Tampilkan postingan dengan label Tata Busana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Busana. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 13, 2010

TATA BUSANA


 1. Pengetahuan Tata Busana
Tata busana sangat berpengaruh terhadap penonton, karena sebelum seorang pemeran didengar dialognya terlebih dahulu diperhatikan penampilannya. Maka dari itu, kesan yang ditimbulkannya pada penonton mengenai dirinya tergantung pada yang tampak oleh mata penonton. Pakaian  yang tampak pertama kali akan membantu menggariskan karakternya, kemudian dari pakaiannya juga akan memperkuat kesan penonton. Sebelum membicarakan itu semua maka terlebih dahulu kita mengetahui tentang istilah tata busana pentas atau kostum pentas.
Segala sandangan dan perlengkapannya (accessories) yang dikenakan di  dalam pentas disebut dengan tata pakaian pentas. Bahkan bisa pemeran atau penari dalam pentas mengenakan pakaiannya sendiri, maka pakaian itu beserta perlengkapannya menjadi kostum pentasnya. Busana pentas meliputi semua pakaian, sepatu, pakaian kepala dan perlengkapannya, baik yang kelihatan maupun yang kelihatan oleh penonton.
2. Bagian-bagian Busana Pentas
Secara garis besar kostum dapat dibedakan atau digolongkan menjadi lima kelompok yaitu : Busana dasar, busana kaki, busana tubuh, busana kepala dan perlengkapan-perlengkapan atau accessories.
a. Busana dasar
Busana dasar yaitu bagian dari busana yang entah kelihatan maupun yang tidak terlihat, gunanya untuk membuat indah pakaian yang terlihat. Busana ini juga untuk membuat efek yang diperlukan dalam sebuah pertunjukan. Busana ini bisa berbentuk korset, stagen, rok simpai atau busana untuk membuat perut gendut, pinggul yang besar atau untuk membuat pemeran tampak gemuk. Contoh yang paling sederhana yaitu pakaian badut.
b. Busana kaki
Busana Kaki yaitu busana yang digunakan untuk menghias kaki pemeran. Busana ini bisa terdiri dari kaos kaki, sepatu ( olah raga, periodisasi, klasik, modern, kesatuan atau seragam dan lain-lain), sandal (modern, tradisional, klasik, rakyat atau keratin) sepatu atau sandal dari suku atau Negara tertentu yang mempunyai ciri khas tersendiri.
c. Busana tubuh atau body
Busana tubuh atau body yaitu busana yang dipakai tubuh dan  kelihatan oleh penonton. Busana ini meliputi blus, rok, kemeja, celana, jaket, rompi, jas, sarung dan lain-lain. Busana ini bisa pakaian tradisional dari suatu daerah, busana kenegaraan, busana modern atau busana fantasi yang diciptakan untuk tujuan pementasan dengan lakon tertentu.
d. Busana kepala
Busana Kepala yaitu pakaian yang dikenakan di kepala pemeran, termasuk juga penataan rambut. Corak pakaian kepala tentu saja tergantung dari corak busana yang akan dikenakan. Pakaian kepala dapat dimanfaatkan sebagai tanda atau pencitraan seorang pemain di atas pentas. Misalnya seorang raja ditandai dengan pemakaian mahkota, orang jawa dengan blangkonnya atau cowboy dengan topi laken. Gaya rambut juga kadang-kadang dimasukkan kedalam pakaian kepala meskipun ini termasuk bagian dari tata rias. Busana dan tata rias sangat erat kaitannya dengan melukiskan peranan hingga kedua hal tersebut perlu diperhatikan bersama.
e. Perlengkapan-perlengkapan/accessories
Accessories
yaitu pakaian yang melengkapi bagian-bagian busana yang bukan pakaian dasar atau yang belum termasuk dalam busana dasar, busana tubuh, busana kaki dan busana kepala. Pakaian ini ditambahkan demi efek dekoratif, demi karakter atau tujuan-tujuan lain. Misalnya kaos tangan, perhiasan, dompet, ikat pinggang, kipas dan sebagainya.
