Tampilkan postingan dengan label KIMIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIMIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 03, 2010

Metoda variasi

Disamping teori gangguan yang telah dipelajari pada bagian sebelumnya, pendekatan yang lain yang disebut sebagai metoda variasi telah lama digunakan untuk menerapkan mekanika kuantum ke dalam berbagai masalah. Khususnya dalam tahun-tahun terakhir, perkembangan komputer modern telah memfasilitasi penggunaan yang berharga dari metoda perhitungan yang didasarkan pada metoda variasi. Dalam bagian ini kita akan mempelajari metoda variasi. Sekarang, kita memulainya dengan prinsip variasi.

3.2.1 Prinsip variasi

Sebuah nilai ekspektasi percobaan dengan sebuah fungsi sembarang ? diperkenalkan oleh persamaan berikut.
(3.21)
Nilai ?[?] yang bergantung pada pilihan dari ? tidak lah lebih kecil dari nilai eingen terendah E0 untuk persamaan eigen ??? = E? .
(3.22)
Kesamaan dari rumus ini hanya berlaku untuk sebuah kasus khusus di mana ?[?] adalah sebuah fungsi eigen yang berkaitan dengan E0. Rumus ini yaitu persamaan (3.22) disebut sebagai prinsip variasi.
[Bukti]
? dapat diekspansikan dalam suku-suku dari fungsi eigen {?i} untuk ?? sebagai ? = sigmaton ci?i. Perhitungan ?[?]-E0 dengan cara melakukan mengekspansi ?, menggunakan ???i = Ei?i dan juga memperhatikan sifat normalitas dari {?i}, kita akan mendapatkan
Ketidaksamaan yang terakhir diturunkan dari hal-hal berikut; Eo adalah nilai eigen terendah dan sebuah nilai absolut yang tidak dapat menjadi negatif. Karena {?i} tidak dapat menjadi nol untuk seluruh kasus yang mungkin dari variabel-varibelnya, kesamaannya memerlukan ci = 0 untuk seluruh {?i} dengan energi yang dimiliki Ei lebih besar dari E0. Ini akan menghasilkan kesimpulan bahwa sebuah nilai yang tidak nol untuk koefisien ci dalam ekspansi ? dalam suku-suku {?} hanya diijinkan jika Ei = E0. Hanya dalam kasus ini ??? = E0? dapat dipenuhi, dan ? menjadi fungsi eigen yang berkaitan dengan nilai eigen E0. Dengan kondisi yang sama, jika ? adalah sebuah fungsi eigen dari E0 memenuhi ??? = E0?, penyebut dari persamaan (3.21) menjadi ??*E0?dq = E??*?dq, dan akan memberikan ?[?] = E0. Karenanya kesamaan akan berlaku hanya jika ??? = E0?, dalam kasus di mana ? adalah fungsi eigen degan nilai eigen terendah E0.
Prinsip variasi memberikan sebuah petunjuk untuk mendapatkan fungsi gelombang dan nilai eigen untuk keadaan dasar. Untuk maksud ini, ? harus ditentukan sedemikian rupa hingga nilai ?[?] dengan menggunakan ? dapat menjadi minimum . Resultan ? adalah fungsi eigen dari nilai eigen terendah E0, yang juga fungsi gelombang dari keadaan dasar. Ini akan memberikan kesimpulan bahwa ? ini akan menghasilkan ?[?] yang berkaitan dengan keadaan dasar dengan nilai energi E0.

3.2.2 Metoda variasi dengan menggunakan sebuah pendekatan kombinasi linier (Metoda variasi Ritz)

Sangat sulit untuk menemukan ? dengan meminimalisasi ?[?] dengan dasar prinsip variasi di atas. Untuk berbagai fungsi-fungsi ?12, ?3,…, kita perlu untuk menghitung nilai masing-masing dari ?[?i], dan kita harus menemukan sebuah fungsi yang memberikan nilai minimum. Akan tetapi tidaklah mungkin untuk melakukan tes pada seluruh fungsi. Bahkan jika beberapa kombinasi dari E dan ? memenuhi ??? = E?, nilai eigen terendah di antara semuanya tidak perlu merupakan nilai eigen minimum yang sebenarnya. Karenanya sebuah kompromi dengan beberapa kali percobaan akan memberikan beberapa kali pengulangan dan dapat memberikan hasil yang tidak sukses kecuali jika pilihan yang beruntung dapat dilakukan.
Sekarang kita mencoba untuk melakukan tes pada fungsi-fungsi yang lebih luas secara lebih efisien. Sebuah kombinasi linier dari n buah fungsi-fungsi ?1, ?2, ?3,…, ?n
(3.23)
dapat digunakan untuk melakukan tes dalam jumlah yang terbatas dari fungsi coba yang diekspresikan oleh persamaan (3.23), dengan menyatakan bahwa koefisien ekspansi {ci} sebagai variabel yang dapat dirubah dan secara terus-menerus dilakukan variasi. Meskipun terdapat batasan yang dikarenakan oleh pilihan dari {?i}, kita dapat memperoleh hasil yang terbaik untuk tes seluruh kombinasi linier yang sembarang dari {?i} sebagaimana juga tes dengan masing-masing fungsi dari ?1 hingga ?n. Dalam cara ini, prinsip variasi digunakan untuk menentukan deret dari {ci} sedemikian rupa sehingga {ci} dapat menuju pada ?[?] yang minimum. Prosedur ini disebut sebagai metoda variasi dengan menggunakan pendekatan kombinasi linier (metoda variasi Ritz)
Dengan memasukkan persamaan (3.23) ke dalam definisi dari ?[?] akan menghasilkan persamaan berikut.
(3.24)
Dalam ekspresi ini penjumlahan untuk i dan j harus diambil dari 1 hingga n. Hij dan Sij adalah elemen dari matriks n x n dan didefinisikan dengan integral berikut.
(3.25)
(3.26)
Sij disebut sebagai integral tumpang tindih (overlap) antara ?i dan ?j.
Berdasarkan prinsip variasi , ?[?] harus dapat diminimalisasi dengan merubah {ci}, yang merupakan koefisien yang diperkenalkan dalam definisi tentang ?. Karena ci dan c*i adalah kompleks konjugat satu dengan yang lainnya, kita mungkin mengambil satu dari mereka sebagai sebuah variabel independen. Karenanya, kita akan mendapatkan kondisi untuk ??/?c*i = 0. Untuk kemudahan, kita dapat menulis ulang persamaan (3.24) sebagai
(3.27)
Diferensiasi pada kedua sisi dari persamaan ini terhadap c*i akan memberikan
(3.28)
Dengan menggunakan kondisi ??/?c*i = 0, kita mendapatkan
(3.29)
Ekspresi ini adalah sebuah himpunan dari persamaan simultan untuk {cj} yang juga sama dengan persamaan (3.16) yang terdapat dalam bagian sebelumnya.
Jika seluruh koefisien dari c1 hingga cn adalah nol, maka mereka akan memenuhi persamaan (3.29). Akan tetapi, himpunan dari solusi-solusi ini akan menghasilkan sebuah identitas yaitu ? = 0, yang secara fisik tidak memiliki arti. Dalam usaha untuk memperoleh solusi yang tidak trivial, yang lain dari solusi dengan seluruh {cj} sama dengan nol, deteminan berikut haruslah sama dengan nol.
(3.30)
Elemen ij dari Aij dalam determinan ini diturunkan dari koefisien (Hij ? ?Sij) = Aij dalam persamaan simultan (3.29). Persamaan (3.30) adalah sebuah persamaan aljabar dengan orde n untuk ?, dan disebut sebagai persamaan sekular. Persamaan sekular diekspresikan secara sederhana sebagai [Hij ? ?Sij] = 0, yang mana hanya elemen ij yang ditulis antara sebuah pasangan dari tiang vertikal. ?1, ?2,…,?n(?i ? ?i +1) adalah n buah solusi dari persamaan ini dan memberikan perkiraan atas nilai eigen energi. Nilai eigen terendah ?1 adalah pendekatan terbaik dari energi keadaan dasar yang sebenarnya dalam jangkauan yang dimungkinkan oleh kombinasi linier untuk ? dalam persamaan (3.23). Sebagai perbandingan dengan nilai eigen yang sebenarnya dari energi yang terendah E1, E1,…, nilai eigen yang diperoleh dengan metoda variasi Ritz memenuhi hubungan berikut.
(3.31)
Karenanya ?k (k ? 2) adalah sebuah nilai energi pendekatan untuk keadaan tereksitasi ke-k.
Fungsi gelombang {?k} berhubungan dengan nilai eigen energi pendekatan {?k} dan dapat diperoleh dengan memasukkan ?k ke dalam persamaan simultan (3.29), diikuti dengan mendapatkan {cj}. Harus dicatat di sini bahwa kondisi normalisasi akan memberikan persamaan berikut yang harus dipenuhi untuk {cj}
(3.32)
Contoh 3.2 Hitunglah nilai energi pendekatan dan fungsi gelombang dengan menerapkan metoda variasi Ritz pada ? = c1?1 + c1?1, dengan dilengkapi bahwa H11 = -12 eV, H22 = -6 eV, H12 = H21 = -4 eV, S11 = S2212 = S21 = 0. = 1, S
(Jawaban) Dengan mengunakan kondisi yang diberikan, persamaan sekular diekspresikan oleh
Solusi terendah memberikan energi keadaan dasar ?1 = -14 eV, dan energi yang lebih tinggi berkaitan dengan keadaan energi tereksitasi ?2 = -4eV.
Fungsi gelombang ? dapat diperoleh dengan cara berikut. Dengan menerapkan kondisi yang diberikan untuk kondisi normalisasi pada persamaan (3.32).
(1)
Persamaan simultan (3.29) untuk koefisien c1, c2 memberikan
(2)
Dengan memasukkan nilai-nilai untuk H11, H12 dan ?1 ke dalam persamaan ini (2) akan memberikan
Ini akan menghasilkan c1 = 2c2, dan kemudian persamaan (1) memberikan c1 = 2?5, c2 = 1? 5. Dengan demikian kita mendapatkan keadaan dasar fungsi gelombang.
Berikutnya, memasukkan ?2 ke dalam ? dalam persamaan (2) akan memberikan
Ini akan menghasilkan 2c1 = -c2, dan kemudian persamaan (1) memberikan c1 = 1?5, c2 = -2?5. Dengan demikian kita mendapatkan fungsi gelombang keadaan tereksitasi.

