Tampilkan postingan dengan label ilmu Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu Psikologi. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 03, 2011

Nonton TV Sebabkan Serangan Jantung dan Kanker


Para penikmat televisi dan orang-orang yang terlalu banyak duduk, beresiko tinggi terkena serangan jantung dan kanker
Jika setiap hari menonton televisi, maka resiko kematian akibat terkena serangan jantung meningkat 1/5 kali. Begitu pula dengan aktivitas sendiri, seperti mengemudi dan duduk di depan komputer, beresiko besar terkena penyakit serius, demikian kesimpulan para peneliti Australia.
Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang menghabiskan waktu lebih dari empat jam menonton televisi, 80 persen cenderung meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan jantung, dibandingkan mereka yang menonton televisi kurang dari dua jam.
Dengan menelusuri gaya hidup 8.800 orang dewasa dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, peneliti juga menemukan bahwa mereka yang senang menonton tv lebih beresiko meninggal karena kanker.
Hasil penelitian tersebut dimuat dalam jurnal kesehatan Circulation: Journal of the American Heart Association edisi bulan ini.
Pemimpin penelitian Prof David Dunstan, dari Baker IDI Heart and Diabetes Institute di Victoria mengatakan, “Kebanyakan orang, sehari-hari mereka punya kebiasaan pindah dari satu kursi ke kursi lainnya–dari kursi mobil ke kursi kantor, lalu ke kursi di depan televisi.”
“Bahkan jika seseorang memiliki bobot tubuh yang sehat, duduk untuk jangka waktu yang lama memiliki dampak yang tidak sehat bagi kadar gula tubuh dan lemak dalam darah.”
Para peneliti memeriksa tingkat kadar kolesterol dan gula darah mereka–sebagai indikator kunci kesehatan–dan berapa jam mereka habiskan untuk menonton televisi.
Dalam enam tahun, sebanyak 87 orang meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler, dan 125 orang meninggal karena kanker.
Penelitian yang dilakukan itu mengesampingkan faktor resiko lainnya, seperti merokok dan tekanan darah tinggi.
Para peneliti menganjurkan agar orang-orang menghindari kebiasaan duduk dalam jangka waktu yang lama, untuk mengurangi resiko terbentuknya penyakit.

Baca Selengkapnya......

Desain Pendidikan Bebas Untuk Anak Jalanan

Para pengelolah dan praktisi pendidikan di negeri ini selalu saja memahamipersoalan pendidikan ini dengan kacamata konservatif sehingga tanpa sadar pendidikan formal berubah menjadi ruang status quo.  Lalu posisi keluarga itu sendiri dimana, bagi anak jalanan, keluarga mereka tentu tidak bisa mendidik sepertihalnya keluarga mapan yang bisa mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Namun ternyata tidak sekedar selesai ditaraf mencukupi saja, adanya pemahaman dan persepsi yang harus dibangun tentang masyarakat dan keluarga modern dengan standarisasi dan klaifikasi tertentu yang membangun persepsi dasar bahwa anak jalanan adalah bentuk kehidupan anak yang tidak modern sehinga tidak ada ruang buat mereka dalam kehidupan yang serba canggih ini.
Bukanlah satu hal yang mengada-ada bila kemudian para orang tua lebih memilih untuk memperpanjang proteksi anak-anaknya untuk berada di dalam rumah sebab lingkungan di luar rumah dianggap sebagai “liar”  dan mengancam masa depan anaknya. Pilihan untuk memperpanjang masa proteksi anak-anak inilah yang kemudian ditangkap sebagai peluang dagang oleh para pengusaha.
Belakangan ini dengan mudah kita bisa melihat berbagai produk atau media untuk membantu penyiapan masa transisi anak-anak. Program televisi yang jelas menggunakan kata (televisi) PENDIDIKAN INDONESIA adalah salah satu contoh terbaiknya. Selain itu berbagai media cetak juga mengeluarkan berbagai produk bagaimana menyiapkan anak secara “baik dan benar” dalam rangka pengembangan sumber daya pembangunan. Para orang tua pada. gilirannya akan lebih mengacu pada berbagai media itu sendiri dibandingkan pada peristiwa sehari-hari yang dialami oleh anaknya.
Dalam posisi ini, peluang untuk memposisikan anak janan sebagai sampah masyarakat nampak semakin jelas. Karena tidak mungkin mereka (
anak jalanan) mampu menghidupi dirinya dengan jalan konstruktif seperti itu. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Paulo Freire sebagai peletak dasar dari filosofi pendidikan kritis, bahwa dalam posisi ini anak jalanan mengalami penindasan yang tidak berkesudahan sehingga mereka tidak bisa menemukan konteks hidup dalam realitas mereka. Disisi lain Erich Fromm menjelaskan secara mental pisikologis manusia menuntut dirinya untuk bebas dan lepas dari segala bentuk penindasan. 
Ini tentu tidak dipatkan pada setiap individu anak jalanan, ruang kebebasan mereka terus dibatasi oleh berbagi macam bentuk penyingkiran dan streotip yang menganggap mereka sebagi perusuh dan biang keladi kekacauan tatanan kota.
Pandangan dominan ini, masih memvonis 
Anak jalanan sebagai “anak liar”, “kotor” “biang keributan”, dan “pelaku kriminal”. Adanya stigmatisasi ini tentu saja akan melahirkan tindakan-tindakan yang penuh prasangka dan cenderung akan mengesahkan jalan kekerasan di dalam menghadapi anak jalanan. Seandainya-pun terjadi berbagai bentuk kekerasan yang keji dan tidak manusiawi atau sampai menghilangkan nyawa, peristiwa tersebut belum tentu menjadi kegelisahan dan menggelitik hati nurani publik. Atau bisa jadi ada pihak yang justru mensyukuri dan menilai bahwa peristiwa tersebut memang layak diterima oleh anak-anak jalanan. 
Menghapus stigmatisasi di atas menjadi sangat penting. Patut disadari bahwa anak-anak jalanan adalah korban baik sebagai korban di dalam keluarga, komunitas jalanan, dan korban pembangunan. Untuk itu kampanye perlindungan terhadap anak jalanan perlu dilakukan secara terus menerus setidaknya untuk mendorong pihak-pihak di luar anak jalanan agar menghentikan aksi-aksi kekerasan, memberi ruang pendidikan.
Untuk mengarah kesana, tentu pendidikan dan desain 
pembelajaran mereka tidak sama dengan bentuk dan desain pendidikan formal yang selama ini terus dipromosikan menjadi yang terbaik. Akan tetapi, dibutuhkan ruang yang berbeda untuk mewadahi mereka yang secara basic dan pengalaman berbeda dengan anak-anak yang cukup beruntung bersekolah di ruang yang penuh fasilitas dan desain pembelajaran yang serba mahal.
a

Baca Selengkapnya......

