Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, Maret 26, 2010

Liburan 2010: Cobalah Bali atau Suriname 



Tahun depan sebaiknya Anda mengunjungi El Salvador, Danau Baikal, Cork ataupun Bali. Mengapa? Berdasarkan buku petunjuk perjalanan Lonely Planet, lokasi tersebut layak dijadikan prioritas kunjungan pada liburan 2010.

Menurut "Best in Travel 2010", yang rilis Senin (31/10) silam, nama-nama tempat itu merupakan koleksi dari perjalanan kelima yang telah dilakukan. Beberapa lokasi tersebut merupakan tempat terbaik yang harus dikunjungi. "Lokasi tersebut layak dipertimbangkan. Meskipun keputusan di tangan Anda, melalui buku petunjuk itu, Anda dapat menemukan inspirasi tujuan liburan," ujar Adam Bennett, manejer komunikasi Asia-Pacific kepada Kantor Berita Reuters.

"Anda akan dibawa ke tempat terkenal hingga yang jauh, baik secara geografis dan budaya. Juga memungkinkan Anda untuk meraih tas perjalanan Anda," tambahnya.

Berikut, daftar sepuluh negara terbaik yang wajib dikunjungi: El Salvador, Jerman, Yunani, Malaysia, Marocco, Nepal, Selandia Baru, Portugal, Suriname, dan Amerika Serikat. Nama lokasi wisata terbaik yang layak dikungjungi: Alsace (Perancis), Bali, (Indonesia), Fernando de Noronha (Brazil), Goa (India), Koh Kong Conservation Corridor (Kamboja), Lake Baikal (Rusia) Oaxaca (Mexico), Afrika Selatan; The Lake District (Inggris) serta Barat Daya Australia.

Beberapa kota juga direkomendasikan untuk tempat berlibur: Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Charleston (Amerika Serikat), Cork (Irlandia), Cuenca (Ekuador), Istanbul (Turki), Kyoto (Jepang), Lecce (Italia), Sarajevo (Bosnia), Singapura, serta Vancouver (Kanada).(ETA)

Baca Selengkapnya......

Menengok Komunitas Jawa di Bangkok

Jika anda orang Jawa dan berkunjung ke Bangkok, sempatkan ke Kampung masjid Jawa. Kampung masjid Jawa ini terletak di daerah Sathorn. Dengan naik BTS dari National Stadium anda bisa memilih Silom line, atau jika memang perjalanan anda menggunakan BTS Sukumvit line anda bisa pindah melalui interchange station di Siam Chit.


Belilah tiket ke Surasak untuk single trip. Dari Surasak Station anda tinggal menuruni tangga lalu berjalan ke arah soi atau gang pertama di sebelah kiri. Sampailah anda di perkampungan orang-orang keturunan Jawa di Bangkok.

Asal-usul komunitas Jawa di Bangkok

Pada pertengahan abad ke-19, banyak sekali orang-orang Jawa yang dijadikan romusho oleh Jepang. Mereka dipaksa untuk melakukan kerja rodi. Mereka membangun jembatan, jalan dan rel kereta api dan lain-lain. Mereka dipaksa kerja siang malam tanpa upah bahkan makan dan minum pun hanya sekedarnya saja. Tidak hanya di negaranya atau di daerahnya sendiri, mereka juga dikirim ke pulau lain bahkan ke negara lain sehingga tak heran bahwa sekarang ada beberapa komunitas Jawa di beberapa negara di belahan dunia ini. Termasuk yang ada di Bangkok.

Awalnya komunitas Jawa di sana cuma 5 orang asli dari Jawa, Bapak Ahmad Aska (84 tahun) adalah keturunan Jawa tertua di Kampung Jawa dari 5 bersaudara yang telah dikaruniai 11 orang putra/i tersebut. Ayahnya, Aska Bin Roso, adalah pekerja yang berasal dari Kendal Jawa Tengah yang dipekerjakan oleh Jepang ketika Perang Dunia II yang terkenal dengan peristiwa pengeboman rel kereta api oleh sekutu di Kanchanaburi. Sekitar 100.000 ribu orang tewas dalam pembangunan rel kereta yang menghubungkan Thailand dengan Burma/Myanmar kala itu.

Masjid Jawa (Jawa Mosque)

Di kampung Jawa ini terdapat masjid yang bernama Jawa Mosque, masjid ini terletak di jalan Rome Nam Khaeng 5. Seperti halnya di Jawa, di samping masjid ini terdapat pekuburan muslim yang luasnya sekitar 2 hektar.