 

Baca Selengkapnya......

Membran Sel

Membran sel merupakan lapisan pembatas yang bersifat permeabel dan selektif yang hanya bisa dilewati oleh zat-zat tertentu saja. Membran sel dibentuk oleh dua lapisan posfolipida yang memisahkan bagian dalam dan bagian luar sel. Dua lapisan posfolipida ini berisi protein, karbohidrat dan kolestrol. Bagian dalam membran sel terdi dari dari bagian dalam yang merupakan ekor dari posfolipida dan bersifat non-polar, sedangkan bagian kepala bersifat polar berada pada permukaan luar dan dalam sel. Bagian asam lemak tidak jenuh pada dapat membuat membran lebih rigit. Pori-pori, chanel protein memainkan peran penting yang merupakan bagian pengatur keluar masuknya glukosa melalui proses difusi. Demikian juga pada ion transpor energi yang terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi, lihat Gambar 14.45.
gambar 14.45
Gambar 14.45. Komposisi membran sel dan perannya

 

Baca Selengkapnya......

Senin, September 06, 2010

Energi Nuklir, Pengertian dan Pemanfaatannya

nuclear-energy-gmrMasalah energi merupakan salah satuisupentingyang sedang hangat dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.
Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan.
Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.
Fisi Nuklir
Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.
Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.
fisi01Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom nuklir.
reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)
reaksi fisi berantai...
Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.
reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)
reaksi fisi berantai terkendali
Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.
Reaktor Nuklir
Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.
skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es
skema reaktor nuklir 
Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir. Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.
Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.
Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali karena efektif dalam menyerap neutron.
Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang diizinkan.
Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor nuklir agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan perisai.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reaktor nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
reactor-engr-wisc-edu1
skema pembangkit listrik tenaga nuklir 
Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water reactor/PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam reaktor.
Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu 300oC) tidak mendidih (air mendidih pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.

Baca Selengkapnya......

Jumat, Januari 08, 2010

UNSUR YANG PALING . . . .

Paling ringan: hidrogen (kerapatan 0,0009 kg/L)
Paling berat: osmium (22,57 kg/L)
Palng keras: karbon (dalam bentuk intan)
Paling banyak di jagat raya: hidrogen (75% massa jagat raya)
Paling banyak di bumi: besi (35% massa bumi)
Paling banyak di kulit bumi: oksigen (45% massa kulit bumi)
Paling mudah bereaksi: fluor
Paling sukar bereaksi: helium
Paling tinggi titik lelehnya: wolfram (3422 derajat C)
Paling bagus daya hantarnya: perak

Baca Selengkapnya......

Tokoh-tokoh Kimia

Arrhenius, Svante August (1859-1927), teori asam-basa
Avogadro, Amedeo (1776-1856), hipotesis Avogadro
Balmer, Johann Jakob (1825-1898), tingkat energi elektron
Bartlett, Neil (1932- ), pembuatan senyawa gas mulia
Becquerel, Antoine Henri (1852-1908), keradioaktifan
Berzelius, Jons Jakob (1779-1848), lambang unsur
Bessemer, Sir Henry (1813-1898), pembuatan baja
Bohr, Niels Henrik David (1885-1962), teori atom
Bosch, Karl (1874-1940), pembuatan amonia
Bronsted, Johannes Nicolaus (1879-1947), teori asam-basa
Brown, Robert (1773-1858), gerak Brown
Buchner, Eduard (1860-1917), alat praktikum
Bunsen, Robert Wilhelm Eberhard (1811-1899), alat praktikum
Cannizzaro, Stanislao (1826-1910), keadaan standar gas (STP)
Cavendish, Henry (1731-1810), penemu hidrogen
Chadwick, Sir James (1891-1974), penemu neutron
Curie, Marie Sklodowska (1867-1934), keradioaktifan
Dalton, John (1766-1844), teori atom
Daniell, John Frederick (1790-1845), sel elektrokimia
Davy, Sir Humphry (1778-1829), penemu elektrolisis
Dobereiner, Johann Wolfgang (1780-1849), sistem periodik
Dumas, Jean Baptiste Andre (1800-1884), sintesis organik
Erlenmeyer, Emil (1825-1904), alat praktikum kimia
Faraday, Michael (1791-1867), hukum elektrolisis
Fehling, Hermann (1812-1885), pereaksi untuk aldehida
Galvani, Luigi (1737-1798), sel elektrokimia
Gay-Lussac, Joseph Louis (1778-1850), hukum Gay-Lussac
Gibbs, Josiah Willard (1839-1903), energi bebas (G) dalam termodinamika
Grignard, Francois Auguste Victor (1871-1935), sintesis organik
Guldberg, Cato Maximilian (1836-1902), tetapan kesetimbangan
Haber, Fritz (1868-1934), pembuatan amonia
Hall, Charles Martin (1863-1914), pembuatan aluminium
Hess, Germain Henri (1802-1850), perubahan entalpi
Hund, Friedrich (1894-1968), aturan Hund
Joule, James Prescott (1818-1889), hukum kekekalan energi
Kekule, Friedrich August (1829-1896), penemu struktur benzena
Kelvin, Baron William Thomson (1824-1907), suhu mutlak
Kipp, Peter (1808-1864), alat praktikum
Kolbe, Adolf Wilhelm Hermann (1818-1884), sintesis organik
Krebs, Sir Hans Adolf (1900-1981), siklus Krebs dalam metabolisme
Lavoisier, Antoine Laurent (1743-1794), hukum kekekalan massa
Le Chatelier, Henri Louis (1850-1936), pergeseran kesetimbangan
Leclanche, Georges (1839-1882), sel batu batere
Lewis, Gilbert Newton (1875-1946), teori asam-basa dan ikatan kimia
London, Fritz Wolfgang (1900-1954), gaya antar molekul
Loschmidt, Johann Joseph (1821-1895), penemu bilangan Avogadro (L)
Lowry, Thomas Martin (1874-1936), teori asam-basa
Markovnikov, Vladimir (1838-1904), adisi ikatan rangkap
Marsden, Ernest (1889-1970), struktur atom
Mendeleyev, Dmitri Ivanovich (1834-1907), sistem periodik
Meyer, Julius Lothar (1830-1895), sistem periodik
Millikan, Robert Andrews (1868-1953), penemu harga muatan elektron
Mitscherlich, Eilhardt (1794-1863), pembuatan fosfor
Moissan, Ferdinand Henri (1852-1907), pembuatan fluor
Moseley, Henry Gwyn Jeffreys (1887-1915), penemu nomor atom
Newland, John Alexander Reina (1838-1898), sistem periodik
Pauli, Wolfgang (1900-1958), teori orbital dan bilangan kuantum
Pauling, Linus Carl (1901-1994), skala keelektronegatifan
Priestley, Joseph (1733-1804), penemu oksigen
Proust, Joseph Louis (1754-1826), hukum perbandingan tetap
Ramsay, Sir William (1852-1916), penemu gas mulia
Raoult, Francois Marie (1830-1901), sifat koligatif larutan
Rutherford, Sir Ernest (1871-1937), teori atom
Seaborg, Glenn Theodore (1912-1999), sintesis unsur-unsur transuranium
Solvay, Ernest (1838-1922), pembuatan asam nitrat
Sorensen, Soren Pieter Lennart (1868-1939), pencetus pH
Stoney, George Johnstone (1826-1911), pemberi nama “elektron”
Thomson, Sir Joseph John (1856-1940), penemu elektron
Tyndall, John (1820-1893), efek Tyndall
Van der Waals, Johannes Diderik (1837-1923), gaya antar molekul
Van’t Hoff, Jacobus Henrikus (1852-1911), sifat koligatif larutan
Volta, Alessandro Giuseppe (1745-1827), sel elektrokimia dan deret Volta
Waage, Peter (1833-1900), tetapan kesetimbangan
Williamson, Alexander (1824-1904), sintesis organik
Wohler, Friedrich (1800-1882), perintis kimia organik
Wurtz, Adolphe (1817-1884), sintesis organik

Baca Selengkapnya......