Pemisahan Kelas Laki-laki dan Perempuan

Kajian terbaru  menunjukkan, lebih dari 700.000 orang pelajar perempuan di Inggris mendapati mereka yang belajar di sekolah perempuan lebih cerdas berbanding dengan pelajar di sekolah campuran (pria/wanita).
keterangan foto santriwan/wati itu diPPMI Assalaam
Penelitian, yang dilakukan atas nama the Good Schools Guide didapati,  rata-rata semua dari 71.286 perempuan yang mengikuti program sekolah menengah (the General Certificate Secondary Education/GCSE) di sekolah sesawa perempuan antara tahun 2005 dan 2007 lebih baik hasilnya. Sementara itu,  lebih dari 647.942 perempuan yang ikut ujian di sekolah campuran (pria/wanita) 20% lebih buruk daripada yang diharapkan.
Janette Wallis, Redaktur Good Schools Guide, mengatakan kepada Koran the Guardian, “Banyak orangtua akan memandang keuntungan sekolah untuk laki-laki dan perempuan, seperti fakta bahwa gadis dan anak laki-laki berpendidikan secara berdampingan menyiapkan mereka untuk dunia kerja dan hidup.”
Hasil kajian ini dipredisi mencetuskan debat mengenai masa depan sekolah perempuan yang jumlahnya sejak 1970-an mengecil hanya 221.000 pelajar sementara  pelajar pria mencapai 160.000 anak dari jumlah keseluruhan 3.5 juta pelajar di Inggris. 

Baca Selengkapnya......

Siswa dan Guru Sebagai Penunjang Kegiatan Ekstrakurikuler

Siswa dan Guru sebagai elemen penting prosesi belajar mengajar disekolah, memberikan tunjangan yang besar dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler. Sejauhmanakah keduanya saling memberikan tunjangan bagi kemajuan sekolah dan penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler.
Anak didik sebagai bagian pelaku dalam proses belajar mengajar merupakan bagian dari elemen pendidikan yang berinteraksi secara dinamis dalam pergaulannya. Di dalam pergaulan sehari-hari tentunya terjadi interaksi sosial antara individu yang satu dengan yang lain atau individu dengan kelompok dan di dalam interaksi tersebut tentunya tidak terlepas dari adanya saling mempengaruhi satu sama lain. Interaksi antara siswa yang satu dengan siswa yang lain sangat besar pengaruhnya terhadap daya rangsang siswa untuk mengikuti setiap kegiatan ekstra kurikuler di suatu lembaga pendidikan.
Pendidik yang dalam hal ini adalah guru, merupakan bagian dari elemenpembelajaran yang sangat penting bagi sekolah (alat pendidikan yang paling utama ialah guru sendiri). Guru itulah yang akan bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didiknya. Semua kegiatan yang dilakukan dalam interaksi pembelajaran selalu terarah kepada tujuan pembelajaran secara optimal; jadi tujuan yang akan dicapai merupakan patokan atau batas-batas dari kegiatan interaksi proses belajar mengajar. Guru sebagai penyelengara atau sebagai motor (pendorong) dalam proses belajar mengajar di sekolah sudah mempersiapkan segala sesuatunya, seperti bahan, metode yang dipakai, dan perlengkapan lain sebagai faktor pendukung yang dipakai dalam proses pendidikan. Dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan secara umum, maka guru merupakan faktor penting, dengan demikian guru harus dapat memberikan pengetahuan tambahan di luar jam pelajaran yang mana materinya harus relevan dengan apa yang diamanatkan dalam tujuan pendidikan.

Baca Selengkapnya......

Sejarah Lahirnya Konsep Mastery Learning

Konsep mastery learning sebenarnya bukanlah menjadi barang baru dalam bidang pendidikanmerunut sejarah munculnya konsep mastery learning, konsep ini telah dikembangkan oleh Carleton Wasburne dan teman-temannya pada tahun 1920 dan oleh Prof. Henry C. Morrison di Laboratory School Universitas Chicago tahun 1926 kemudian model Mastery Learning ini dikembangkan oleh Bloom dan Carrol pada tahun 1963 berdasarkan penemuannya mengenai model belajar yaitu "Model School Learning".[1]
Dalam model yang paling sederhana, Carrol mengemukakan bahwa jika setiap siswa diberikan waktu sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai suatu tingkat penguasaan, dan jika dia menghabiskan waktu yang diperlukan, maka besar kemungkinan siswa akan mencapai tingkat penguasaan kompetensi. Tetapi jika siswa tidak diberi cukup waktu atau dia tidak dapat menggunakan waktu yang diperlukan secara penuh maka tingkat penguasaan kompetensi ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang benar-benar digunakan untuk belajar dibagi dengan waktu yang diperlukan untuk menguasai kompetensi tertentu. Hal ini oleh Block dinyatakan sebagai berikut:
Degree of learning = f clip_image002[2]
Dalam hal ini bakat bukan diartikan sebagai kapasitas belajar tetapi sebagai kecepatan belajar atau laju belajar.
Ini berarti bahwa siswa yang berbakat tinggi akan dapat menguasai bahan dengan cepat sedangkan siswa yang berbakat rendah akan menguasai bahan dengan lambat. Jadi apabila siswa memerlukan 10 jam untuk menguasai dengan tuntas bahan pelajaran, tetapi ia hanya menggunakan 8 jam untuk belajar, maka pada dasarnya ia hanya akan mencapai 80% penguasaan terhadap bahan yang dipelajarinya.
Makin lama siswa menggunakan waktu secara sungguh-sungguh untuk belajar, makin tinggi tingkat penguasaan terhadap bahan yang dipelajarinya.
Model dari Carrol yang masih bersifat konseptual ini akhirnya diubah oleh Benyamin S. Bloom menjadi model operasional. Menurut Bloom apabila bakat siswa terdistribusi secara normal dan kepada mereka diberikan cara penyajian dengan kualitas yang sama dan waktu belajar yang sama, maka hasil belajar yang dicapai akan terdistribusikan secara normal pula. Disini korelasi antara bakat dan hasil belajar sangat tinggi.
Tetapi apabila bakat siswa terdistribusi secara normal dan setiap siswa atau individu diberikan cara penyajian yang optimal dan waktu belajar sesuai dengan yang dibutuhkan siswa maka sebagian besar siswa dapat diharapkan akan mencapai tingkat penguasaan bahan yang tinggi. Dalam hal ini korelasi antara bakat dan hasil belajar dapat dikatakan tidak ada.
Kemudian perkembangan yang pesat dalam dunia pendidikan pada abad ke-20 ini membawa kita untuk mempertimbangkan suatu pandangan tentang kemampuan siswa yang dapat ditingkatkan semaksimal mungkin dengan usaha yang efektif dan efisien, yaitu dengan strategi mastery learning.
Di Indonesia strategi mastery learning ini dipopulerkan oleh Badan Pengembangan Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dikaitkan dengan pembaharuan kurikulum di berbagai jenis lembaga pendidikan.[3]
[1] B. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), 99
[2] Depdiknas, Pedoman Pembelajaran Tuntas (Mastery Learning) (Jakarta: 2003), 9
[3] B. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), 99

Baca Selengkapnya......