Bedhug Jawa pun masih tetep ada, yang menurut keterangan dari pengurus masjid usianya sama dengan usia masjid yaitu sekitar satu abad lamanya. Namun tidak setiap waktu sholat bedhug ini dibunyikan. Ya, karena sudah ada pengeras suara, dan mereka pun bebas mengumandangkan adzan ketika waktu sholat tiba. Masjid ini dilengkapi dengan jam digital yang akan berbunyi jika waktu sholat tiba.

Di depan masjid terdapat madrasah, yang digunakan untuk belajar agama Islam. Bangunan madrasah ini berlantai dua dengan ruangan terbuka. Anak-anak dan remaja di sekitar masjid belajar di madrasah ini dari jam 7 hingga jam 9 malam tiap harinya. Mereka berumur dari mulai 7 hingga 16 tahun. Persis kehidupan kampung di sekitar masjid di Pulau Jawa. Di masjid ini sering digunakan sebagai tempat mengikrarkan syahadat sebagai tanda seseorang telah masuk Islam. Bahkah sekaligus sebagai tempat Ijab Qabul.

Disamping masjid, berseberangan dengan jalan, akan ditemui pekuburan muslim. Pekuburan ini telah menampung lebih dari 1000 makam dengan luas sekitar 2 hektar.

Kampung Masjid Jawa

Rumah-rumah disekitar masjid Jawa ini pun persis perkampungan kauman yang ada di Pulau Jawa. Jalan sempit, lebar hanya sekitar satu meter. Di kanan kirinya terdapat rumah yang berpagar cukup tinggi. Masing-masing rumah mempunyai halaman yang cukup asri dengan luas sekitar 10-20 meter persegi. Cukup luas bukan?

Dalam kampung Jawa ini tidak hanya dihuni oleh keturunan Jawa, penduduk asli Bangkok juga tinggal di sekitarnya. Namun dari gaya bangunan rumah, kita bisa membedakan mana yang keturunan Jawa dan mana yang bukan. Seperti yang sudah saya sebutkan tadi rumah keturunan Jawa biasanya masih berupa rumah kayu dua lantai tapi bukan rumah panggung. Baik lantai satu maupun lantai di atasnya tertutup dinding kayu. Keturunan Jawa hampir semuanya muslim sehingga simbol-simbol keislaman nampak jelas di rumahnya. Paling tidak ada satu kaligrafi yang terpampang di rumahnya. Memang orang Thailand suka simbol-simbol keagamaan, sehingga muslim Thailand kemudian juga menampilkan simbol-simbol keislaman mereka di rumah maupun di kendaraan. Jadi teringat pada sebuah bus nomer 93 yang sering saya tumpangi penuh dengan kaligrafi karena pemiliknya seorang muslim.

Tradisi jawa

Di kampung masjid Jawa ini di huni oleh keturunan Jawa yang ketiga. Walaupun hanya beberapa dari mereka yang masih bisa bahasa Jawa namun beberapa tradisi Jawa masih mereka lakukan. Misalnya tradisi kenduren, tiga hari, tujuh hari setelah ada yang meninggal masih mereka lakukan.

Jika ramadan tiba, kegiatan pengajian disertai dengan takjilan diselenggarakan setiap hari. Jadi kalau bulan puasa sesekali anda bisa berbuka di sini. Jangan khawatir, beberapa makanan atau kue juga kental dengan tradisi jawa, kue cucur misalnya masih bisa ditemui disini. Juga es cao juga masih dijajakan oleh penjual makanan keliling di sekitar kampung.

Ternyata di Kota Metropolitan Bangkok ini komunitas Jawa ini masih eksis dengan budayanya. Saya kira Indonesia dalam hal ini KBRI perlu memberikan andilnya dalam turut melestarikan budaya bangsa tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri, seperti komunitas Kampung Masjid Jawa ini.

Baca Selengkapnya......

Hamparan Pesona Wisata Di Kabupaten Malang,INDONESIA

Metrogaya-Kabupaten Malang, memang tidak malang nasibnya. Sebaliknya banyak memiliki pesona wisata alam yang indah sehingga
menjadi tujuan wisata banyak orang disaat libur panjang maupun akhir pekan . Selain objek wisata alami, Kabupaten Malang juga memiliki sejumlah objek wisata buatan yang semakin berkembang.