Istilah Dalam KIMIA

agen pengoksidaan = zat pengoksidasi
agen penurunan = zat pereduksi
air liat = air sadah
ampaian = suspensi
bes = basa
campuran mesra = campuran homogen
campuran tak sekata = campuran heterogen
formula am = rumus umum
formula mudah = rumus empiris


gangsa = perunggu
gas adi = gas mulia
gas asli = gas alam
gas unggul = gas ideal
gelang benzena = cincin benzena
getah tiruan = karet sintetis
haba = kalor
haba tindakbalas = kalor reaksi
hasil darab keterlarutan = hasil kali kelarutan
hukum keabadian jisim = hukum kekekalan massa
jadual berkala = sistem periodik
kadar tindakbalas = laju reaksi
kakisan = korosi
keluli = baja
kepekatan = konsentrasi
kesan ion sepunya = pengaruh ion sejenis
kontang = anhidrat
kumpulan alkali bumi = golongan alkali tanah
larutan muak (tepu) = larutan jenuh
loyang = kuningan
mangkin = katalis
nombor pengoksidaan = bilangan oksidasi
pemendakan = pengendapan
pempolimeran penambahan = polimerisasi adisi
penapaian = peragian, fermentasi
penceraian = penguraian, disosiasi
pengimbangan tindakbalas = penyetaraan reaksi
penimbal = penyangga, buffer
penukargantian = substitusi
penunjuk = indikator
penunu Bunsen = pembakar Bunsen
penurunan = reduksi
penyingkiran = eliminasi
penyiringan = dekantasi
perendahan takat beku = penurunan titik beku
sebatian = senyawa
sebatian berkutub = senyawa polar
tatarajah elekron = konfigurasi elektron
tepu, muak = jenuh
tertib tindakbalas = orde reaksi
teruja = tereksitasi
tindakbalas = reaksi
unsur peralihan = unsur transisi
unsur wakilan = unsur utama
zarah asas = partikel dasar

Baca Selengkapnya......

Istilah : YUNANI-LATIN-ARTINYA


mono- uni- satu
di- bi- dua
tri- ter- tiga
tetra- quadri- empat
penta- quinti- lima
hexa- sexti- enam
hepta- septi- tujuh
octa- octi- delapan
nona- novi- sembilan
deca- deci- sepuluh
hemi- semi- setengah
hecto- centi- seratus
kilo- milli- seribu
poly- multi- banyak
pan- omni- semua
macro- maxi- besar
micro- mini- kecil
a- non- tidak
an- in-(un-) bukan
amphi- ambi- dua-duanya
iso- equi- sama
hyper- super- atas
hypo- sub- bawah
endo- intra- dalam
exo- extra- luar
ortho- cis- dekat
para- ultra- seberang
peri- circum- keliling
dia- trans- melalui
pra- pre- sebelum
meta- post- setelah
ana- pro- maju, pergi
cata- re- mundur, kembali
syn- co- bersama-sama
anti- contra- lawan
dis- de- hilang
hydro- aqua- air




AWALAN-AWALAN SATUAN


10(1) deka (da)
10(2) hekto (h)
10(3) kilo (k)
10(6) mega (M)
10(9) giga (G)
10(12) tera (T)
10(15) peta (P)
10(18) exa (E)
10(21) zetta (Z)
10(24) yotta (Y)


10(-1) deci (d)
10(-2) centi (c)
10(-3) milli (m)
10(-6) micro (m)
10(-9) nano (n)
10(-12) pico (p)
10(-15) femto (f)
10(-18) atto (a)
10(-21) zepto (z)
10(-24) yocto (y)

Baca Selengkapnya......

PUISI KIMIA

A T O M

An atom is invisible, much tinier than a minute
Yet atoms make up the world and everything in it
A cloud of electrons so swift and intense
Surrounding a nucleus tiny and dense
Deep down at the center of it all
A nucleus—extremely very small


M O L E

A mole is a particular amount
Of substance in its formula weight
Expressed in grams with Avogadro’s count
Of units making up the aggregate

A mole is a specific quantity
Its volume measures twenty-two point four
In liters for a gas at STP
A mole is a counting unit, nothing more



p H

For coffee it’s five and for tomatoes it’s four
While household ammonia’s eleven or more
It’s seven for water if in a pure state
But rainwater’s six and seawater’s eight
It’s basic at ten, quite acidic at two
And well above seven when litmus turns blue



C a C O 3

The Taj Mahal in its solemn majesty
Gibraltar’s famous rock with stability
Australia’s Barrier Reef that spans the Coral sea
The Roman Colosseum with its savage history
The enigmatic Pyramids enduring silently
The formula, in every case, is CaCO3


S A L T

If a soluble salt you wish to provide
You firstly on the acid must settle
Then neutralize with the proper oxide
Hydroxide, carbonate or metal

But if the salt does not dissolve
A simpler means you must try
Precipitate it, you resolve
Then filter it, wash and dry



I’M ELECTRON

I’m a jolly electron, alternately bound and free
Spin from morning to night although you can’t see
And this the burden song forever used to be
I care for nobody since nobody cares for me

Though William Crookes suspected my presence on this earth
It was J.J.Thomson that found me in spite of my tiny girth
He measured the ‘e by m’ of my electric worth
I love J.J. in a filial way for he’d given me birth

Johnstone Stoney invented my new electric name
Ernest Rutherford and Niels Bohr then brought me fame
They guessed within the atom my inner and outer game
You’ll agree what they did for me, I’ll do it for them the same

Baca Selengkapnya......

MNEMONIC DALAM ILMU KIMIA 

L E O = lost of electron: oxidation.
An ox, red cat = anode-oxidation, reduction-cathode (electrodes reactions).
Sphere, peanut, double peanuts, flower = s p d f (subshells in atom).
Only silly alumnus in college study past midnight = oxygen, silicon, aluminium, iron, calcium, sodium, potassium, magnesium (most abundant elements in earth’s crust).
He neatly arranges Kremlin executive ranks = helium, neon, argon, kripton, xenon, radon (noble gases).
These ten valuable acids have long preserved life in mankind = threonine, tryptophan, valine, arginine, histidine, lysine, phenylalanine, leucine, isoleucine, methionine (essensial amino acids).
Oh mom, such good apple pie, sweet as sugar = oxalate, malonate, succinate, glutarate, adipate, pimelate, suberate, azelate, sebacate (dicarboxylic acids).

We guarantee certainty, clearly referring to this right sentence (velocity of light = 299 792 458 m/s).
It enables a commoner to memorize a quantity (e = 2,7182818).
Yes, I have a number = 3,1416 (pi in 5 digits).
How I wish I could recollect pi easily today = 3,1415 9265 (pi in 9 digits).

Sir, I send a rhyme assisting
In sacred truth and right spelling
Numerical sprites endeavour
See it and remember ever (3,1415 92653 58979 32394 = pi in 20 digits)

Better get ready while your mistress come back: blue + green + red = white; yellow + magenta + cyan = black (mix of colors).
Richard of York gained battles in vain = red, orange, yellow, green, blue, indigo, violet (colors of spectra).

King Philip came over from glorious Scotland = kingdom, phylum, class, ordo, family, genus, species (biological taxonomy).
Perth Melbourne Adelaide Tasmania = prophase, metaphase, anaphase, telephase (cell division).

Oh, be a fine girl. Kiss me right now sweetheart = O B A F G K M R N S (type of stars).
My very efficient memory just sums up nine planets = Mercury, Venus, Earth, Mars, Jupiter, Saturn, Uranus, Neptune, Pluto (planets in the solar system).

Put egg on my plate, please honey = palaeocene, eocene, oligocene, miocene, pliocene, pleistocene, holocene (cenozoic periods in geology).
Camels often sit down carefully, perhaps their joints creak = cambrian, ordovician, silurian, devonian, carboniferous, permian, triassic, jurassic, cretaceous (geological times).

Mnemonic Bahasa Indonesia

Memang vetsin bumbu masak yang sudah umum nyonya pakai (Mama Vera bukan main yahudnya, sayang udah nyaris pikun) = Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto.

Mau jadi koboi harus bisa naik unta = merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu.
Ia menyirami setangkai kembang lembayung di sisi kebun binatang = 299 792 458 (kecepatan cahaya dalam m/s).

Lihat nanti kami rubah sistem periodik (Libur naik kuda Rabu Kamis prei; Lina kawin Rubi cs frustrasi) = Li, Na, K, Rb, Cs, Fr (unsur-unsur golongan IA).
Besok Minggu Karang Setra bakal rame (Besok Minggu ka Soreang bawa randa; Beol Mang Kasim sering bau racun) = Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra (golongan IIA).
Bang Ali ganteng intelek (Belagak intel; Bombay alamat gadis India teler) = B, Al, Ga, In, Tl (golongan IIIA).
Cewek seksi genit senang playboy (Cium sedikit gemes, sun pun boleh) = C, Si, Ge, Sn, Pb (golongan IVA).
Neng Popi asyik sambung bibir = N, P, As, Sb, Bi (golongan VA).
Orang salah selalu tertangkap polisi (Orang sinting senang telanjang polos) = O, S, Se, Te, Po (golongan VIA).
Fredi kolor biru ikut atletik (Fredi kolor beureum ih ateul) = F, Cl, Br, I, At (golongan VIIA).
Heboh negeri Arab karena sex randa = He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn (golongan VIIIA).
Bencong seksi asoi telanjang bulat = B, Si, As, Te, At (batas logam/nonlogam).
SCTV cari Mang Feri cowoknya Nita cukup zantan! = Sc, Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn (unsur-unsur transisi perioda ke-4).