Kamis, Mei 06, 2010

OPTIMALKAN KECERDASAN ANAK MELALUI SENAM OTAK

Otak manusia terdiri dari bermilyar-milyar sel. Terbagi menjadi dua belahan, kiri dan kanan. Otak kiri berperan dalam penglihatan, kata hati, impuls dan tegang, refleks, gambar keseluruhan, naluri mempertahankan hidup, hal-hal yang berkaitan dengan logika/fakta, suka menganalisis, aktif, tegas. Sedangkan otak kanan berperan dalam pendengaran, coba-coba, cemas, khawatir, percaya takhayul, spontanitas, suka berimajinasi, suka warna. Sedangkan otak tengah merupakan implementasi dari otak kiri dan otak kanan yakni: saya lakukan yang terbaik, saya ingat, saya menang, saya berkembang, saya mencapai dan saya mau.


Anehnya dari hasil penelitian hampir 85 persen orang di dunia ini ternyata hidup dengan mengandalkan otak kiri saja. Sebagian dari sisanya menggunakan kombinasi keduanya, dan sebagian lagi memakai otak kanan.

Dari segi fungsi, otak yang terdiri dari dua belahan kiri dan kanan itu seolah memiliki tiga dimensi yang saling berhubungan. Dengan mengoptimalkan penggunaan seluruh bagian ini, fungsi otak dapat dioptimalkan. Sayang, tak semua orang mampu melakukannya. Salah satu cara mengoptimalkan penggunaan semua dimensi otak adalah senam otak.

Kecerdasan seorang anak dipengaruhi oleh faktor genetik atau turunan dan faktor stimulasi. Nah senam otak ini membantu meningkatkan kecerdasan anak melalui berbagai stimulasi gerakan

Senam otak

Senam otak atau lebih dikenal dengan sebutan brain gym, sebenarnya adalah gerakan tubuh yang bias merangsang kerja dan fungsi otak secara maksimal. Gerakan itu dimaksudkan untuk mernagsang otak kiri dan otak kanan (dimensi lateralitas), meringankan atau merelaksasi belakang otak dan bagian depan otak (dimensi pemfokusan), merangsang system yang terkait dengan emosi/perasaan, yakni otak tengah (limbis) serta otak besar (dimensi pemusatan). Kalau kinerja kedua belahan otak seimbang, diharapkan kemampuan otak menjadi optimal.

Manfaat senam otak:
• Mengasah sensitivitas telinga untuk mendengar sehingga kemampuan pendengaran makin tajam.
• Merangsang bagian otak yang menerima informasi (receptive) dan bagian yang menggunakan informasi (expressive) sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.
• Mengembalikan vitalitas otak setelah serangkaian aktivitas yang melelahkan, mengusir stress, meningkatkan konsentrasi dan perhatian serta meningkatkan kemampuanmemahami dan berpikir rasional.
• Mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen agar otak berfunsi secara efisien dan relaks.
• Meningkatkan perhatian dan daya daya penglihatan. Memilah informasi pandangan yang dating dari kiri atau kanan.
• Memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif serta meningkatkan kemampuan untuk memilah informasi.
• Mengaktifkan otak rasa keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energi.
• Mengoptimalkan kemampuan motorik halus, memperbaiki sikap tubuh, meningkatkan energi, mengurangi stress visual dan relaksasi tengkuk serta bahu.
• Mengurangi mabuk perjalanan dan tekanan di kuping karena perubahan ketinggian.


Awali dengan PACE

Sebelum memulai gerakan inti, anak disarankan melakukan gerakan PACE (Peace, Active, Clear, dan Energizer) terlebih dahulu. Gerakannya di mulai dari urutan terakhir yaitu:
*Energizer (pengisi energi)
Dilakukan sambil duduk atau berdiri dan anak disarankan untuk minum air putih sebanyak ¾ gelas plastic. Minum air ini bermanfaat antara lain:
-Darah lebih banyak menerima zat asam yang diperlukan untuk belajar.
-Air melepaskan protein yang diperlukan untuk belajar sesuatu yang baru.
-Air melarutkan garam yang mengoptimalkan fungsi energi listrik di badan untuk membawa informasi ke otak.
-Air mengaktifkan system limpa, yaitu system air yang paling besar di badan. Limpa mengangkut zat-zat gizi, hormone dan berfungsi sebagai saluran pembuangan.
*Clear (jelas) dengan memijat saklar otak (brain button)
Gerakan Sakelar Otak:
Sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada) dipijat selama 20-30 detik dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang atau memijat sebelah kanan dan kiri pusar.
Manfaat pemijatan saklar otak:
-Koordinasi kedua belahan otak.
-Mengoptimalkan pengiriman pesan dari otak kiri ke kanan atau sebaliknya, meningkatkan penerimaan oksigen, dan menstimulasi aliran darah agar lebih lancar mengalir ke otak.
-Mengoptimalkan keterampilan motorik halus, memperbaiki sikap tubuh, meningkatkan energi, mengurangi stres visual dan relaksasi tengkuk serta bahu.
*Active. Dilakukan dengan gerakan silang (cross crawl)
Gerakan Silang
Gerakan ini mengaktifkan hubungan kedua sisi otak dan merupakan gerakan pemanasan untuk semua keterampilan yang memerlukan penyeberangan garis tengah bagian lateral tubuh. Cara melakukan gerakan silang: sentuhkanlah tiap tangan yang berlawanan secara bergantian. Gerakan tangan kanan menyentuh lutut kaki kiri, kemudiantangan kiri menyentuh lutut kaki tangan. Bias juga dengan tangan kanan menyentuh siku tangan kiri dan sebaliknya.
Manfaat gerakan silang:
-Mengaktifkan gerakan mata dari kiri ke kanan, meningkatkan harmonisasi penglihatan (binokular).
-Meningkatkan kesadaran keberadaan tubuh.
-Menghilangkan stress(pikiran menjadi jernih), meningkatkan daya ingat dan daya piker.
-Meraqngsang kelancaran cairan otak.
-Meningkatkan koordinasi tubuh.
-Mempermudah belajar.
-Menyeimbangkan emosi.
-Memperlancar peredaran limpa.
-Mengtur tekanan darah.
-Meningkatkan penglihatan.
-Melancarkan pencernaan.
-Meningkatkan energy tubuh.
-Meningkatkan skor IQ.
-Menghilangkan kekakuan.
-Meningkatkankesadaran akan kesehatan.
-Membangkitkan rasa gembira.
*Positif: Gerakan Hook Up (kait relaks)
Ada dua cara: pertama, posisi kaki kiri di atas kaki kanan(bersilangan). Tangan kiri di atas tangan kanan dengan posisi jempol ke bawah dan jari-jari kedua tangan salingmenggenggam. Tarik kedua tangan ke pusat dank e depan dada. Cara kedua: kedua kaki membuka sementara ujung-ujung jari kedua tangan saling bersentuhan lalu secara perlahan arahkan ke dada atau ke pangkuan. Bias dipilih salah satu cara atau dilakukan keduanya.
Manfaat: pemusatan secara emosional (mengurangi kepekaan yang berlebihan), lebih relaks, perhatian seksama, keseimbangan jasmani dan koordinasi, lebih percaya diri dan pernafasan lebih baik.

