minat masyarakat untuk masuk ke jurusan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (Dakwah) masih kurang. ''Jumlahnya rata-rata memang stabil. Namun jumlahnya tidak banyak,'' ujar Armai.Kurangnya minat masyarakat terhadap jurusan ini antara lain karena pemahaman masyarakat yang kurang tepat terhadap jurusan ini. Ia mengatakan, masyarakat menganggap jika masuk ke jurusan ini maka akan menjadi dai yang berceramah dari satu masjid ke masjid lain. Padahal tidak seperti itu. Di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UMJ, mahasiswa diajarkan untuk menjadi juru dakwah yang berwawasan luas dan memiliki kemampuan mengembangkan pola dakwah yang profesional. Serta memiliki kemampuan menulis, berkomunikasi dan memiliki kemampuan manajemen yang baik.Melalui jurusan ini, tambah Armai, mahasiswa akan diajarkan cara-cara baru dalam menyiarkan dakwah. Yaitu berdakwah dengan menggunakan media komunikasi moderen. Karena, dakwah dalam jurusan ini diberikan secara terintegrasi dengan ilmu komunikasi. Jadi, mahasiswa diajarkan mengenai...

Baca Selengkapnya......
Bookmark and Share