Sebut saja Taman Rekreasi Sengkaling yang diramalkan akan menjadi Dufannya Malang, Wisata Tirta Waduk Selorejo, dan Taman Wisata Wendit. Sengkaling berada di antara kota Malang dan Kota Batu. Daerah ini semula merupakan lahan pribadi milik orang Belanda bernama Mr. Door yang ditata menjadi tempat rekreasi masyarakat setempat. Baru pada tahun 1979, taman ini dibuka untuk umum dan dikelola oleh perusahaan rokok terkemuka di Indonesia.

Taman Rekreasi Sengkaling kini jelas tampil beda. Di dalam taman rekreasi seluas 15 hektar ini terdapat bermacam arena main. Ada beberapa kolam renang seperti Tirta Sari Pool, Tirta Alam Pool, Pesona Primitif Pool, dan Cuttel Pool yang menyajikan berbagai wahana bermain air yang unik dan menarik. Selain itu ada taman bermain lengkap dengan kereta mini, bom-bom car, kapal misteri, mini zoo, jembatan gantung, lapangan sepak bola, dan masih banyak lagi. Taman ini pun dilengkapi area parkir yang luas dan toko-toko souvenir yang menjual bermacam kerajinan tangan.

Dengan aneka wahana yang dimiliki Taman Rekreasi Sengkaling, wajar kalau ada yang menilainya sebagai taman rekreasi terlengkap di Malang bahkan diramalkan menjadi Dufannya Ancol. Tarif masuk Taman Rekreasi Sengkaling cukup terjangkau Rp 10.000 per orang. Taman ini dibuka sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 17.00 pada hari biasa atau hingga pukul 18.00 pada akhir pekan. Setiap hari libur nasional pengunjungnya dapat mencapai hingga 20 ribu orang per hari.

Lain lagi dengan Taman Wisata Air Wendit. Konon, dulu seorang pertapa bernama Wandito yang pertama kali menemukan mata air di
kawasan ini hingga menjadi tempat mandi dan sumber air bagi masyarakat sekitar. Ketika TC mendatanginya, taman seluas 11,5 hektar ini masih dalam tahap pembangunan yang dimulai sejak tahun 2006. Diperkirakan pembangunan fasilitasnya selesai tahun 2008 sekaligus menjadi taman wisata air terbesar di Jatim yang dilengkapi dengan penginapan dan sarana bermain seperti water boom dan jet ski.

Sedangkan Taman Wisata Air Bendungan Selorejo seluas 36 hektar merupakan danau buatan yang dibangun dengan menenggelamkan
Desa Selorejo. Fungsi awalnya sebagai sumber irigasi dan pembangkit tenaga listrik. Perkembangan selanjutnya juga sebagai
taman wisata air. Bendungan Selorejo terletak 43 kilometer arah barat Kota Malang.

Bendungan yang dibangun tahun 1967 ini dilengkapi beberapa fasilitas pendukung, antara lain beberapa villa dan restoran yang pemandangannya menghadap langsung ke danau buatan. Selain itu lapangan golf, lapangan bola, taman bermain, dan beberapa perahu yang dapat disewa untuk berkeliling danau sambil memancing. Di bendungan ini dihuni beragam ikan seperti mujair, nila, dan lainnya. Pengunjung dapat menikmati ikan-ikan tersebut di restoran.

Kendati buatan, ketiga tempat rekreasi wisata buatan di atas masih beratmosfir alam. Bisa jadi pengelolanya tetap mengedepankan nuansa tersebut, untuk memperkuat citra pariwisata Kabupaten Malang yang memang mengandalkan keindahan alam.

Baca Selengkapnya......

Minggu, Januari 03, 2010

  10 TEMPAT DENGAN PEMANDANGAN YANG MENDEBARKAN
1. Dachstein Sky Walk (Austria)




Dijuluki " Balkon/Anjung pegunungan Alpen," Dachstein sky walk secara formal berada pada 2,700 m di atas permukaan laut, tinggi 250 m batu karang vertikal Hunerkogel. View 360 derajat panorama memberikan pengunjung suatu pemandangan Slovenia di selatan dan Republik Cekoslovakia di utara. Sky walk dengan jelas lebih tinggi dibanding platform Niagara Air terjun atau bahkan Iguazu air terjun di Brazil.