Macam Gerakan Senam Otak
1. Earth Buttons (Tombol Bumi)
Sentuhlah bagian dagu/bawah bibirdengan dua jari tangan (telunjuk dan jari tengah) dengan agak sedikit menekannya. Sedangkan telapak tangan yang satunya lagi diletakkan sekitar 15 cm di bawah pusar (diantara tulang kemaluan). Sentuhlah dalam 8 hitungan, setelah itu bergantian tangan.
Manfaat: kemampuan untuk melihat dekat-jauh, pemusatan konsentrasi,mengurangi kelelahan mental, membuat sikap tubuh tidak membungkuk, dan lainnya.
2. Space Buttons (Tombol Angkasa)
Letakkan dua jari tangan (telunjuk dan jari tengah) pada bibir di garis tengah depan. Tangan yang satu memegang garis tengah belakang pada tulang ekor atau lebih ke atas. Tarik nafas. Tombol angkasa ini perlu disentuh setidaknya 30 detik.lakukan gerakan ini selama 1 menit dengan tangan bergantian utnuk mengaktifkankedua sisi otak.
Manfaat: relaksasi sistem saraf pusat, kontak mata lebih mantap, penglihatan dekat ke jauh,kemampuan memusatkan perhatian pada suatu tugas, minat dan motivasi meningkat.
3. Balance Buttons (Tombol Imbang)
Sentuhlah lekukan di belakang telinga (di batas rambut antara tengkorak dan tengkuk 4-5 cm ke kiri dan kanan dari garis tengah tulang belakang) dengan pijatan dua jari tangan. Satu tangan lainnya menyentuh pusar. Dagu dan kepala relaks menghadap ke depan. Sentuh selama 30 detik dan lakukan secara bergantian.
Manfaat : membantu perkembangan bicara.
4. Cross Crawl (Gerak Silang)
Gerakkan tangan dan kaki secara berlawanan sambil sedikit meloncat. Tangan kanan menyentuh lutut kiri dan sebaliknya.
Manfaat: mengaktifkan otak untuk menyeberangi garis tengah penglihatan/pendengaran
/kinestetik/perabaan/sentuhan. Selain itu membantu untuk menulis, membaca dan memahami. Meningkatkan koordinasi kiri dan kanan,memperbaiki pendengaran dan penglihatan, dan lainnya.
5. Positive Points (Titik Positif)
Sentuhlah titik positif masing-masing dengan empat jari tangan kanan dan kiri di tengah dahi.
Manfaat: untuk relaksasi, melepaskan penghambat ingatan, menghilangkan stress penglihatan, kemampuan berbicara di depan umum,membantu konsentrasi atau fokus untuk mengingat.
6. Neck Roll (Putaran Leher)
Tundukkan kepala dan ayunkanseperti bandul bergoyang. Gerakkan kepala ke arah kanan dan kiri dengan sikap tubuh tegak.
Manfaat: sistem saraf pusat jadi relaks, pemusatan perhatian seperti menatap orang untuk berkomunikasi, mengerjakan sesuatu lebih baik,mengurangi efek pegal-pegal sehabis belajar.
7. The Rocker (Olengan Pinggul)
Duduk di lantai, kedua tangan di belakang siku di tekuk kedua kaki diangkat sedikit dan olengkan pinggul ke kiri dan ke kanan. Putar beberapa kali.
Manfaat: sikap tubuh lebih baik seperti mampu duduk tegak, mengurangi kelelahan, menunjang kemampuan melihat dari kiri ke kanan. Kemampuan memperhatikan dan memahami.
8. Thinking of X (Membayangkan Huruf X)
Posisi beridir sambil tangan digerakkan seolah menuliskan huruf X.
Manfaat: penglihatan terpusat, koordinasi seluruh tubuh, kemampuan menulis, meningkatkan konsentrasi dan perhatian.
9. Double Doodle (Coretan Ganda)
Gerakan menggambar dengan menggunakan dua tangan kanan dan kiri secara bersamaan, seperti halnya cermin. Gambar bisa beragam, apakah Cuma titik, aneka bentuk seperti lingkaran, segitiga, garis, dan lain-lain disesuaikan dengan kemampuan anak.
Manfaat: kesadaran tentang ruang, koordinasi mata dan tangan, mengerti danmemahami simbol, memperbaiki ketrampilan gerakan, menulis, mengikuti petunjuk, dan lain-lain.
10. Arm Activation (Mengaktifkan Tangan)
Luruskan satu tangan ke atas, ke samping kuping. Kemudian buangnafas, lalu dorong tangan ke depan, belakang, dalam dan luar sementara satu tanga lainnya menahan dorongan tersebut. Lakukan berulang-ulang dengan tangan bergantian.
Manfaat: membantu kemampua menulis, koordinasi mata dan tangan serta mahir menggunakan peralatan semisal komputer, durasi perhatian pada tulis menulis meningkat, peningkatan energi pada tangan dan jari, pernafasan lebih lancar dan sikap lebih santai.
11. Alphabet 8 (Abjad 8)
Sama dengan gerakanmenulis abjad 8 tetapi dilakukan pada white board. Jadi anak menggambar angka 8 tidur dengan ukuran besar. Di dalam lingkaran tersebut anak menggambar beberapa huruf. Seperti huruf a,d, dan huruf lainnya yan mempunyai lekuk di sebelah kiri digambar pada lingkaran sebelah kiri. Sebaliknya huruf yang mempunyai lekuk di sebelah kanan digambar pada lingkaran sebelah kanan.
Manfaat: koordinasi mata dan tangan, kemampuan gerak motorik halus, meningkatkan konsentrasi saat menulis, mengenali dan membedakan simbol.
12. Gerakan 8 tidur
Gunakan secara bergantian tangan kanan dan kiri dengan membuat lingkaran mundur menyerupai angka 8. Mulai dari titik tengah ke arah kanan atas berputar ke bawah kembali ke titik tengah. Terus ke kiri atas melingkar ke kiri bawah naik ke titik tengah lagi. Mata mengikuti gerakan tangan. Lakukanmasing-masing tangan sebanyak3 kali dan lakukan pula dengan kedua tangan secara bersamaan.
Manfaat: mengaktifkan kedua belahan otak pada saat yang sama. Gerakan yang berasal dari otak bahasa “mencoba” arahnya dari garis tengah ke kanan. Gerakan yang berasal dari otak “reflek” arahnya dari garis tengah ke kiri. Berfungsi dalam proses belajar matematika dan yang berhubungan dengan ingatan.
13. Pasang Telinga
Letakkan tangan di telinga denga jari jempol di belakang telinga. Minta anak untuk memijat telinganya perlahan-lahan. Lakukan sebanyak tiga kali atau lebih.
Manfaat: merelaksasi saraf telinga.
14. Luncuran Gravitasi
Duduk di kursi yang rendah, luruskan kaki dan silangkan kaki. Ajak anak untuk berusaha menyentuh ibujari kaki yang atas. Lakukan dengan 8 hitungan. Ganti posisi silangan kaki.
Manfaat: melenturkan saraf-saraf tubuh secara keseluruhan.
15. Putaran Kepala
Memutar kepala perlahan searah jarum jam. Kemudian lakukan ke arah sebaliknya. Lakuakn sebanyak 3 kali.
Manfaat: untuk menyeberang garis tengah (Carpus Callosum) dari belahan otak kanan dan kiri. Yang berfungsi untuk memudahkan anak dalam proses belajar membaca, menulis, mendengar, dan mengingat.
16. Menguap Berenergi
Ajak anak untuk menguap lebar sambil mengeluarkan suara “Ha/A” yang panjang
Manfaat: untuk merelaksasi rahang dan mata.
17. Menuang Air
Siapkan dua tempat (Gelas corong). Isi salah satu gelas dengan ¾ air didalamnya. Mintalah pada anak untuk berusaha memindahkan air ke gelas yang satunya tanpa tumpah. Lakukan 3 sampai 4 kali.
Manfaat: melatih kesiapan anak untuk melakukan konsentrasi yang cukup lama dan tinggi.
18. Burung Hantu
Berdiri dengan kedua kaki meregang. Letakkan telapak tangan kiri pada bahu kanan, sementara tangan kanan dibiarkan bebas. Sambil menengok ke kiri dan ke kanan, talapak tangan kiri “meremas-remas bahu” tarik nafas pada saat kepala menghadap lurus ke depan, lalu buang nafas ketika kepala menengok ke samping. Ulangi untuk posisi tangan yang satunya. Lakukan latihan sebanyak 10 kali.
Manfaat: mengoordinasikan pendengaran, penglihatan dan gerakan tubuh, meningkatkan konsentrasi, mengurangi stress atau gugup saat belajar dan sebagainya.
19. Pijatan Saklar Otak
Pijat lekukan di tulang dada bagian tengah. Sementara tangan lainnya menggosok daerah pusar. Sambil melakukan latihan, gerakan mata ke atas-bawah dan ke kiri-kanan.
Manfaat: mengoordinasikan kedua belahan otak,melancarkan aliran darah (zat asam) ke otak, meingkatkan keseimbangan badan, serta meningkatkan kerja sama antar kedua mata, sehingga dapat mengurangi kejulingan.
20. Pompa Betis
Berdiri dengan tangan menyangga pada sandaran kursi atau dinding. Gerakkan salah satu kaki ke belakang dan badan condong ke depan. Tekuk lutut kaki yang di depan. Sehingga kaki belakang dan punggung membentuk satu garis lurus. Angkat tumit kaki belakang dari lantai sehingga beban ada di kaki depan. Kemudian beban diganti ke kaki belakang sat tumit ditekan ke lantai. Hembuskan nafas saat menekankan tumit ke lantai, angkat waktu menarik nafas. Ulangi masing-masing gerakan sebanyak 3 kali.
Manfaat: mengintegrasikan otak belakang dan otak depan. Meningkatkan kemampuan berbahasa dan berbicara.
21. Galah Asin
Gerakkan salah satu kaki ke samping agar ada sedikit jarak dengan posisi lutut agak di tekuk. Rentangkan kedua tangan. Ayunkan badan ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Lakukan masing-masing sebanyak 8 kali.
Manfaat: merangsang otak untuk melatih mata dan kesigapan dalam bergerak.
22. Dampu
Angkat salah satu kaki hingga posisi paha menjadi sejajar ayau membentuk sudut 90 derajat. Gerakkan bagian kaki yang diangkat sambil berloncat kecil. Seperti sedang bermain dampu. Lakukan 3 kali pada setiap kaki.
Manfaat: untuk menyeberang garis tengah (Corpus Callosumi) dari belahan otak kanan dan kiri. Memudahkan anak untuk mengembangkan kemampuan membaca dan berbahasa.


