Tampilkan postingan dengan label Perguruan Tinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perguruan Tinggi. Tampilkan semua postingan
Senin, Juni 07, 2010
NEW YORK -
Berada di alam terbuka selama 20 menit sama diketahui dapat meningkatkan
kesegaran tubuh manusia. Khasiat tersebut sama setara dengan meminum
segelas kopi.
Label:
Perguruan Tinggi
Penulis
Fauqi F.
pada
Senin, Juni 07, 2010
0
komentar
ITB Mencari Mahasiswa Pintar tapi Gaul
Indonesia mengenal ITB seperti halnya ITB mengenal Indonesia. Lulusan ITB mengisi pos-pos penting di republik ini. Kampus yang resmi berdiri pada 2 Maret 1959 (dengan nama ITB) ini kini bertengger di peringkat 351 kampus terbaik dunia. Di Indonesia, ITB duduk di peringkat ketiga di bawah UI dan UGM.
“Kami menjaring individu-individu berkualitas, yang pintar tapi gaul,” kata Direktur Pendidikan Direktorat Pendidikan ITB Kadarsyah Suryadi.
Artinya, kata Kadarsyah, ITB mencari mahasiswa yang bukan hanya pintar secara kognitif, tapi sekaligus mampu merefleksikan perkembangan gaya hidup dan ilmu pengetahuan.
Salah satu dari tujuh kampus di Indonesia yang berstatus badan Hukum milik negara (BHMN) ini membuka tiga jalur penerimaan mahasiswa baru.
Selain seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), ITB juga membuka jalur lain secara mandiri. Jalur pertama, melalui penelusuran minat bakat dan potensi (PMBP). PMBP digelar di Jakarta, Bandung, Medan, Balikpapan, Pekanbaru, Makasar, Denpasar, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya.
Namun, PMBP di daerah telah rampung pada Maret lalu.Mahasiswa hasil seleksinya pun telah diketahui. PMBP juga digelar secara terpusat di Kota Bandung yang akan digelar pada 29 dan 30 Mei 2010. Pendaftaran PMBP terpusat sudah dimulai sejak 19 April lalu hingga beberapa hari menjelang pelaksanaan tes. Di jalur ini tersedia 1.000 kursi.
PMBP ITB menyertakan dua pilihan fakultas yang tidak diikutsertakan di SNMPTN yakni Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) yang menyediakan 160 kursi dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) 100 kursi.
ITB juga menyelenggarakan program kemitraan. Untuk program ini, ITB menggandeng pemerintah daerah, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta yang menjadi mitra ITB.
“Beberapa pemerintah daerah juga sudah mengajukan nama-nama untuk kami seleksi termasuk Pemprov Jabar. Seleksinya sudah rampung berbarengan dengan PMBP di daerah,” jelas Kadarsyah.
Dia melanjutkan, berkuliah di ITB banjir beasiswa. Ada beasiswa ITB untuk semua (BIUS) yang dipelopori para alumni ITB.
Ada pula Bidik Misi, beasiswa program pemerintah pusat. Kedua beasiswa ini mencari calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik mumpuni namun penghasilan keluarga per bulannya di bawah upah minimum kabupaten/kota.
Sebanyak 100 kursi sudah disiapkan untuk mahasiswa yang menerima beasiswa BIUS. Beasiswa Bidik Misi dan BIUS menanggung semua biaya sekolah dan biaya hidup mahasiswa selama menempuh studi. Untuk Bidik Misi, ITB mendapat jatah 450 kursi. ITB juga menyediakan beasiswa ekonomi lemah.
“Yang ini untuk mahasiswa yang penghasilan orangtuanya di atas UMK, tapi masih belum cukup,” jelas Kadarsyah. Syaratnya antara lain, orang tua calon harus PNS Golongan I dan Golongan II atau guru dengan besar gaji tidak melebihi gaji PNS golongan II.
Orang tua calon mahasiswa juga bisa anggota TNI/Polri setinggi- tingginya berpangkat bintara, pensiunan PNS Golongan III dan keluarga berpenghasilan rendah seperti halnya petani,nelayan,dan lain-lain.
Beasiswa ini membebaskan mahasiswa dari biaya pendidikan di muka (BPM). ITB juga memberikan beasiswa minat. Beasiswa ini diberikan kepada peminat program studi tertentu yang kurang dikenal masyarakat, meskipun keahliannya sangat diperlukan di pasar kerja nasional maupun global, seperti halnya Astronomi, Oseanografi, Meteorologi, Teknik Metalurgi, dan Teknik Fisika.
Label:
Perguruan Tinggi
Penulis
Fauqi F.
pada
Senin, Juni 07, 2010
0
komentar
UII Serius Menuju Internasionalisasi
Mereka bahkan berusaha menembus kriteria lembaga pemeringkatan lainnya seperti Time Higher Education Suplement (THES) dan Shanghai jiao Tong yang memiliki kriteris lebih berat dari Webometric.
“Untuk menuju internasionalisasi UII serius untuk mengembangkan berbagai program,” kata Rektor UII Prof Dr Edy Suandi Hamid, Msc.
Edy menambahkan sebagai bukti UII serius menembus kriteris THES, tahun 2009 lalu UII sudah ikut berpartisipasi pada program QS-Star yang diperuntukan bagi perguruan tinggi di Indonesia. QS-Star ini akan mengevaluasi perguruan tinggi berdasarkan pencapaian yang telah diperoleh perguruan tinggi tertentu.