17-8-45 = Luas Indonesia: utara-selatan 17 derajat (6 North – 11 South), barat-timur seperdelapan keliling bumi atau 45 derajat (96 – 141 East).

Baca Selengkapnya......

ETIMOLOGI NAMA UNSUR-UNSUR KIMIA 

Hidrogen, H (Yunani: hydor = air; genes = pembentuk}
Helium, He (Yunani: helios = matahari)
Litium , Li (Yunani: lithos = batu)
Berilium, Be (Latin: beryl = manis)
Boron, B (Arab: buraq = jernih)
Karbon, C (Latin: carbo = batubara)
Nitrogen, N (Yunani: nitron = basa; genes = pembentuk)
Oksigen, O (Yunani: oxys = asam; genes = pembentuk)
Fluor, F (Latin: fluere = mengalir)
Neon, Ne (Yunani: neos = baru)


Natrium, Na (Latin: natri = basa)
Magnesium, Mg (Magnesia, daerah di Yunani)
Aluminium, Al (Latin: alum = pahit)
Silikon, Si (Latin: silex = batu api)
Fosfor, P (Yunani: phosphoros = pembawa cahaya)
Belerang, S (Latin: sulphur = belerang)
Klor, Cl (Yunani: chloros = hijau)
Argon, Ar (Yunani: argos = malas)
Kalium, K (Arab: qali = abu)
Kalsium, Ca (Latin: calx = kapur)

Skandium, Sc (Skandinavia)
Titanium, Ti (Yunani: titan = besar tubuh, raksasa)
Vanadium, V (Vanadis, dewi cinta Skandinavia)
Krom, Cr (Yunani: chroma = warna)
Mangan, Mn (Latin: magnes = bermagnet)
Besi, Fe (Latin: ferrum = besi)
Kobal, Co (Jerman: kobold = ruh jahat)
Nikel, Ni (Jerman: kupfernickel = tembaga palsu)
Tembaga, Cu (Yunani: Kypros = Siprus)
Seng, Zn (Jerman: zink = seng)

Galium, Ga (Latin: Gallia = Perancis)
Germanium, Ge (Latin: Germania = Jerman)
Arsen, As (Arab: az-zirnikh = kuning emas)
Selenium, Se (Yunani: selene = bulan)
Brom, Br (Yunani: bromos = pesing)
Kripton, Kr (Yunani: kryptos = tersembunyi)
Rubidium, Rb (Latin: rubidus = merah)
Strontium, Sr (Strontian, daerah di Skotlandia)
Itrium, Y (Ytterby, daerah di Swedia)
Zirkonium, Zr (Arab: zarqun = kemilau)

Niobium, Nb (Niobe, dewi Yunani)
Molibdenium, Mo (Yunani: molybdos = timbal)
Teknesium, Tc (Yunani: technetos = buatan)
Rutenium, Ru (Latin: Ruthenia = Rusia)
Rodium, Rh (Yunani: rhodos = merah jambu)
Paladium, Pd (Asteroid Pallas)
Perak, Ag (Latin: argentum = perak)
Kadmium, Cd (Kadmos, raja Thebe di Yunani)
Indium, In (Latin: indicum = nila)
Timah, Sn (Latin: stannum = timah)

Antimon, Sb (Yunani: stibi = cincin)
Telurium, Te (Latin: tellus = tanah)
Iodium, I (Yunani: iodes = ungu)
Xenon, Xe (Yunani: xenos = asing)
Sesium, Cs (Latin: caesius = biru)
Barium, Ba (Yunani: baros = berat)
Lantanum, La (Yunani: lanthanein = tercecer)
Serium, Ce (Asteroid Ceres)
Praseodimium, Pr (Yunani: praseos = hijau tua; dymos = kembar)
Neodimium, Nd (Yunani: neos = baru; dymos = kembar)

Prometium, Pm (Prometheos, tokoh mitos Yunani)
Samarium, Sm (Kolonel Samarski, ahli tambang Rusia)
Eropium, Eu (Benua Eropa)
Gadolinium, Gd (Johan Gadolin, 1760-1852, orang Finlandia)
Terbium, Tb (Ytterby, daerah di Swedia)
Disprosium, Dy (Yunani: dysprositos = sukar didapat)
Holmium, Ho (Latin: Holmia = Stockholm)
Erbium, Er (Ytterby, daerah di Swedia)
Tulium, Tm (Yunani: Thule = Swedia)
Iterbium, Yb (Ytterby, daerah di Swedia)

Lutetium, Lu (Latin: Lutetia = Paris)
Hafnium, Hf (Latin: Hafnia = Kopenhagen)
Tantalum, Ta (Tantalus, dewa Yunani)
Wolfram, W (Jerman: wolfram = batu berat)
Renium, Re (Latin: Rhenus = Sungai Rhine)
Osmium, Os (Yunani: osme = bau)
Iridium, Ir (Latin: iris = pelangi)
Platina, Pt (Spanyol: platina = perak kecil)
Emas, Au (Latin: aurora = fajar)
Raksa, Hg (Yunani: hydrargyre = air perak)

Talium, Tl (Yunani: thallos = hijau muda)
Timbal, Pb (Latin: plumbum = timbal)
Bismut, Bi (Arab: bismuth = cerah)
Polonium, Po (Latin: Polonia = Polandia)
Astatin, At (Yunani: astatos = tidak tetap)
Radon, Rn (Latin: radius = sinar)
Fransium, Fr (Perancis)
Radium, Ra (Latin: radius = sinar)
Aktinium, Ac (Yunani: aktis = sinar)
Torium, Th (Thor, dewa Skandinavia)

Protaktinium, Pa (Yunani: pertama menjadi aktinium)
Uranium, U (Planet Uranus)
Neptunium, Np (Planet Neptunus)
Plutonium, Pu (Planet Pluto)
Amerisium, Am (Benua Amerika)
Kurium, Cm (Marie Sklodowska Curie, 1867-1934)
Berkelium, Bk (Berkeley di Amerika Serikat)
Kalifornium, Cf (California di Amerika Serikat)
Einsteinium, Es (Albert Einstein, 1879-1955)
Fermium, Fm (Enrico Fermi, 1901-1954)

Mendelevium, Md (Dmitri Ivanovich Mendeleyef, 1834-1907)
Nobelium, No (Alfred Bernhard Nobel, 1833-1896)
Lawrensium, Lr (Ernest Orlando Lawrence, 1901-1958)
Ruterfordium, Rf (Ernest Rutherford, 1871-1937)
Dubnium, Db (Dubna di Rusia)
Seaborgium, Sg (Glenn Theodore Seaborg, 1912-1999)
Bohrium, Bh (Niels Henry David Bohr, 1885-1962)
Hassium, Hs (Hasse di Jerman)
Meitnerium, Mt (Lise Meitner, 1878-1968)
Darmstadtium, Ds (Darmstadt di Jerman)

Rontgenium, Rg (Wilhelm Konrad Rontgen, 1845-1923)

Catatan:
IUPAC menetapkan bahwa sejak unsur nomor atom 96, nama unsur mengabadikan nama ilmuwan atau nama tempat penelitian unsur.
Unsur-unsur ununbium (112, Uub), ununtrium (113, Uut), ununquadium (114, Uuq), ununpentium (115, Uup), dan ununhexium (116, Uuh) sudah berhasil disintesis, tapi belum diberi nama resmi oleh IUPAC.

Baca Selengkapnya......

Rabu, Desember 30, 2009

Belajar dari Chernobyl (Bagian 1)