Catatan: Untuk mencegah ketegangan otot, sebelum memulai latihan Anda sebaiknya minum beberapa gelas air putih. Jumlah air yang harus dikonsumsi sekitar sepertiga kali berat tubuh.



Sumber:Tabloid Nikta

Baca Selengkapnya......

Ciri-ciri umum anak dominan otak kanan & kiri, serta perbandingannya

Ciri-ciri umum anak dominan otak kanan:

1. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya

2. Sulit Membaca terutama membaca bersuara
3. Lebih suka ujian Lisan dari pada ujian tertulis
4. Tidak bisa diberi tugas yang dibatasi oleh waktu (cepat panik dan tidak selesai).
5. Kurang suka mengerjakan tugas-tugas yang diperintah melainkan memilih sendiri apa yang ingin dikerjakannya.

6. Sulit mengeja suku kata

7. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus terkadang lebih mudah soal cerita atau perlu dengan asosiasi atau contoh-contoh nyata.
8. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun (Terbengong/day dreaming)
9. Pada saat berpikir bola matanya bergerak-gerak
10. Kurang suka mencatat (karena proses mencatat menghambat proses visualisasi)

11. Sering membaca terbalik-balik

12. Sulit membedakan huruf d dan b
13. Cenderung lebih suka membuat gambar-gambar.
14. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati
15. Bisa membaca dari belakang atau dengan urutan terbalik

16. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis

17. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat
18. Cenderung sensitif dan sangat emosional
19. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan
20. Cepat hafal tempat/lokasi dan rute perjalanan

21. Kadang suka berkhayal dan menceritakan fantasinya

22. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya
23. Konsentrasi tinggi dan lama pada hal-hal yang menarik minatnya.
24. Lebih suka benda/buku yang berwarna-warni

Cara Bekerja otak kanan:


1. Kreatif --> ingin mengetahui hal-hal baru dan menemukan cara-cara baru yang tidak konvensional, melihat alternatif solusi dari berbagai permasalahan.


2. Spasial Tiga Dimensi, mampu melihat dan membayangkan sesuatu secara tiga dimensi; bisa melihat dari kanan ke kiri, atas ke bawah dan sebaliknya. serta membolak balik huruf, angka dan gambar.