Selain accessories ada juga yang disebut dengan properties yaitu benda atau pakaian yang berguna untuk membantu akting permainan. Perbedaan antara accessories dan properties tidaklah begitu jelas, seringkali yang sedianya untuk properties tetapi kemudian berubah menjadi accessories begitu juga sebaliknya. Umpamanya, dompet yang dibawa oleh seorang pemeran hanya untuk melengkapi efek kostum adalah accessories, tetapi bila dompet tersebut digunakan untuk membantu akting maka dompet tersebut menjadi properties. Kemudian mantel dan topi yang harus ada pada tempatnya bila adegan mulai, atau yang dibawa oleh pelaku lain, ini dipandang sebagai properties, tetapi kalau mantel dan topi itu digunakan oleh pelaku maka ini disebut sebagai kostum. Jadi suatu accessories yang dikenakan oleh pemeran apabila tidak digunakan untuk membantu acting permainan maka tetap disebut sebagai accessories tetapi kalau barang itu digunakan untuk membantu permainan maka disebut dengan properties. Begitu juga dengan busana kalau tidak digunakan untuk main maka disebut sebagai properties tetapi kalau digunakan pada waktu permainan maka disebut sebagai kostum.
3. Tujuan dan Fungsi Tata Busana
Dalam pementasan tidak perlu perlengkapan kostum yang mahal tetapi yang diperlukan adalah efek dari kostum tersebut pada pementasan. Tata busana mempunyai tujuan yaitu :
  1. Membantu penonton agar mendapatkan suatu ciri atas pribadi peranan.
  2. Membantu memperlihatkan adanya hubungan peranan yang satu dengan peranan yang lain, misalnya sebuah seragam kesatuan.
Agar busana pementasan mempunyai efek yang diinginkan, maka busana harus menunaikan beberapa fungsi tertentu yaitu :
  1. Membantu menghidupkan perwatakan pelaku, artinya sebelum dia berdialog, busana yang dikenakan sudah menunjukkan siapa dia sesungguhnya, umurnya, kebangsaannya, status sosialnya, kepribadiannya. Bahkan tata busana dapat menunjukkan hubungan psikologisnyadengan karakter-karakter lainnya.
  2. Membantu menunjukkan individualisasi peranan, artinya warna dan gaya tata busana harus dapat membedakan peranan yang satu dengan peranan yang lain.
  3. Membantu memberi fasilitas dan membantu gerak pelaku, artinya pelaku harus dapat melaksanakan laku atau akting perannya tanpa terganggu oleh busananya. Busana tidak harus dapat memberi bantuan kepada pelaku tetapi busana harus sanggup menambah efek visual gerak, menambah indah dan menyenangkan dilihat disetiap posisi yang diambil pelaku. Hal ini sebagian besar tergantung pada temperamen dan kerja sama antara pelaku dan perencana. Pelaku yang pandai dan cukup latihan biasanya dapat menguasai busana yang sulit untuk dapat mencari efek visual yang menarik.
4. Macam-macam Tata Busana
Dalam penampilannya macam busana pentas bisa digolongkan dalam berbagai bentuk yaitu: busana historis, modern, nasional, tradisional, sirkus, fantastis, hewan dan sebagainya.
  1. Busana historis yaitu bentuk busana pentas yang spesifik untuk periode-periode berdasarkan sejarah dari kejadian lakon. Misalnya busana jaman Napoleon adalah serba ketat untuk pria dan jurk menjurai di atas lantai dengan rumbai dan rampel meriah bagi wanita. Busana pentas kerajaan Mojopahit akan berbeda dengan kerajaan Mataram.
  2. Busana modern yaitu bentuk busana pentas yang digunakan tak berbeda dengan pakaian yang digunakan sehari-hari dimasyarakat.
  3. Busana tradisional yaitu bentuk busana yang menggambarkan karakteristik spesifik secara simbolis dan distilir. Busana seperti ini  seringkali berlatar belakang sejarah terutama yang berhubungan dengan karakter tradisional, periode dan tempat yang khusus.
  4. Busana nasional yaitu busana yang menggambarkan secara khas dari suatu negara dan yang bersangkutan secara historis dan nasional. Misalnya busana tentara Jerman jaman Nazi atau tentara jepang diperang dunia II.
5. Cara merencanakan
Sebelum kita merancang busana untuk sebuah pementasan maka ada yang perlu kita pelajari adalah sebagai berikut.
a. Belajar tentang kehidupan dan watak yang akan dibawakan oleh pemeran, dengan cara bersama-sama menganalisa naskah.
b. Penelitian tentang periode sejarah dan busana nasional peran yang akan dibawakan, dengan cara meneliti sumber-sumber yang
ada, buku teks perihal tentang kostum, juga harus diteliti dokumen-dokumen, naskah-naskah perpustakaan yang memiliki bahan-
bahan yang serupa dengan cerita yang akan dibawakan.