Ketika mendengar nama Chernobyl, kontan orang akan teringat pada sebuah sejarah kelam dalam dunia Ketenaganukliran. Sebuah tragedi yang menggemparkan dunia, yang menngingatkan semua orang akan peristiwa jatuhnya bom Atom di Hirosima dan Nagasaki yang menjadi awal dari akhir Perang Dunia II yang berkecamuk.
Trauma itu masih dapat dirasakan sampai sekarang, dan menjadikan setiap tanggal 26 April pukul 01.23 lonceng berdentang-dentang di Ukraina. Pada malam itu, mesikupun telah larut dan udara dingin menusuk – nusuk tulang, namun warga tetap terjaga. Mereka meletakkan bunga dan lilin di monumen korban bencana Chernobyl.
Tragedi itu jugalah yang menjadi senjata utama dari para aktivis “anti-nuklir” untuk mengenyahkan keberadaan PLTN di seluruh muka bumi. Tidak perduli betapa jauhnya perkembangan teknologi PLTN pasca tragedi Chernobyl. Tragedi ini juga merupakan sebuah berkah d balik bencana akan betapa pentingnya sebuah keamanan dan keselamatan sebuah desain PLTN dan menjadi batu lompatan sejarah bagi perkembangan keteneganukliran di dunia.
Jauh sebelum tragedi itu terjadi, banyak para ahli sudah mengira akan ketidakamanan dari desain reaktor Chernobyl yang tidak memiliki sungkup pelindung yang seharusnya ada dari sebuah desain PLTN.
Reaktor Chernobyl didirikan di atas tanah rawa di sebelah utara Ukraina, sekitar 80 mil sebelah utara Kiev berlokasi di koordinat 51,3872 LU 30,1114 BT. Terdapat 4 unit Reaktor yang beroperasi di kompleks PLTN Chernobyl, Reaktor unit 1 mulai beroperasi pada 1977, unit 2 pada 1978, unit 3 pada 1981, dan unit 4 pada 1983. Sebuah kota kecil, Pripyat, dibangun dekat PLTN Chernobyl untuk tempat tinggal pekerja pembangkit itu dan keluarganya.
Tipe PLTN Chernobyl ini dirancang untuk menghasilkan “plutonium” guna pembuatan senjata nuklir serta listrik. Tipe PLTN berfungsi ganda seperti ini memang tidak ada di negara-negara Barat, seperti, AS dan Prancis.
Reaktor Chernobyl merupakan Rektor Nuklir jenis RBMK yakni reaktor air mendidih (boiling water reactor/BWR) yang memiliki daya termal 3.200 MWt dengan moderator terbuat dari grafit (karbon). Pendinginnya adalah air biasa, yang dialirkan dari Sungai Pripyat setelah melalui proses destilasi, untuk kemudian dialirkan secara vertikal dengan inlet dibawah dan kemudian dididihkan di dalam reaktor untuk memproduksi uap bertekanan tinggi yang nantinya digunakan untuk memutar turbogenerator pembangkit listrik. Grafit dipilih sebagai moderator karena murah dan tersedia melimpah di Siberia.
Sebagai pengendali reaktor digunakan batang kendali dari batang boron karbida berujung grafit. Di antara ujung grafit dan batang boron karbida terdapat ruang kosong sepanjang 1 m yang bakal terisi air pendingin ketika dimasukkan ke dalam reaktor. Ada dua tipe batang kendali : manual dan otomatis. Sebagai bahan bakar digunakan Uranium diperkaya (kadar U-235 3,8 %) sejumlah 220 ton.Konsekuensinya ukuran reaktor RBMK-1000 memang besar.
Reaktor RBMK-1000 ini memiliki keunggulan dari sisi efisiensi yakni berkisar 34 %, bandingkan dengan Reaktor jenis PWR (Reaktor Air Tekan) yang memiliki efisiesnsi lebih kecil yakini berksisar 29 – 31 %. Reaktor RBMK-1000 ini juga memiliki keunggulan yakni dapat melakukan refuel (penggantian bahan bakar) tanpa mematikan reaktor sedangkan reaktor – reaktor jenis lainnya (kecuali PHWR-CANDU yang dipasarkan Canada) haruslah dimatikan terlebih dahulu untuk mengganti bahan bakarnya. .
Namun semua keunggulan itu ini tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan kelemahan- kelemehannya. yakni
  1. Sebagai reaktor air mendidih bermoderator grafit, RBMK-1000 memiliki “problem gelembung”, yakni kondisi dimana terdapat gelembun – gelembung dalam pendingin saat proses pembentukan uap. Ini bisa mengacaukan pengendalian reaktor, karena gelembung – gelembung itu meningkatkan jumlah neutron lambat. Kondisi ini sangat dirasakan RBMK-1000 ketika berada dalam daya rendah, baik ketika dalam proses dinyalakan (start-up) maupun dimatikan (shut-down).
  2. Pada batang kendali. Grafit dan ruang kosong yang berisi air di batang kendali mengakibatkan peningkatan daya temporal di detik – detik pertama saat batang kendali masuk ke reaktor, karena sifat grafit dan air pendingin yang memoderasi neutron, maka bila terjadi kondisi batang kendali gagal masuk sepenuhnya karena macet. Hal ini menyebabkan sebagian boron karbidanya tidak bisa masuk, maka reaktor tidak bisa mati, malahan daya reaktor akan melambung terus.
  3. Aliran pendingin. Dengan model aliran vertikal dan inletnya dari bawah, maka suhu pendingin di dalam reaktor jadi takhomogen, dimana suhu di bagian atas lebih besar dibanding suhu pada bagian bawah. Kondisi ini bisa berbahaya jika terjadi penguapan total pada bagian atas sehingga bahan bakar disana tak terdinginkan sepenuhnya. Selain bisa meningkatkan daya secara mendadak, kondisi ini juga beresiko pada melelehnya bahan bakar. Pendinginan vertikal juga memaksa pompa pendingin untuk terus menerus bekerja meski daya reaktor sudah sangat rendah sehingga tidak sanggup lagi membangkitkan listrik yang cukup.
  4. Sebagai reaktor berukuran besar, RBMK-1000 hanya dilindungi oleh satu lapis dinding beton tipis guna menghemat biaya. Inilah sebuah cacat fatal dimana tidak ada sistem pelindung ganda sebanyak lima lapis sebagaimana yang distandarkan pada reaktor2 tipe lainnya. Hal ini dapat menyebabkan kemungkinan terlepasnya radioisotop ke lingkungan jika terjadi kecelakaan lebih besar jika dibandingan dengan reaktor- reaktor jenis lain.
Kelemahan – kelemahan inilah ditambah manajemen PLTN yang tidak profesional yang tidak berpengalaman sama sekali dalam pengoperasian sebuah reaktor bertenaga besar yakni. V.P. Bryukhanov, sang direktur, hanya berpengalaman di PLTU tanpa pernah sekalipun ke PLTN. Nikolai Fomin, seorang insinyur kepala, juga lama bekerja di lingkungan PLTU. Hanya Anatoliy Dyatlov, wakil insinyur kepala, yang pernah bekerja dengan reaktor yang itupun hanya pada reaktor berdaya rendah.
Diduga kuat pemilihan manajemen tidak didasarkan pada keahlian dan kemampuannya dalam teknologi nuklir, namun lebih didasarkan pada loyalitasnya terhadap Partai Komunis Uni Soviet. Manajemen juga tidak pernah diberitahu otoritas ketenaganukliran Uni Soviet tentang sifat khas RBMK-1000 dan prosedur operasi daruratnya ketika berada dalam daya rendah. Singkatnya, manajemen ‘buta’ terhadap titik2 lemah RBMK-1000. Kombinasi cacat desain dan manajemen yang buruk inilah yang akhirnya berpuncak pada tragedi 26 April 1986.

Belajar dari Chernobyl (Bagian 2)

Latar Belakang
Bagaimana menjaga pompa pendingin untuk tetap bekerja meskipun aliran listrik putus? Itulah masalah yang terus membayangi pihak manajemen PLTN Chernobyl Karena sebagaimana diketahui Reaktor RBMK-1000 membutuhkan aliran pendingin terus menerus dikarenakan sifatnya vertikal. Sementara jika terjadi kerusakan sistim pembangkit listrik, aliran listrik ke pompa pendingin akan menghilang. Sedangkan sepasang generator diesel otomatis yang dipasang pada tidap – tiap reaktor baru bisa menyuplai aliran listrik 40 detik setelah aliran listrik utama putus. Kondisi ini bisa menyebabkan perlambatan aliran pendingin, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kehilangan aliran pendingin (LOHSA= lost of heat sink accident).
Hal ini tidak diinginkan manajeman terutama setelah kasus LOCA (lost of coolant accident, setingkat lebih parah dibanding LOHSA) yang melelehkan sebagian reaktor unit 2 PLTN Three Mile Islands, Pennsylvania (AS), 28 Maret 1979. Karena itulah manajemen mencoba melakukan eksperimen untuk memanfaatkan putaran sisa turbogenerator guna pembangkitan daya darurat untuk menggerakkan pompa pendingin selama minimum 40 detik. Sebelumnya, Eksperimen sejenis pernah sukses dilakukan pada 1983 di reaktor unit 1 tanpa masalah apapun dengan mematuhi semua prosedur standar, meski hasilnya adalah turbogenerator tak sanggup memasok daya mencukupi.
Setelah dilakukan pengembangan – pengembangan tambahan pada turbogenerator, maka pihak manajemen merasakan perlu adanya eksperimen ulang. Pilihan jatuh pada reaktor unit 4 dengan setting waktu pada Jumat 25 April 1986, mengingat reaktor ini memang hendak dimatikan guna menjalani perawatan dan perbaikan rutin setelah menyala selama lebih dari setahun penuh.
Kronologis
Jum’at, 25 April 1986. Eksperimen siap dilakukan, pada pukul 13:06, sistem pendingin darurat ECCS (emergency core coolant system) dimatikan, suatu hal yang sama sekali tidak diperbolehkan dalam prosedur operasi standar.
Kemudian pukul 14:00 otoritas kelistrikan Kiev meminta manajemen menjaga pasokan listriknya ke jaringan hingga jam 11 malam untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan daya. Manajemen menyetujui, sehingga pada pukul 15:47 penurunan daya reaktor dihentikan pada 1.600 MWt. Selama 12 jam kemudian reaktor beroperasi dengan output 50 % dari normal dan tanpa ECCS.
Pukul 23:10 waktu setempat pengurangan daya reaktor dimulai lagi. Pada pukul 24.00 terjadi pergantian shift kerja, sehingga eksperimen dilakukan oleh dua operator malam yang hanya memiliki latar belakang bidang teknik listrik dan tidak berpengalaman bekerja di lingkungan reaktor
Pada tanggal 26 April 1986. Pukul 00:05 Persiapan ekeperimen dilakukan dengan menurunkan daya reaktor ke 700 MWt dengan memasukkan batang – batang kendali otomatis, namun mereka tidak menyadari penurunan daya yang terjadi terlalu cepat. Pada kondisi ini produksi radioisotop Xenon-135 (salah satu produk samping reaksi fissi yang dikenal sebagai “racun reaktor” karena menyerap neutron lambat dalam jumlah besar.) menjadi besar.
Pada pukul 00:28 daya reaktor anjlok ke 30 MWt. Operator tak menyadari adanya peracunan ini dan menganggap anjloknya daya lebih karena kegagalan daya, sehingga memutuskan menaikkan kembali batang kendali otomatis. Lagi – lagi sebuah tindakan yang menyalahi aturan, karena seharusnya, begitu daya anjlok maka reaktor harus segera dimatikan.
Pada pukul 01:00 Naiknya batang kendali otomatis mengangkat daya ke 200 MWt .(sepertiga dari daya nominal yang dibutuhkan untuk eksperimen). Namun operator tersebut menganggap pada daya serendah itu eksperimen masih bisa dilakukan.