3. Memori Fotografi, mampu merekam informasi dalam bentuk gambar-gambar baik dalam bentuk diam atau seperti film yang bergerak. Memiliki papan layar di otaknya.


4. Art --> melihat sebuah pekerjaan sebagai proses seni yang mengandalkan rasa dan estetika yang sering kali tidak bisa dibatasi oleh waktu dan bekerja berdasarkan inspirasi dan mood.


5. Deduktif --> terlebih dahulu harus melihat gambaran besarnya atau hasil akhirnya baru bergerak menyusun langkah demi langkah dan tahapan prosesnya.


6. Random --> Menyusun dan mengolah informasi secara acak, sehingga penyampaian informasinyapun cenderung tidak sistematis.


7. Visual --> Bekerja dalam bentuk gambar; sering kali sulit menuangkan ide gambarnya tersebut kedalam kalimat atau kata-kata yang dipahami.


8. Global --> Lebih menyukai gambaran umum dan kurang menyukai hal-hal detail.


9. Mind Mapping --> Lebih suka dan gampang menulis dalam bentuk pola gambar seperti peta.


10. Model Estetika --> Menilai sesuatu berdasarkan cita rasa dan estetik seni bukan fungsi dan kegunaan.


11. Moody --> Kemampuan berpikir dan bekerja yang sangat dipengaruhi oleh Emosional dan perasaan.


12. Spontan --> Melakukan hal atau sesuatu secara spontan berdasarkan dorongan emosional sesaat. Sering melakukan tindakan dan mengambil keputusan diluar rencana


13. Picky Job --> Hanya mau mengerjakan hal-hal yang menarik perhatiannya. Tidak mudah di suruh/diperintah.


14. Un limited time --> Jika sudah asyik terhadap satu bidang lupa waktu.


15. Konklusif --> Menarik kesimpulan umum dari kepingan-kepingan informasi.


16. Eksekusi 2 langkah --> Merekam informasi baru memaknainya.


17. Inspirational --> bekerja berdasarkan datangnya inspirasi bersifat dadakan dan tidak terencana.


Perbandingan Kerja Otak Kiri dan Kanan:


a. Simbol vs Gambar

b. Runtut/Sekuen vs Acak/Random
c. Logika vs Kreatif/Seni
d. Detail ke Global vs Global ke detail.
e. Setahap demi setahap vs Langsung

f. Proses then memori vs memori then proses

g. Duplikasi vs imaginasi
h. Teratur vs acak dan melompat-lompat
i. Analisis mengurai vs Analisis Kesimpulan
j. Tenggat Waktu vs Bebas Waktu

k. Rencana vs Inspirasi

l. Objek Hitam Putih vs Objek yang berwarna warni

2. Perbedaan Kombinasi Kontinum Otak dan Indera dominan


a. Otak Kiri dengan sensori Visual --> Cenderung Diam, Tegas, Berpikir Runtut, Logika bagus


b. Otak Kiri Auditori --> Cenderung Bicara, Suka berdebat, Logika bagus, cepat menghafal


c. Otak Kiri Kinestetik --> Cenderung diam, Lincah bergerak, Berpikir runtut, logika bagus


d. Otak Kanan Visual --> Suka menghayal, kuat mengingat, cenderung diam, sulit mengeja, suka menggambar, kurang suka mencatat.


e. Otak Kanan Auditori --> Suka bicara, Bicara acak, Bicara khayalan,

suka berhandai-handai..., sulit mengeja tapi suka bicara,

f. Otak Kanan Kinestetik --> Cenderung diam, terus bergerak, bergerak tak beraturan, sering melakukan hal-hal yang penuh resiko, pandai membuat sesuatu karya tangannya


Membantu Anak Otak Kanan belajar:


1. Temukan minatnya dan mulai mengajari apapun melalui hal yang menarik minatnya. Jika ia suka mobil bicaralah mulai dari mobil dsbnya.


2. Jika ia ingin belajar sambil bergerak-gerak maka ijinkanlah ia malakukan itu


3. Jelaskan untuk apa kita harus mempelajari sesuatu agar dia bisa melihat gambaran besar dan tujuan akhirnya.


4. Gunakan alat peraga dan contoh-contoh ilustrasi untuk mengambarkan apa yang sedang anda jelaskan misalnya konsep tambah, kurang dan bagi.


5. Latihlah kecepatan untuk Visualisasi dan kemampuan merekam gambar .


a. Latihan tahap dasar visualisasi; misalnya membayangkan sebuah aktivitas yang dilakukan seperti; berangkat ke sekolah, mengerjakan sesuatu dirumah dsb, persis seperti proses hipnoteraphy. Bayangkan kamu sekarang malangkah menuju lemari es, bayangkan sekarang kamu buka, tolong ambilkan mama jeruk dan susu, kemudian tuangkan susunya kedalam gelas, bawa gelas berisi susu dan jeruk itu ke kamar mama. Jika anak anda sudah bisa mengulangi prosesnya secara runtut artinya dia sudah mulai terlatih kemampuan visualisasinya.


b. Latihan tahap lanjutan visualisasi mengingat gambar; Minta dia melihat gambar dan anda sebutkan namanya; minta ia memejamkan mata; tanya apakah gambar itu sudah muncul di bayangan pikirannya.


c. Latihan Lanjutan Visualisasi mengingat Angka dan urutannya, Latihan ini dimulai dengan mengingat angka 1 s/d 10 satu demi satu, perlihatkan gambar angka 1 s/d 10 satu persatu, kemudian setelah ia berhasil mengingatnya minta anak anda untuk mengurutkan dari depan kebelakang, setelah itu minta ia mengurutkannya dari 10 ke 1, jika berhasil maka dia sudah mulai terlatih untuk menggunakan kemampuan unggulnya.


d. Latihan Lanjutan Visualisasi mengingat Huruf dan urutannya, Latihan ini dimulai dengan pengenalan huruf satu demi satu; dengan metode mata terpejam, apabila ini sudah terekam maka mintalah anak anda untuk mengurutkan 10 huruf pertama dari depan dan dari belakang. Terus berlanjut.

otak belahan kiri melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan
  • logika,
  • analisis,
  • kuantitatif,
  • fakta,
  • rencana,
  • organisasi,
  • detail/perinci,
  • sekuensial.
hal lain yang dilaksanakan belahan kiri
  • kemampuan matematika,
  • berpikir sistematis

Baca Selengkapnya......