Baca Selengkapnya......

Pakaian Wanita dan Pria Muslim Kasual hingga EtnikBERBICARA Busana Pakaian muslim, pasti tidak jauh dari urusan gamis, tunik, atau jilbab. Padahal, busana muslim bukan hanya milik para muslimah. Busana muslim pria pun memiliki jalur sendiri yang berkembang mengikuti tren.
Seperti halnya lini Busana Wanita kontemporer, gaya Busana Pakaian muslim pria pun berevolusi. Kini, bukan hanya baju koko yang dikenal masyarakat dan digunakan pada hari Jumat, pria muslim juga kerap menggunakan baju kurung ala Timur Tengah sebagai "seragam" saat menunaikan ibadah salat Jumat ( Busana Grosir).
Para desainer pun jeli melihat peluang yang ada. Mereka berbondong-bondong menggarap busana muslim khusus pria ( Busana Grosir). Maka itu, tidak heran bila kini semakin banyak dijumpai varian model, potongan, serta garis desain busana muslim pria. Lihat saja koleksi yang disajikan rumah mode Busana Wanita muslim Shafira.
Fenny Mustafa, sang desainer, berusaha memberi pendekatan yang lebih etnis terhadap rancangannya. Hal tersebut, ungkap Fenny, dilakukan sejalan dengan tema besar yang diambilnya untuk tren 2009, yakni Exotic Asia ( Busana Import). Menurut Fenny, koleksinya kali ini mengangkat kekayaan budaya dan tradisi Asia yang beragam.
"Masyarakat Asia memiliki gaya busana yang sangat bervariasi dan kaya budaya," ujarnya.
Nuansa etnis kental terlihat, terutama dari koleksi busana prianya. Jangan lagi berharap melihat baju koko putih dengan hiasan bordir sederhana. Fenny justru menghadirkan koleksi kemeja kurung, baju koko ( Busana Import) dengan aksen bordir, dan sulam dalam gaya kontemporer. Kombinasinya, celana longgar atau sarung. Warnanya pun tidak lagi putih. Barisan palet agresif seperti merah, ungu gelap, serta emas menyemarakkan koleksinya. Sesekali syal bermotif etnis menemani rancangannya.

Baca Selengkapnya......

Etika Berbusana dan Berpakaian

Etiket sangat diperlukan bila bersosialisasi dengan lingkungan mahluk hidup dan alam. Bila bersosialisasi berkomunikasi dengan mahluk hidup bisa dengan manusia, binatang atau flora sekitar kita.
Saat berkomunikasi dengan sesama manusia diperlukan tatakrama mulai dari etiket berkomunikasi, etiket di rumah, di sekolah, di tempat umum, di perjalanan, etiket dalam berbusana, serta dalam pergaulan.
Demikian pula dengan etiket berpakaian dan berbusana. Dalam bersosialisasi dengan segala lapisan kita harus mengedepankan etika tersebut bila ingin dihargai. Tampilan berbusana adalah tampilan kualitas budaya, kepribadian dan moral manusia.
Etika dan etiket dalam berbusana tergantung juga pada faktor kondisi budaya, adat, agama, sosial ekonomi, waktu dan lingkungan.
Kadangkala etiket tersebut tidak bersifat universal bila dalam kondisi yang berbeda. Misalnya, bila menghadiri perkawinan di suku pedalaman papua, di desa Jawa, di perumahan kota dan hotel berbintang lima sangat berbeda. Kadangkala tidak memakai baju, memakai sandal, memakai kaos, tidak berjas adalah normal dalam tempat tertentu tetapi kadang tidak beretiket ditempat tertentu.
Tetapi sebenarnya ada aturan atau tips umum yang dapat digunakan dalam semua keadaan di antaranya adalah :
1. Ditempat umum sebaiknya berpakaian sopan, tidak mengumbar anggota tubuh tertentu yang terlarang.
2. Berpakaian bersih, rapi dan tidak berbau.
3. Berpakaian harus disesuaian kondisi, baju renang tidak boleh ditempat umum. Demikian pula baju kaos sebaiknya tidak dipakai dalam suasana formal seperti seklah, kantor, seminar, pertemuan bisnis resmi, seminar, perkawaninan dan sebagainya.
4.Celana jins sebaiknya dipakai hanya dalam keadaan non formal, dalam keadaan semi formal sebaiknya dikombinasi dengan jas atau blazer. Dalam keadaan formal sebaiknya tidak dipakai.
5.Pemilihan asesoris seperti topi, gelang,b kalung, kacamata juga sangat penting untuk disesuaikan dengan kondisi dan suasana
6. Suasana formal seperti perkawinan, pemakaman, pelantikan jabatan, gelar, harus memakai baju formal
7.Pemilihan warna dan model sepatu, baju dan topi juga harus disesuaikan dengan situasi dan waktu. Warna gelap, warna cerah dan warna lembut dijadikan dasar pemilihan busana menyesuaikan kondisi. Demikian juga model baju formal, semi formal dan non formal.
8.Pemilihan jenis baju saat hendak bertemu dengan orangtua, atasan atau orang yang dihormati