Pada pukul 01:03 waktu setempat, operator menghidupkan seluruh pompa pendingin cadangan dan mengirimkan air pendingin berlebihan ke dalam reaktor, hingga melampaui batas maksimum volume air dalam reaktor yang diperkenankan.
Selanjutnya pada pukul 01:19 batang kendali manual pun diangkat, sebuah hal yang sekali lagi menyalahi prosedur operasi standar. Reaktor kini jadi sangat berbahaya karena tidak lagi memiliki batang kendali. Memang pada saat itu daya reaktor masih tetap rendah, (jumlah neutron lambatnya kecil) namun itu sebenarya lebih disebabkan oleh kombinasi berlebihnya air dan Xenon-135 yang bisa menggantikan peran batang kendali.
Dalam keadaan demikian operator memutuskan untuk memulai eksperimen. Pukul 01:23, operator menutup katup uap ke turbogenerator. Putaran turbogenerator pun berkurang sehingga pasokan listrik ke pompa pendingin berkurang dan aliran pendingin jadi menyusut.
Pukul 01:23:21 Di dalam reaktor terbentuk lebih banyak uap dan diikuti dengan pembentukan gelembung – gelembung air. Problem gelembung pun terjadi, sehingga daya reaktor segera menanjak.
Dalam 5 detik pertama daya reaktor sudah bergerak ke angka 510 MWt. Pada tahap ini Xenon-135 mulai menghilang seiring makin banyaknya jumlah neutron. Sehingga dengan makin banyaknya air pendingin yang berubah menjadi uap, menghilangnya Xenon-135 dan dimatikannya ECCS, pengontrol daya reaktor menjadi tidak ada. Terjadilah ekskursi nuklir, sebuah kenaikan daya teramat cepat secara eksponensial pada waktu teramat singkat.
Pada pukul 01:23:40 Operator yang panik menekan tombol SCRAM guna memasukkan semua batang kendali (baik manual maupun otomatis) ke dalam reaktor. Namun dibutuhkan waktu 20 detik agar batang kendali bisa masuk sepenuhnya ke dalam reaktor. Ketika suhu reaktor kian tinggi, gerak batang kendali pun macet, hanya bagian ujung grafit dan ruang kosong saja yang sempat masuk. Ini malah makin meningkatkan intensitas ekskursi nuklir.
Pada pukul 01:23:44 daya reaktor sudah meningkat hingga 30.000 MWt ( sepuluh kali lipat dari daya normalnya).

Peningkatan daya luar biasa menghasilkan penguapan teramat brutal dimana semua cairan berubah jadi uap. Ini menghasilkan tekanan teramat besar yang merusak batang kendali, bahan bakar, grafit dan akhirnya menjebol atap beton reaktor yang tipis dalam ledakan uap. Andaikata reaktor dilindungi kubah double containment Mark-II setebal 2 meter seperti yang diterapkan pada reaktor2 lainnya, maka ledakan uap ini tidak akan terjadi. Ledakan uap ini segera disusul oleh reaksi uap air dengan grafit dan oksigen (dari udara luar yang masuk lewat lubang) dengan grafit sehingga timbul ledakan kedua yang tak kalah besarnya.
Dan akhirnya pada pukul 01:24:00 atap beton reaktor berisikan nuklir seberat 1000 ton jebol dalam ledakan uap. Andaikata reaktor dilindungi kubah double containment Mark-II setebal 2 meter seperti yang diterapkan pada reaktor2 lainnya, maka ledakan uap ini tidak akan terjadi.
Beberapa dari 211 buah tuas kontrol meleleh dan kemudian terjadi ledakan kedua ( yang penyebabnya masih menjadi pertentangan di antara para pakar) menghamburkan pecahan-pecahan inti minyak yang terbakar yang mengandung radioaktif dan mengakibatkan udara mendesak masuk memicu terjadinya berton-ton blok grafit akibat pemadatan.


Belajar dari Chernobyl (Bagian 3)

Pukul 1 dini hari pada 26 April 1986, sebuah PLTN di Chernobyl, Ukraina yang dulu merupakan bagian dari U.S.S.R mengalami sebuah insiden Nuklir terburuk yang pernah ada dalam masa damai. Peningkatan tenaga reaktor secara tajam telah memicu terjadinya sebuah ledakan dahsyat oleh tenaga uap yang menghancurkan atap beton reaktor yang tipis berisikan nuklir seberat 1000 ton menjadi pecahan-pecahan besi.
Beberapa dari 211 buah tuas kontrol meleleh dan kemudian terjadi ledakan kedua, ( penyebabnya masih menjadi pertentangan di antara para ahli ) menghamburkan pecahan-pecahan inti minyak yang terbakar yang mengandung radioaktif dan mengakibatkan udara mendesak masuk memicu terjadinya berton-ton blok grafit akibat pemadatan.
Kebakaran grafit inilah yang mengeluarkan banyak radiasi ke atmosfir dan bulir-bulir penuh masalah di udara yang tercemar radiasi yang bisa terukur hingga ribuan mil jauhnya.

Sekitar 5,4 ton radioisotop yang lolos mendarat di Belarus. Namun sisanya terbang dibawa angin ke barat hingga menjangkau Kepulauan Inggris. Paparan radiasi tertinggi berada di gedung reaktor mencapai 5,6 Roentgen/detik, 202 kali lipat lebih besar daripada ambang batas dosis mematikan yakni sebesar 0,028 Roentgen/detik. Celakanya lagi, ledakan menyebabkan kerusakan dua dosimeter (pengukur radiasi) dengan limit 1.000 Roentgen/detik. Hanya tersisa dosimeter – dosimeter kecil dengan limit 0,001 Roentgen/detik, dan semuanya “off scale.” Karena itu kru reaktor yang dipimpin Alexander Akimov menganggap dosis radiasi saat itu hanya berkisar 0,001 Roentgen/detik, dengan mengabaikan tanda – tanda lain seperti potongan grafit, pipa bahan bakar dan batang kendali yang berceceran di sekitar gedung reaktor. Sehingga mereka memutuskan bertahan dan terus memompakan air ke gedung reaktor.
Bantuan kemudian datang dari brigade pemadam kebakaran Chernobyl, yang dipimpin Vladimir Pravnik, mereka tak diberitahu sama sekali bahwa yang dihadapi adalah sebuah reaktor RBMK-1000 yang telah bolong. Kerja keras mereka bersama kru reaktor berhasil memadamkan api di atas gedung reaktor dan gedung turbin pada jam 05:00. Namun dalam tiga minggu kemudian, sebagian besar kru reaktor dan pemadam ini telah meninggal.
Mobil-mobil pemadam kebakaran ini tidak pernah kembali ke garasi mereka dan para pemadam kebakaran yang mereka angkut tidak pernah kembali ke rumah-rumah mereka. Merekalah yang pertama tiba di tempat kejadian dan mengira itu hanyalah kebakaran biasa. Mereka tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi saat itu.
Pada senja 26 April, Kremlin membentuk komite penyelidik dan memerintahkan Valeri Legasov dari otoritas ketenaganukliran Uni Sovet datang mengunjungi Chernobyl. Setelah sampai di Chernobyl, Valeri Legasov menjumpai 2 orang telah tewas dan 52 dirawat di rumah sakit, dengan gejala – gejala nyata akibat paparan radiasi berlebihan. Dosimeternya juga menunjukkan tingkat paparan radiasi yang sangat tinggi di sejumlah titik. Pada 27 April pukul 14:00 ia memerintahkan dimulainya evakuasi penduduk kota Pripyat dan sekitarnya. Agar tidak menimbulkan kepanikan, maka detil bencana tidak diberitahukan kepada penduduk, dan agar beban yang ditanggung tidak terlalu berat maka diberitahukan kepada penduduk bahwa evakuasi hanya bersifat temporal, yaitu hanya untuk 3 hari. Total penduduk yang dievakuasi tersebut berjumlah 336.000 orang.
Horor Chernobyl belum usai. Meski reaktor RBMK-1000 unit #4 telah menjadi puing, sisa bahan bakar Uranium yang masih cukup besar ( sekitar lebih dari 200 ton) dan puing – puing grafit masih sanggup menjalankan reaksi fissi. Meski daya yang dihasilkan kecil, tiadanya cairan pendingin membuat grafit terus memanas. Maka kebakaran pun berlanjut di interior puing. Malahan pada dasar puing, panas kebakaran  cukup tinggi hingga sanggup membuat bahan bakar dan beton penyangga reaktor meleleh membentuk lava. Jika lava ini bisa menembus dasar bangunan dan tanah dibawahnya hingga mencapai cadangan air tanah dalam, maka kontak lava dengan air akan menciptakan erupsi freatoradiatik (“The China Syndrome”), ledakan uap berkekuatan besar yang sanggup membongkar tanah diatasnya membentuk kawah. Letusan ini akan memuntahkan debu yang terkontaminasi radioisotop hingga pada ketinggian 1 km. Jika ini terjadi, area yang tercemar dipastikan akan jauh lebih besar.