10 makanan peningkat daya ingat

Bagi Anda Yang memilliki Kekurangan dalam daya Pikir dan daya Ingat sebaiknya mencoba membeli Makanan yang dijuluki “Brain Food” ini diyakini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir :


1. Salmon
Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 – DHA and EPA – yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Menurut para ahli walaupun tuna mengandung asam omega-3, namun ikan ini tidaklah sekaya salmon.
2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.
3. Selai kacang
“Kacang tanah (peanut) dan selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin ini merupakan antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.
4. Gandum murni
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf.
5. Oat/Oatmeal
Oat merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari. Kaya akan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber vitamin E, vitamin B, potassium dan seng — yang membuat tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasitas penuh.
6. Berry
Strawberry, cherry, blueberriy dan blackberry. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutritisi yang di kandungnya. Berry mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker. Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberry dan strawberry mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah berri ini juga ternyata kaya akan asam lemak omega-3.
7. Kacang-kacangan
Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks. Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral. Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya di sore hari jika dikonsumsi saat makan siang. Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya — khususnya ALA – jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak .
8. Sayuran berwarna
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, bayam adalah sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.
9. Susu dan Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak. Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dosis yang direkomendasikan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan siklus hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.
10. Daging sapi tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolag. Daging sapi tanpa lemak adalah salah atu sumber makanan yang mengandung banyak zat ebsi. Dengan hanya mengonsumsi 1 ons per hari, maka tubuh Anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi darai sumrbe lainnya. Daging sapi juga mengandung mineral seng yang dapat membantu memelihara daya ingat. Khsusus bagi yang vegetarian, Anda dapat memanfaatkan kacang hitam dan burger kedelai sebagai pilihan. Kacang-kacangan adalah adalah sumber penting zat besi nonheme — tipe zat besi yang membutuhkan vitamin C untuk di serap oleh tubuh. Mengonsumsi tomat , jus jeruk, strawberry dan kacang-kacangan juga dapat dipilih sebagai upaya mencukupi kebutuhan zat besi. Selain makanan, agar cerdas ya jelas kita harus banyak olahraga biar stamina kita tetap terjaga dan istirahat yang cukup.

Baca Selengkapnya......

Sabtu, April 10, 2010

Pengantar Psikologi Kepribadian


Psikologi Kepribadian adalah Ilmu yang mempelajari kepribadian yang tidak ditinjau dari ilmu pengetahuan yang lain melainkan hal – hal psikologis.
Perbedaan antara kepribadian dan watak. Kepribadian itu memberikan penilaian, menggambarkan apa adanya. Watak memberikan penilaian diliat dari norma – norma.
Golongan Psikologi Kepribadian
Psikologi Kepribadian menurut metode yang ditempuh :
  • Teori atas dasar pemikiran yang spekulatif. Misalnya Plato, Kant, Neo Konfisionisme
  • Teori atas dasar penyeldikan empiris. Misalnya Freud, Young, Adler
Psikologi kepribadian menurut komponen kepribadian :
  • Teori Konstitusional. Tokohnya Krestmer, dan Sheldon
  • Teori Temperament. Tokohnya Kant, Enselhant
  • Teori Ketidaksadaran. Tokohnya Adler, Freud, Young
  • Teroi Faktor. Tokohnya Ladle, dan Egsenk
Atas dasar pendekatan ada dua macam :
  • Tipologis. Tokohnya Plato, Hipokrates, dan Galemus. Memberikan teori bahwa walaupun variasi kepribadian tidak terhingga namun semua itu berawaldari komponen dasar ( tipologis )
  • Pensifatan. TokohnyaRogers dan Murphy. Membuat kesimpulan bahwa tipologis kurang tepat karena menggolongkan manusia menjadi tipe – tipe makayang lain terabaikan ( tidak diperhitungkan )
Usaha – usaha pra ilmiah ada Girologi ( Ilmu tentang guratan tangan ), Astrologi ( ilnu tentang perbintangan ), Grafologi ( Ilmu tentang tulisan tangan ), Phisiognomi ( ilmu tentang wajah ), dan Phrenologi ( ilmu tentang tengkorak )

Baca Selengkapnya......

Jumat, April 09, 2010

Mengenalkan Empati sejak Dini

Dunia yang semakin global dan ekonomi pasar yang penuh dengan persaingan ketat membuat tenggang rasa dan empati sosial masyarakat semakin rendah. Itu kenapa seringkali terjadi konflik sosial di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat mencegah meluasnya dan meminimalkan dampak negatif dari globalisasi adalah mensosialisasikan rasa empati sejak dini. Keluarga adalah struktur sosial terkecil yang mampu membentengi patologi sosial yang terus menggejala khususnya masyarakat Indonesia.
Secara naluriah anak sudah mengembangkan empati sejak bayi. Awalnya empati yang dimiliki sangat sederhana, yakni empati emosi. Misalnya pada usia 0-1 tahun, bayi bisa menangis hanya karena mendengar bayi lain menangis, barulah di usia 1-2 tahun, anak menyadari kalau kesusahan temannya bukanlah kesusahan yang mesti ditanggung sendiri. Walaupun demikian, rasa empati pada anak harus diasah. Bila dibiarkan rasa empati tersebut sedikit demi sedikit akan terkikis walau tidak sepenuhnya hilang, tergantung dari lingkungan yang membentuknya.
Banyak segi positif bila kita mengajarkan anak berempati. Mereka tidak akan agresif dan senang membantu orang lain. Selain itu empati berhubungan dengan kepedulian terhadap orang lain, tak heran kalau empati selalu berkonotasi sosial seperti menyumbang, memberikan sesuatu pada orang yang kurang mampu. Empati berarti menempatkan diri seolah-olah menjadi seperti orang lain. Mempunyai rasa empati adalah keharusan seorang manusia, karena di sanalah terletak nilai kemanusiaan seseorang. Oleh karena itu, setiap orang tua wajib menduplikasikan rasa empati kepada anak-anaknya. Menurut Ubaydillah (2005) empati adalah kemampuan kita dalam menyelami perasaan orang lain tanpa harus tenggelam di dalamnya. Empati adalah kemampuan kita dalam mendengarkan perasaan orang lain tanpa harus larut.
Empati adalah kemampuan kita dalam meresponi keinginan orang lain yang tak terucap. Kemampuan ini dipandang sebagai kunci menaikkan intensitas dan kedalaman hubungan kita dengan orang lain (connecting with). Selain itu Empati merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan hubungan antar pribadi dengan coba memahami suatu permasalahan dari sudut pandang atau perasaan lawan bicara. Melalui empati, individu akan mampu mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai suatu permasalahan. Memahami orang lain akan mendorong antar individu saling berbagi. Empati merupakan kunci pengembangan leadership dalam diri individu.

Baca Selengkapnya......