2.Aurland Lookout (Norway)




Arsitek Todd Saunders dan Tommie Wilhelmsen adalah commissioned untuk mendisain suatu rest-stop 2'000 ft di atas Aurland fiord Norwegia dan memenangkan hadiah pertama dalam Norwegian tourist routes competition. tempat terjauh dari horizontal platform- membentuk bengkokan untuk membentuk curve sbg pendukung struktur itu - tertutup oleh lembar gelas/kaca, menawarkan suatu pemandangan yang mengagumkan ke arah tanah/landasan untuk itu semua mereka yang mempunyai ketekunan untuk membuat view dari atas sampai bawah.


3. Grand Canyon Skywalk (Arizona - USA)




horseshoe-shaped Pant-Filler menggantung kira-kira 4000ft di atas permukaan dan lebar 65ft di luar tepi Jurang curam. the horshoe shaped skywalk dibangun atas dinding gelas/kaca 4 inci yang tebal dan pengunjung harus mengenakan scratch-proof kaos kaki khusus agar mereka melihat pemandangan. hasil karya yg merupakan suatu prestasi yang dapat menopang 70 ton (hitungan kasar 14 Gajah dari Afrika) dan withstands angin badai 100mph.


4. Suspended platform at Iguazu Falls (Brazil and Argentina)


Air terjun yang sangat mengagumkan, mereka membentuk dirinya secara alami di alam subtropis. pemandangan yang sangat layak dilihat dari skywalk. dengan melihatnya anda dengan segera dibasahi seluruhnya oleh percikan dan oleh air dari atas dengan ketinggian 80 m cliff.


5. Auckland's Sky Tower (New Zealand)


328m Auckland's sky tower adalah berada di selatan struktur belahan bumi paling tinggi. Dalam pembuatannya membutuhkan 2000 ton baja kuat, 660 ton baja struktural dan 15,000 meter persegi. Auckland's Sky Tower dapat menahan 200km/h angin badai, gempa bumi sampai delapan Skala Richter jarak pandang sekitar 82km. Pada sky deck, kaca tanpa tanpa penyangga dapat dilihat 360Āŗ pandangan.


6. Illawarra Fly Tree Top Walk (Australia)


berjalan di alam terbuka ini baru dibuka setelah lima bulan konstruksi. Terletak Pada Bukit Knight Hill pada tebing curam dekat Robertson di Highlands Selatan, Illawarra Fly Tree top walk mengijinkan pengunjung untuk berjalan di antara hutan-hujan 25 meter diatas permukaan tanah. 500M walkway menopang baja yang diperuntukan pengunjung untuk melihatview coastline dari Kiama sampai ke Shellharbour.


7. Landscape Promontory (Switzerland)




Landscape Promontory adalah platform view yang dirancang oleh Paolo Bürgi sebagai bagian dari Cardada proyek, revitalisasi gunung Cardada diharapkan dapat diselesaikan pd tahun 2010. Pengunjung berjalan diatas hamparan baja dan titanium dengan ujung platform pemandangan Lago Maggiore. Panorama Pemandangan bukanlah satu-satunya hal para pengunjung mendatangi tempat tersebut. Tetapi lebih kepada nilai historisnya.

8. Infinity Room at House on the Rock (Wisconsin - USA)


House on the Rock, mula-mula dibuka 1959, adalah secara ilmu bangunan ruang unik,jalan, kebun dan toko yang dirancang oleh Alex Jordan, Jr. House on the Rock terletak di Spring Green, Wisconsin dan merupakan daya tarik wisatawan regional. House on the Rock meluas beberapa ratus kaki di atas lembah dan dilapisi dengan 3000 jendela buatan tangan.


9.Il binocolo (Italy)




Di dalam kebun Trauttmansdorff benteng Italia kamu akan temukan platform baja yang mempesona ini menyodok ke luar sampai pohon, maksud/artinya adalah 'teropong dua lensa' berasal dari bentuk atap platform kecil dan pandangan melingkupi secara teratur. yang dirancang Oleh arsitek Matteo Thun.


10. Top of Tyrol (Austria)



Puncak Tyrol Astearchitecture adalah suatu platform menempatkan 3,000 m di atas permukaan laut di Stubai Gletser di dalam)Tyrol, Austria. Baja yang digunakan adalah khsusu dibuat untuk cuaca yang ekstrim maka kamu dapat berdiri 9 meter jauh dari gunung dengan suatu pandangan Stubai gletser sempurna.


Baca Selengkapnya......
Bookmark and Share