Baca Selengkapnya......

Pengertian Busana, dan Macam-Macamnya

 Istilah busana merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Istilah busana berasal dari bahasa sanskerta yaitu “bhusana” dan istilah yang popular dalam bahasa Indonesia yaitu “busana” yang dapat diartikan “pakaian”. Namun demikian pengertian busana dan pakaian terdapat sedikit perbedaan, dimana busana mempunyai konotasi “pakaian yang bagus atau indah” yaitu pakaian yang serasi, harmonis, selaras, enak di pandang, nyaman melihatnya, cocok dengan pemakai serta sesuai dengan kesempatan. Sedangkan pakaian adalah bagian dari busana itu sendiri.
Busana dalam pengertian luas adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Secara garis besar busana meliputi :
1. Busana mutlak yaitu busana yang tergolong busana pokok seperti baju, rok, kebaya, blus, bebe dan lain-lain, termasuk pakaian dalam seperti singlet, bra, celana dalam dan lain sebagainya.
2. Milineris yaitu pelengkap busana yang sifatnya melengkapi busana mutlak, serta mempunyai nilai guna disamping juga untuk keindahan seperti sepatu, tas, topi, kaus kaki, kaca mata, selendang, scraf, shawl, jam tangan dan lain-lain.
3. Aksesoris yaitu pelengkap busana yang sifatnya hanya untuk menambah keindahan sipemakai seperti cincin, kalung, leontin, bross dan lain sebagainya.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa busana tidak hanya terbatas pada pakaian seperti rok, blus atau celana saja, tetapi merupakan kesatuan dari keseluruhan yang kita pakai mulai dari kepala sampai ke ujung kaki, baik yang sifatnya pokok maupun sebagai pelengkap yang bernilai guna atau untuk perhiasan. Pemahaman hal di atas sangat penting sekali bagi seseorang yang akan berkecimpung di bidang tata busana.
Pemakaian istilah busana dalam Bahasa Inggris sangat beragam, tergantung pada konteks yang dikemukakan, seperti :
a. Fashion lebih difokuskan pada mode yang umumnya ditampilkan seperti istilah-istilah mode yang sedang digemari masyarakat yaitu in fashion, mode yang dipamerkan atau diperagakan disebut fashion show, sedangkan pencipta mode dikatakan fashion designer, dan buku mode disebut fashion book.
b. Costume. Istilah ini berkaitan dengan jenis busana seperti busana nasional yaitu national costume, busana muslim disebut moslem costume, busana daerah disebut traditional costume.
c. Clothing, dapat diartikan sandang yaitu busana yang berkaitan dengan kondisi atau situasi seperti busana untuk musim dingin disebut winter clothing, busana musim panas yaitu summer clothing dan busana untuk musim semi disebut spring cloth.
d. Dress, dapat diartikan gaun, rok, blus yaitu busana yang menunjukkan kesempatan tertentu, misalnya busana untuk kesempatan resmi disebut dress suit, busana seragam dikatakan dress uniform dan busana untuk pesta disebut dress party. Dress juga menunjukkan model pakaian tertentu seperti long dress, sack dress dan Malaysian dress.
e. Wear, istilah ini dipakai untuk menunjukkan jenis busana itu sendiri, contoh busana anak disebut children’s wear, busana pria disebut men’s wear dan busana wanita disebut women’s wear.

Baca Selengkapnya......
Bookmark and Share