Pengertian Autisma /Autisme


    Autisma/Autisme berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Penyandang Autisma/Autisme seakan-akan hidup di dunianya sendiri. Istilah Autisma/Autisme baru diperkenalkan sejak tahun 1943 oleh Leo Kanner, sekalipun kelainan ini sudah ada sejak berabad-abad lampau ( Handojo, 2003 ).
Kartono (2000) berpendapat bahwa Autisma/Autisme adalah gejala menutup diri sendiri secara total, dan tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar keasyikan ekstrim dengan fikiran dan fantasi sendiri.
Supratiknya (1995) menyebutkan bahwa penyandang autis memiliki ciri-ciri yaitu penderita senang menyendiri dan bersikap dingin sejak kecil atau bayi, misalnya dengan tidak memberikan respon ( tersenyum, dan sebagainya ), bila di ‘liling’, diberi makanan dan sebagainya, serta seperti tidak menaruh perhatian terhadap lingkungan sekitar, tidak mau atau sangat sedikit berbicara, hanya mau mengatakan ya atau tidak, atau ucapan-ucapan lain yang tidak jelas, tidak suka dengan stimuli pendengaran ( mendengarkan suara orang tua pun menangis ), senang melakukan stimulasi diri, memukul-mukul kepala atau gerakan-gerakan aneh lain, kadang-kadang terampil memanipulasikan obyek, namun sulit menangkap atau
Kartono (1989) berpendapat bahwa Autisma/Autisme adalah cara berpikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personal atau diri sendiri, menanggapi dunia berdasarkan penglihatan dan harapan sendiri dan menolak realitas, oleh karena itu menurut Faisal Yatim (2003), penyandang akan berbuat semaunya sendiri, baik cara berpikir maupun berperilaku.
Autisma/Autisme adalah gangguan yang parah pada kemampuan komunikasi yang berkepanjangan yang tampak pada usia tiga tahun pertama, ketidakmampuan berkomunikasi ini diduga mengakibatkan anak penyandang autis menyendiri dan tidak ada respon terhadap orang lain (Sarwindah, 2002).
Yuniar (2002) menambahkan bahwa Autisma/Autisme adalah gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain, sehingga sulit untuk mempunyai ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat. Autisma/Autisme berlanjut sampai dewasa bila tak dilakukan upaya penyembuhan dan gejala-gejalanya sudah terlihat sebelum usia tiga tahun.
Yuniar (2002) mengatakan bahwa Autisma/Autisme tidak pandang bulu, penyandangnya tidak tergantung dari ras, suku, strata-ekonomi, strata sosial, tingkat pendidikan, geografis tempat tinggal, maupun jenis makanan. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan penyandang Autisma/Autisme ialah 4 : 1.
Dari keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Autisma/Autisme adalah gejala menutup diri sendiri secara total, dan tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar, merupakan gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain dan tidak tergantung dari ras, suku, strata-ekonomi, strata sosial, tingkat pendidikan, geografis tempat tinggal, maupun jenis makanan

Baca Selengkapnya......

Berkembangnya Psikologis Remaja

Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan topan”, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Ciri perkembangan psikologis remajaEmosi tidak terkendali ini disebabkan oleh konflik peran yang senang dialami remaja. Oleh karena itu, perkembangan psikologis ini ditekankan pada keadaan emosi remaja. adalah adanya emosi yang meledak-ledak, sulit dikendalikan, cepat depresi (sedih, putus asa) dan kemudian melawan dan memberontak.
Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, dilain waktu dapat marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis. Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang baru. Hal tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (1990), yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosial remaja. Bertambahnya ketegangan emosional yang disebabkan remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang berlainan dengan dirinya.
Menurut Mappiare (dalam Hurlock, 1990) remaja mulai bersikap kritis dan tidak mau begitu saja menerima pendapat dan perintah orang lain, remaja menanyakan alasan mengapa sesuatu perintah dianjurkan atau dilarag, remaja tidak mudah diyakinkan tanpa jalan pemikiran yang logis. Dengan perkembangan psikologis pada remaja, terjadi kekuatan mental, peningkatan kemampuan daya fikir, kemampuan mengingat dan memahami, serta terjadi peningkatan keberanian dalam mengemukakan pendapat.

Baca Selengkapnya......

 Hal yang perlu anda lakukan sebelum Tidur

Sebagian besar dari kita cenderung melupakan hal-hal sepele yang justru bermanfaat jika kita menyisihkan waktu sebentar sebelum kita pergi tidur di malam hari. Misalnya hal-hal seperti memastikan bahwa pintu anda sudah terkunci, Motor atau mobil sudah anda masukkan kedalam rumah, dll. Namun penulis yakin hal tersebut diatas pasti tidak mungkin lupa bukan ?
 Bagaimana jika kita berurusan dengan insomnia? Solusi paling ampuh nya sebetulnya ada pada diri anda sendiri, bukan dokter, bukan obat-obatan. Anda harus memastikan bahwa anda memiliki daftar hal yang harus dilakukan untuk menyembuhkan insomnia secara alami. Berikut adalah tiga hal berbeda yang harus kita lakukan setiap malam dalam rangka untuk membantu kita untuk mendapatkan tidur nyenyak dan terhindar dari insomnia.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah untuk memastikan bahwa lingkungan anda bersih. Hal ini tidak hanya berlaku di daerah Anda di mana Anda akan tidur, Namun juga tubuh Anda. Meskipun kita tidak akan dapat melihat fakta bahwa kamar anda bersih setiap kali anda mau tidur, namun pikiran kita akan tahu bahwa ada sesuatu yang kotor jika anda belum membersihkannya. Sebuah lingkungan teratur akan membuat pikiran Anda tenang dan memungkinkan Anda tidur di malam hari tanpa beban. Memastikan bahwa tubuh Anda bersih juga akan membantu Anda untuk mendapatkan tidur malam yang baik. Anda tidak perlu mandi malam hari, tapi cukup membersihkan wajah, mencuci tangan dan kaki anda.
Hal kedua yang harus Anda lakukan setiap malam adalah untuk mempersiapkan dan menjaga pikiran anda untuk tidur malam dengan baik. Jangan biarkan apa pun untuk merangsang Anda secara mental maupun fisik sebelum anda pergi tidur. Ini mencakup hal-hal yang kebiasaan anda nonton tv hingga larut malam, atau hal-hal yang mungkin Anda baca. Berkonsentrasi pada hal-hal yang santai dan membiarkan pikiran Anda melayang untuk menenangkan pikiran. berkonsentrasi menenangkan pikiran akan membantu Anda untuk tidur sepanjang malam. Siapkan “tema lamunan” yang membuat anda santai saat beranjak tidur.
Ketiga, pastikan bahwa seluruh anggota keluarga juga siap beranjak tidur. Dua pembunuh tidur terbesar adalah kebisingan dan cahaya. Pastikan bahwa semua anggota keluarga anda mengerti bahwa Anda membutuhkan situasi yang tenang agar Anda dapat tidur nyenyak. Anda juga harus mempertimbangkan pencahayaan di kamar tidur anda. Jika anda merasa tidak sanggup tidur dalam keadaan yang gelap, anda cukup menyediakan pencahayaan rendah, misalnya lampu yang redup, lampu 5 watt, atau lainnya. Kedua hal ini akan membantu Anda jatuh tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak dan nyantai banget.

 

Baca Selengkapnya......
Bookmark and Share