Untuk mencegah erupsi freatoradiatik maka otoritas memutuskan puing reaktor RBMK-1000 harus dimatikan dan didinginkan. Diperlukan waktu 9 hari dan 5000 ton pasir, boraks, dolomit (sejenis mineral yang berbentuk kristal), tanah liat dan timah hitam dijatuhkan dari helikopter-helikopter untuk memadamkannya. Tingkat radiasi di daerah tersebut  begitu kuat hingga menyebakan banyak dari pilot-pilot pemberani tersebut mati.
Sebagai sebuah pemerintahan yang totaliter, Uni Soviet menyediakan banyak prajurit-prajurit muda untuk membantu pembersihan kecelakaan Chernobyl tersebut, tapi tidak menyediakan bagi kebanyakan mereka baju perlindungan yang memadai atau penjelasan apapun tentang bahaya-bahaya yang mengancam.
Lebih dari 650.000 orang pencuci membantu membersihkan bencana Chernobyl pada tahun tahun pertama. Grup ini termasuk mereka yang membangun bangunan tong dari reaktor No. 4 yang hancur yang disebut juga SARKOFAGUS (KUBURAN BATU BESAR) dengan tinggi sekitar 60 meter panjang 60 meter dan didukung dengan reruntuhan bangunan lama reaktor.
Awalnya, ototoritas mencoba mengunakan robot, tapi ilmu teknik tidak memungkinkan akibat tingginya radiasi dan juga halangan dari reruntuhan, kemudian akhirnya mereka mengerahkan ribuan tentara – robot manusia.

Bekerja di atas atap adalah pekerjaan yang tersingkat dari semuanya, dan hanya berlangsung sekitar dua menit. Banyak tentara ditawarin pilihan bagaimana harus memenuhi kewajiban dalam menjalankan tugasnya yang diperlukan bagi masa pensiun mereka dari angkatan darat. Satu hingga dua tahunan di neraka hujan peluru, roket dan bom di Afghanistan, dan yang lainnya dua menitan yang tenang, hening dan hujan sinar gamma yang tak terlihat di atas atap Unit # 3.
Police and military personnel guard the zone, but a few people mostly the elderly have returned to live in the zone, and in spite of the radioactivity have been there for five years. They say that they can’t see, taste, smell or touch the deadly radiation so it doesn’t bother them.
Masa depan dari PLTN Chernobyl penuh dengan ketidakpastian dengan otoritas Ukrainia yang sedang mencari bantuan finansial dari Negara – negara G-7 untuk menutup PLTN pada tahun 2000. Dan mereka harus memperbaiki atau mengganti serkofagus dengan yang baru karena yang aslinya telah dibangun dengan terburu-buru dan dipecah-pecahkan.
Sekarang, hanya sedikit sekali radiasi yang ada di dalam Sarkofagus yang bocor keluar. Banyak ilmuwan percaya bahwa lebih dari 90% masih ada di bawah kuburan batu. Sisa minyak radioaktif yang tersisa di dalam memiliki julukan Kaki Gajah, karena bentuknya yang tersendiri. Sekitar 190 ton uranium dan 1 ton Plutonium yang benar-benar berbahaya masih ada di sana, jadi jika si besar, gajah nuklir itu berhasil menapakkan kakinya keluar, maka kita semua akan dalam masalah yang sangat sangat besar sekali
Radiasi akan tetap bertahan di daerah Chernobyl selama puluhan ribu tahun, tapi manusia akan kembali berpopulasi di area tersebut dalam kurun waktu 600-an tahun atau bisa juga hanya perlu sekitar 3 abad. Para pakar memperkirakan, setelah itu, unsur-unsur yang paling berbahaya akan menghilang atau terlarut habis ke dalam udara dunia, tanah dan air. Jika menggunakan perkiraan para ilmuan, paling cepat hal itu baru akan terjadi sekitar 300 tahun lagi dari sekarang dan beberapa ilmuwan mengatakan mungkin bisa lebih lama lagi hingga mencapai 900 tahunan.

Baca Selengkapnya......

Jepang Akui Perjanjian Rahasia Nuklir

Jepang Akui Perjanjian Rahasia Nuklir
Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama. (REUTERS/Kyodo)

Tokyo (ANTARA News) – Satu tim pemerintah Jepang telah menemukan dokumen-dokumen mengenai tuduhan perjanjian rahasia dengan Amerika Serikat untuk pengangkutan senjata nuklir melalui wilayahnya, setelah berpuluh tahun secara resmi dibantah, kata laporan-laporan, Minggu, seperti diberitakan AFP.
Pemerintah kiri-tengah Perdana Menteri Yukio Hatoyama melancarkan penyelidikan berkaitan tuduhan pakta nuklir itu, dan perjanjian rahasia lain dengan AS beberapa hari setelah mengambil-alih pemerintahan, September lalu.
Tim penyelidik melaporkan kepada Menteri Luar Negeri Katsuya Okada Jumat, bahwa pihaknya telah menemukan beberapa dokumen berkaitan dengan pakta, di antara ribuan fail di kementerian luar negeri, kata surat kabar Mainichi Shimbun dan Yomiuri Shimbun dalam laporannya, mengutip sumber kemlu yang tak disebut namanya.
“Menteri luar negeri mengakui adanya `perjanjian rahasia nuklir`” tulis berita utama Mainichi Shimbun. Sedangkan Yomiuri menggemakan: “Pandangan pemerintah tampaknya akan berubah – `Pakta rahasia nuklir`.
Keberadaan perjanjian itu telah dibantah selama berpuluh tahun oleh pemerintah konservatif sebelumnya, bahkan meskipun dokumen-dokumen AS dideklasifikasi bulan lalu.
Dokumen-dokumen itu menunjukkan para pejabat AS percaya mereka punya perjanjian saling pengertian dengan Jepang, ketika negara-negara sekutu menandatangani perjanjian keamanan baru pada tahun 1960.
“Masalah hitam atau putih ini akan menjadi jelas pada Januari depan. Kami akan membongkar beban pemerintah-pemerintah sebelumnya yang menegaskan, tidak ada perjanjian rahasia,” kata Okada Sabtu, seperti yang dilaporkan surat kabar.
Okada akan membentuk satu komisi pakar untuk mengkaji dokumen-dokumen tersebut sebelum pemerintah mengumumkan keputusan akhir Januari depan, apakah ada perjanjian rahasia itu, kata mereka.
Jepang adalah satu-satunya negara yang menderita serangan bom nuklir, dan yang berkampanye bagi penghapusan senjata perusak massal di seluruh dunia.
Jepang juga menganut kebijakan tidak memiliki, memproduksi atau mengizinkan senjata nuklir di wilayah kedaulatannya sejak 1967.
Tim pemeriksa diyakini telah menemukan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan catatan diskusi-diskusi pada 1960, ketika Jepang dan AS menandatangani perjanjian keamanan baru, kata laporan suratkabar itu.
Memo rahasia Departemen Luar Negeri AS pada 1960 untuk Christian Herter, yang kemudian menjadi menlu, mengatakan, Washington telah berkonsultasi dengan Jepang mengenai `pengenalan persenjataan nuklir.`
Namun memo itu mengatakan, bahwa AS, yang menempatkan tentaranya di Jepang sejak negara itu kalah dalam Perang Dunia II, bisa menggunakan bumi Jepang `bila diperlukan` pada saat-saat darurat, jika komunis Korea Utara tetangganya melancarkan serangan.
Pada 1991, presiden AS George Bush mengumumkan bahwa kapal-kapal perang AS dalam waktu dekat akan mengangkut senjata-senjata atom taktis, dan membuat suatu perjanjian dengan Jepang untuk mengizinkan kapal-kapal bersenjata nuklir AS mengunjungi wilayah itu.
Tim Jepang juga memeriksa pakta-pakta yang dituduhkan lainnya berkaitan dengan rencana terhadap semenanjung Korea, mengizinkan senjata nuklir di bumi Jepang pada saat darurat, dan satu perjanjian agar Jepang membiayai pengembalian pulau selatan Okinawa ke Jepang pada 1972, setelah diduduki militer AS.
AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, menewaskan lebih dari 210.000 orang, yang menghentikan Perang Dunia II.(*)

Baca Selengkapnya......