“UII merupakan satu dari 15 perguruan tinggi di Indonesia yang mendapatkan penawaran ini,” paparnya.
Sebelumnya, kata Edy, di bulan Juli 2008 UII mulai tercatat di rangking 4.425 versi Webometric. Kemudian dengan didukung tim website UII, per Januari 2009 peringkatnya naik menjadi 3.821. Di akhir Juli 2009 bahkan naik lagi menjadi 3.058. Terbaru rilis akhir Januari 2010 silam posisi UII telah berada di 2.422.
“Posisi kita terus naik. Sedangkan di Asia Tenggara kita berada di posisi 74 setelah berada di peringkat 88 sebelumnya,” jelas Edy.
Baca Selengkapnya......
Label:
Perguruan Tinggi
Penulis
Fauqi F.
pada
Senin, Juni 07, 2010
0
komentar
Jumlah Doktor Lulusan UII Meningkat
Ilustrasi: ist.
Setidaknya ada enam orang doktor baru di kampus UII. yaitu Albani Musyafa, ST, MT, Ph.D; Dr Ir Sri Amini Yuni Astuti, MT; Dr Jaka Nugraha, S.Si, M.Si; Izzati Muhimmah, ST, M.Sc, Ph.D; Miftahul Fauziah, ST, MT, Ph.D; dan Dr Suparman Marzuki, SH, M.Si.
Rektor UII Prof Dr Edy Suandi Hamid, M.Ec dalam upacara penyambutan para doktor baru beberapa waktu lalu menyatakan, dengan bertambahnya keenam doktor itu, UII kini memiliki 73 orang staf edukatif dengan jenjang pendidikan strata tiga atau doktoral.
Sedangkan yang masih menempuh studi doktoral berjumlah 78 orang. Menurut Edy, penambahan doktor akan berimplikasi besar terhadap perkembangan universitas dalam menjalankan tugas utamanya sebagai institusi pendidikan tinggi.
“Dulu, gelar strata satu sudah sangat membanggakan, tapi saat ini gelar doktorpun sudah hampir dianggap biasa saja. Maka yang dipandang saat ini tidak lagi dari sisi formalnya, melainkan karya yang dihasilkan,” katanya.
Senada dengan Rektor UII, Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr Luthfi Hasan, MS mengungkapkan, perkembangan UII tidak dapat diraih dengan rutinitas seperti kegiatan biasa dilakukan. Peran doktor baru dapat berperan dengan melakukan
pengembangan-pengembangan baru di UII.
“Kembalinya para doktor untuk aktif di institusi ini akan dihadapkan dengan kegiatan rutinitas. Yang diperlukan adalah perkembangan, bukan melanjutkan rutinitas”, tegas Luthfi.
Selain itu, Ketua PYBW yang juga Guru Besar FTSP UII ini juga mengingatkan, agar para doktor baru UII dapat menjaga etika keilmuan yang sudah dimiliki. Luthfi mengingatkan fenomena plagiat yang sempat mencuat beberapa waktu yang lalu, “Sudah ada gejala-gejala yang menunjukkan kurangnya etika keilmuan, termasuk yang juga dilakukan akademisi sekelas doktor”, katanya.
Sumber:okezone.com
Baca Selengkapnya......
Label:
Perguruan Tinggi
Penulis
Fauqi F.
pada
Senin, Juni 07, 2010
0
komentar
Kamis, April 22, 2010
100 Perguruan Tinggi Terbaik se Asia
Tamat Kuliah apakah masih bingung cari perguruan tinggi? daftar berikut ini menampilkan peringkat terbaik perguruan tinggi yang diukur dari situs onlinenya alias web resminya oleh barometrics, www.webometrics.info
Metodologi yang digunakan Webometrics dalam penyusunan ranking didasarkan pada 4 unsur penilaian, yaitu :
- Visibilitas (50%) = banyaknya link eksternal yang terkandung website
- Ukuran (20%) = jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari seperti : Google, Yahoo, Live Search dan Exalead
- Jumlah File (15%) = banyak file akademik dan kegiatan publikasi penelitian berupa file .pdf, .ps, .doc, .ppt
- Google Schoolar (15%) = banyak file website yang diambil melalui Google Scholar
Klasifikasi Berikut menggambarkan jumlah perguruan tinggi (PT) tiap negara di Asia yang masuk dalam 100 perguruan tinggi Asia berdasarkan pemeringkatan barometrics.
1. China (35) : terdiri 18 China Taiwan, 11 China, dan 6 China Hongkong
2. Jepang (25)
3. Korea Selatan (9)
4. Thailand (8)
5. Israel (7)
6. Turki (6)
7. Singapura (2)
8. Saudi Arabia (2)
9. Indonesia (2) : UGM dan ITB
10. Malaysia (1)
2. Jepang (25)
3. Korea Selatan (9)
4. Thailand (8)
5. Israel (7)
6. Turki (6)
7. Singapura (2)
8. Saudi Arabia (2)
9. Indonesia (2) : UGM dan ITB
10. Malaysia (1)
Nah masih binggung.. coba saja deh mendaftar di perguruan tinggi yang keren berikut ini. Berikut daftar 100 peringkat perguruan tinggi Asia yang didasarkan pada pemeringkatan situs :
Baca Selengkapnya......
Label:
Perguruan Tinggi
Penulis
Fauqi F.
pada
Kamis, April 22, 2010
1 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