Di Balik Kedahsyatan Energi Nuklir

 
nuclear-bombKita tidak akan pernah bisa melupakan peristiwa pemboman dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, yang menandai berakhirnya perang dunia kedua. Begitu besar dan luasnya dampak bom atom (tepatnya bom nuklir) secara fisik dan politik terhadap dunia dan bahkan masih tersisa sampai saat ini.
Kita juga mungkin sulit untuk menghilangkan trauma atas musibah meledaknya reaktor nuklir Chernobyl yang menimbulkan dampak sosial ekonomi yang sangat besar. Dan bahkan, kerugian yang besar akibat hancurnya reaktor chernobyl sampai saat ini masih dijadikan alasan bagi penggiat lingkungan untuk terus menghalang-halangi upaya pengembangan energi nuklir dalam bentuk pembangkit listrik.
Ada baiknya kita memahami skema atau teori yang tersembunyi di balik dahsyatnya energi nuklir sebagaimana yang efeknya telah bersama-sama kita ketahui. Dari sini kita dapat melihat potensi lain pengembangan energi nuklir yang dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat manusia ketimbang menggunakannya untuk tujuan-tujuan yang tidak bijaksana dan tidak bertanggung jawab.
Gaya Inti dan Defek Massa
Telah kita ketahui bersama bahwa inti atom merupakan bagian inti dari suatu atom sebagai penyusun materi. Inti atom terdiri atas dua partikel, yaitu proton dan neutron atau secara bersama disebut nukleon, yang terikat dan bergabung bersama. Gaya tolak antara proton-proton yang bermuatan positif di dalam inti atom seharusnya dapat memisahkan nukleon-nukleon di dalam inti atom. Namun pada kenyataannya proton-proton dan neutron dapat bergabung di dalam inti atom. Ini menunjukkan ada gaya lain yang lebih kuat yang bekerja di antara nukleon yang membuat nukleon-nukleon dapat bersatu di dalam inti atom. Gaya ini disebut gaya ikat inti atau gaya nuklir.
Fakta lain dari inti atom adalah massa inti atom selalu lebih kecil daripada massa partikel-partikel penyusunnya, yaitu jumlah massa proton dan massa neutron. Jadi, terdapat selisih massa antara jumlah massa proton dan neutron dengan massa inti keseluruhan. Selisih massa ini disebut defek massa.
Kesetaraan Massa dan Energi
Dalam mengembangkan teorinya tentang relativitas, Einstein sampai kepada satu kesimpulan yang di kemudian hari menjadi begitu penting. Einstein menyimpulkan bahwa terdapat kesetaraan antara massa dan energi yang dirumuskan dalam persamaannya yang terkenal, yang sangat identik dengan dirinya

einstein01Persamaan ini menyiratkan adanya kaitan antara massa sebuah benda dan energinya, dimana dapat dikatakan bahwa massa dapat diubah menjadi energi.
Pada mulanya, kesetaraan massa dan energi belum menjadi prinsip penting. Sampai disadari bahwa terdapat hubungan antara gaya ikat inti dan defek massa di dalam inti atom. Jika prinsip kesetaraan massa dan energi ini diterapkan pada inti atom, bisa dikatakan bahwa massa yang hilang (defek massa) telah diubah menjadi energi untuk mengikat nukleon-nukleon di dalam inti atom. Jadi, defek massa bersesuaian dengan energi ikat inti.
Demikian halnya dengan reaksi nuklir, teramati berkurangnya sejumlah massa dalam reaksi nuklir dimana sebuah inti atom dapat diubah menjadi inti atom lain disertai dengan pelepasan energi yang sangat besar. Energi yang sangat besar yang dihasilkan dari reaksi nuklir berasal dari perubahan sejumlah massa inti yang bereaksi.
Energi Nuklir
Jadi, bisa disimpulkan bahwa energi nuklir dihasilkan dari perubahan sejumlah massa inti atom ketika berubah menjadi inti atom yang lain dalam reaksi nuklir.
Mekanisme di dalam inti atom melibatkan berkurangnya sejumlah massa dari inti atom yang diubah menjadi energi nuklir. Ketika inti atom bereaksi atau mengalami pembelahan dan berubah menjadi inti atom yang lain disertai pelepasan sejumlah partikel, sebagian massa inti atom menjadi berkurang yang ditandai dengan pelepasan energi yang besar dari dalam inti berupa panas atau energi kinetik. Dalam setiap mekanisme dimana massa berkurang maka telah terjadi perubahan massa menjadi energi nuklir. Hal ini sesuai dengan prinsip kesetaraan massa-energi.
Energi nuklir yang dihasilkan dalam mekanisme inti atom dan reaksi nuklir begitu besar. Ini tidak lepas dari kenyataan bahwa inti atom merupakan bagian dari atom sebagai penyusun materi, dimana jumlah atom di dalam materi adalah jumlah yang sangat besar yang diwakili oleh suatu bilangan yang dinamakan bilangan avogadro. Bilangan ini adalah bilangan yang sangat besar, yaitu
avogadro        Bayangkan, 1 kg massa inti yang mengalami pembelahan dapat menghasilkan energi sebesar puluhan juta kilowatt jam (kWh). Ini sama saja dengan energi yang dapat digunakan untuk menyalakan lampu 100 W selama 30 ribu tahun, wow! Tidak heran jika efek dari bom nuklir demikian dahsyatnya, karena energi yang dihasilkan memang sangat besar.
Dengan jumlah energi yang demikian dahsyat, sebagaimana yang kita lihat dalam bom nuklir, energi nuklir menyimpan potensi yang luar biasa. Jika energi yang dahsyat ini dapat dikendalikan dan dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih bijaksana, tentu potensi energi nuklir layak untuk dipertimbangkan dan dikembangkan sebagai salah satu alternatif sumber energi selain minyak bumi.

Indonesia Dianggap Layak Operasikan PLTN

Bandung, CyberNews. Kepala Pusat Pengembangan Energi Nuklir–BATAN, Dr A Sarwiyana Sastratenaya mengatakan bahwa kelayakan pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir di Tanah Air sebaiknya tidak perlu terlalu diributkan lagi.
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang melakukan pengecekan terhadap 19 item kesiapan pengoperasian PLTN pada November lalu sudah mengeluarkan penilaian bahwa Indonesia memang layak menjalankannya. Infrastruktur berikut kebijakan pendukung sebuah pembangkit sudah dinyatakan memenuhi syarat.

“Kita dinilai lolos di tahap pertama. Pada Januari 2010, IAEA akan mengirimkan laporan resmi tertulis terkait evaluasi yang dilakukannya itu kepada Pemerintah Indonesia,” tandasnya di sela-sela bedah buku ” Budaya Keselamatan&Industri Berisiko Tinggi” karya Dr Hamdi Muluk dll di Kampus ITB Bandung, Selasa (22/12).
Menurut dia, menyusul hasil tersebut masa depan pembangunan PLTN di Nusantara sekarang berada di tangan pengambil kebijakan tertinggi yakni Presiden SBY. Pasalnya, untuk melangkah ke tahap kedua, pihaknya masih memiliki raport merah. Yakni belum adanya persetujuan dan jaminan dari Negara bagi pembangunan PLTN.
Komitmen dan dukungan dari pemerintah itu, imbuhnya, akan diikuti oleh pembentukan Nuclear Energy Program Implementing Organization (NEPIO). Lembaga ini bertugas penuh menyiapkan pembangunan PLTN. Dia berharap surat resmi dari IAEA dapat menjadi momentum bagi masa depan PLTN di Indonesia.
Lebih dari itu, Sarwiyana berharap nuklir tidak dijadikan sebagai komoditas politik karena berdasarkan pengalaman kerap menjadi isu negatif di negara mana pun. Menurut perundangan, seharusnya Indonesia sudah memiliki PLTN antara rentang 2016-2021. Hanya proyek energi tersebut sejauh ini berkembang menjadi sebuah kontroversi yang akhirnya cenderung menjadikannya prosesnya berjalan lambat.
Padahal untuk membangun sebuah PLTN setidaknya dibutuhkan waktu 10 tahun sebelum bisa dioperasikan. Saat ini, sebanyak 53 PLTN tengah dibangun di seluruh dunia. Ditegaskan Sarwiyana, penilaian IAEA dapat dipertanggungjawabkan. Standar penilaian yang dilakukan terhadap kesiapan sebuah negara berlaku merupakn sistem yang berlaku di seluruh dunia.
“Kegagalan industri nuklir di satu negara akan menyebabkan industri nuklir di seluruh dunia jatuh. Jadi tidak usah didemo karena sudah ada badan yang mengawasi,” jelasnya.
Dia menambahkan pihaknya telah menyiapkan empat lokasi calon tapak bagi pembangunan PLTN yakni Semenanjung Muria, Kabupaten Jepara, kemudian Pulau Madura, Banten, dan Bangka Belitung. “PLTN akhirnya harus dan pasti digunakan di Indonesia terutama di Jawa, Madura, dan Bali. Satu lokasi saja tidak cukup, jadi kita mencari daerah lain yang sesuai,” katanya.

 



Baca Selengkapnya......
Bookmark and Share